Jumat, 06 November 2009

BAHAN PENGAJARAN SEKOLAH MINGGU GKPA TAHUN 2010


BAHAN PENGAJARAN
SEKOLAH MINGGU GKPA
TAHUN 2010
------------------------------------------------------------------------------

Tanggal, 01 Januari 2010
Tema : HIDUP DALAM TUHAN
Bahan Alkitab : Kolosse 3 : 12 : 17
Ayat hafalan/Introitus : Mazmur 16 : 1
Metode : Cerita + suasana tahun baru
Alat Peraga : Bermacam-macam kue tahun baru
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Mendaftarkan perbuatan-perbuatannya untuk Tuhan di tahun 2009.
- Menyatakan tekad untuk hidup dalam Tuhan di tahun 2010
- Mendaftarkan harapan di tahun 2010.

Tanggal, 03 Januari 2010
Tema : MANFAAT UANG
Bahan Alkitab : Lukas 3 : 10 - 14
Ayat hafalan/Introitus : Pengkhotbah 5 : 9
Metode : Cerita dan alat peraga
Alat Peraga : Gambar orang yang sedang belanja
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan arti uang
- Menyebutkan kegunaan uang
- Menyatakan tekad untuk memakai uang dengan baik melalui kata-kata.

Tanggal, 10 Januari 2010
Tema : TUHAN MENJADIKAN AKU BISA
Bahan Alkitab : 1 Raja-raja 3 : 6 - 10
Ayat hafalan/Introitus : 1 Raja-raja 3 : 9a
Metode : Cerita
Alat Peraga : Bola kecil warna-warni
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan arti kata mandiri
- Menceritakan arti nats Alkitab

Tanggal, 17 Januari 2010
Tema : MENGELOLA
Bahan Alkitab : Matius 22 : 15 - 22
Ayat hafalan/Introitus : Matius 22 : 21b
Metode : Cerita - Diskusi
Alat Peraga : Permainan / pinsil, dll
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan arti tema
- Menceritakan kembali isi teks
- Menyebutkan apa saja yang dapat ia kelola.

Tanggal, 24 Januari 2010
Tema : KREATIF
Bahan Alkitab : Kejadian 30 : 37 - 40
Ayat hafalan/Introitus : Yesaya 5 : 21
Metode : Diskusi
Alat Peraga : Orang mendapat hadiah topi wisuda
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan arti kreatif
- Menyebutkan ciri-ciri kreatif
- Menyatakan tekad untuk menjadi kreatif melalui slogan.

Tanggal, 31 Januari 2010
Tema : USAHA BERSAMA
Bahan Alkitab : Kis.Rasul 18 : 1 - 5
Ayat hafalan/Introitus : Galatia 6 : 2
Metode : Cerita
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak :
- Menyebutkan arti usaha bersama
- Menjelaskan usaha yang dilakukan bersama
- Mendaftarkan manfaat usaha bersama.

Tanggal, 07 Pebruari 2010
Tema : KEMAMPUANKU
Bahan Alkitab : Matius 25 : 14 - 30
Ayat hafalan/Introitus : Kis.Rasul 6 : 3
Metode : Penugasan
Alat Peraga :
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Mendaftarkan beberapa kemampuan yang ia miliki
- Menjelaskan dimana posisinya jika dibandingkan dengan teks
- Menggambarkan beberapa bentuk kemampuannya melalui lukisan.

Tanggal, 14 Pebruari 2010
Tema : BERSAMA KITA BISA
Bahan Alkitab : 2 Tawarikh 34 : 8 - 12
Ayat hafalan/Introitus : Kp 13 : 2b
Metode : Curah Pendapat Pragmen
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan arti bersama kita bisa
- Mendaftarkan manfaat bekerja bersama
- Menyatakan tekad masu bekerja sama melalui yel-yel.

Tanggal, 21 Pebruari 2010
Tema : AKU MEMILIKI PELUANG
Bahan Alkitab : Hakim-hakim 11 : 1 - 11
Ayat hafalan/Introitus : Amsal 3 : 27
Metode : Cerita
Alat Peraga : Gambar Tokoh-tokoh Alkitab
Tujuan : Supaya anak dapat :
-Menjelaskan latar belakang kehidupan Yelfa
- Menyebutkan beberapa hal yang perlu diteladani dari Yelfa
- Mendaftarkan hal-hal yang dapat diteladani dari dirinya sendiri.

Tanggal, 28 Pebruari 2010
Tema : PENGIKUT YESUS
Bahan Alkitab : Markus 8 : 31 - 36
Ayat hafalan/Introitus : Matius 1 : 1 - 6
Metode : Pragmen
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan beberapa sifat-sifat murid-murid Yesus

Tanggal, 07 Maret 2010
Tema : MEMBERI DENGAN TULUS
Bahan Alkitab : Yohanes 6 : 7 - 14
Ayat hafalan/Introitus : 1 Korintus 13 : 13
Metode : Penugasan
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menceritakan kembali isi teks
- Menyatakan persetujuan terhadap
sikap anak yang mau berbagi teks
- Menyatakan tekad untuk mau memberi melalui puisi

Tanggal, 14 Maret 2010
Tema : JATI DIRI
Bahan Alkitab : Daniel 1 : 6 - 17
Ayat hafalan/Introitus : Daniel 1 : 8a
Metode : Penugasan
Alat Peraga : Gambar-gambar kegiatan anak
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan sikap Daniel dalam perikop
- Menjelaskan pentingnyajati diri untuk menghadapi hal-hal baru
- Menyatakan tekad untuk mandiri melalui yel-yel.

Tanggal, 21 Maret 2010
Tema : RUMAHKU SEKOLAHKU
Bahan Alkitab : 1 Samuel 2 : 22 - 26
Ayat hafalan/Introitus : Yohanes 14 : 2a
Metode : Cerita, main peraga
Alat Peraga : Panggung boneka
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan arti rumahku istanaku
- Menceritakan kembali isi perikop
- Mendaftarkan perilakunya yang sudah sesuai dengan pengajaran dirumahnya.

Tanggal, 28 Maret 2010
Tema : SAHABATKU
Bahan Alkitab : Filemon 1 : 8 - 20
Ayat hafalan/Introitus : 1 Korintus 15 :33
Metode : Cerita dengan alat peraga
Alat Peraga : Gelas, air putih, gincu
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menceritakan isi perikop
- Mendaftarkan sikap sahabatnya yang baik
- Menyatakan tekad untuk menjadi berguna bagi sahabatnya melalui nyanyian.

Tanggal, 02 April 2010
Tema : SUNGGUH DIA ANAK ALLAH
Bahan Alkitab : Markus 15 : 33 - 39
Ayat hafalan/Introitus : Markus 15 : 39
Metode : Pemutaran CD (Diskusi)
Alat Peraga : CD, gambar-gambar Tuhan Yesus dan kertas karton
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Nebyebutkan tugas Yesus di dunia ini
- Menyebutkan arti kematianNya bagi manusia
- Menyatakan tekad berbuat baik melalui nyanyian (aplikasi kematian Yesus bagi anak).

Tanggal, 04 April 2010
Tema : PASKAH
Bahan Alkitab : Markus 14 : 12 - 15
Ayat hafalan/Introitus : Lukas 24 : 6a
Metode : Drama
Alat Peraga : Telur Paskah - Kostum Drama
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan arti Paskah pada perikop
- Menyebutkan hubungan Paskah pada PL dan PB
- Menyatakan tekad untuk saling melayani melalui berbagi telur Paskah.

Tanggal, 11 April 2010
Tema : GEMAR MEMBACA
Bahan Alkitab : Lukas 1 : 1 - 4
Ayat hafalan/Introitus : Lukas 4 : 16
Metode : Diskusi kelompok
Alat Peraga : Buku cerita, Alkitab
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menceritakan kembali apa yang dilakukan Lukas dalam perikop
- Menyebutkan keuntungan dari banyak membaca buku
- Mendaftarkan buku yang sudah dibacanya
- Menyatakan tekad untuk rajin membaca buku melalui pembatas buku.

Tanggal, 18 April 2010
Tema : KITA ADALAH ANUGERAH
Bahan Alkitab : Ezra 6 : 13 - 18
Ayat hafalan/Introitus : Yesaya 6 : 8
Metode : Perayaan dan perlombaan
Alat Peraga : Gambar kado-kado di selembar kertas
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan persembahan umat Israel untuk rumah Allah
- Menjelaskan cara bangsa Israel merayakan penahbisan rumah Allah
- Mendaftarkan sifat-sifat kita sebagai anugerah
- Menyatakan kepedulian terhadap sesame dengan saling bertukar kado.

Tanggal, 25 April 2010
Tema : MEDIA
Bahan Alkitab : Daniel 6 : 26 - 29
Ayat hafalan/Introitus : Daniel 6 : 26
Metode : Studi kasus
Alat Peraga : Gambar-gambar alat media, berita, Koran, majalah
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menceritakan isi perikop
- Menyebutkan manfaat media
- Menjelaskan pentingnya membaca surat
- Mendaftarkan media yang sering digunakannya

Tanggal, 02 Mei 2010
Tema : SEKOLAH
Bahan Alkitab : Ulangan 6 : 6 - 9
Ayat hafalan/Introitus : Amsal 22 : 6
Metode : Demonstrasi
Alat Peraga : Gambar-gambar
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menceritakan isi perikop
- Menyebutkan cara belajar yang tepat di sekolah
- Mendaftarkan peraturan yang ada di sekolah

Tanggal, 09 Mei 2010
Tema : BELAJAR DARI PENGALAMAN ORANG LAIN
Bahan Alkitab : Lukas 12 : 54 - 57
Ayat hafalan/Introitus : Galatia 3 : 7
Metode : Sharing
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan arti tema
- Menjelaskan kembali isi teks
- Menyebutkan manfaat belajar dari orang lain

Tanggal, 13 Mei 2010
Tema : PERGILAH BERITAKAN INJIL
Bahan Alkitab : Markus 16 : 19 - 20
Ayat hafalan/Introitus : Markus 16 : 15
Metode : Talent show
Alat Peraga : Materi talent show
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan pesan Yesus sebelum terangkat ke Surga
- Menceritakan kembali tentang kenaikan Tuhan Yesus ke Surga
- Menyebutkan cara-cara memberitakan Injil versi anak

Tanggal, 16 Mei 2010
Tema : AKU BANGKIT LAGI
Bahan Alkitab : Hakim-hakim 16 : 28 - 31
Ayat hafalan/Introitus : Amsal 24 : 16
Metode : Diskusi kelompok
Alat Peraga : Boneka tangan
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan akibat kegagalan Simson dalam perikop
- Mendaftarkan kegagalan yang pernah dialami
- Mendiskusikan hal apa saja yang dapat dilakukan untuk bangkit dari kegagalan.

Tanggal, 23 Mei 2010
Tema : BILA ROH ALLAH ADA DI DALAMKU
Bahan Alkitab : Kis.Rasul 2 : 1 - 4
Ayat hafalan/Introitus : 1 Korintus 12 : 7
Metode : Pemutaran CD (Diskusi)
Alat Peraga : CD, gambar-gambar Tuhan Yesus dan kertas karton
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menceritakan kembali peristiwa turunnya Roh Kudus
- Menyebutkan maksan Roh Kudus bagi manusia
- Menyatakan sukacita atas Turunnya Roh Kudus melalui talent show.

Tanggal, 30 Mei 2010
Tema : SUNGGUH LUAS BIASA
Bahan Alkitab : 1 Samuel 17 : 40 - 50
Ayat hafalan/Introitus : Lukas 5 : 3b
Metode : Curah pendapat
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Mendaftarkan perlengkapan yang dipakai oleh Goliat dan Daud
- Menjelaskan factor-faktor yang menjadikan Daud sebagai pemenang dalam perikop.
- Membedakan sifat-sifat Goliat dan Daud

Tanggal, 06 Juni 2010
Tema : JANGAN MEMINTA-MINTA
Bahan Alkitab : Kis.Rasul 3 : 1 - 10
Ayat hafalan/Introitus : Masmur 37 : 25
Metode : Cerita dan diskusi kelompok
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menceritakan kembali isi perikop
- Menyebutkan perbuatan meminta-minta yang biasa dilakukan oleh anak sebaya mereka.
- Mendiskusikan hal apa saja yang dapat dilakukan untuk menghentikan kebiasaan meminta-minta.
- Menyatakan bahwa perbuatan meminta-minta adalah tidak baik melalui slogan.




Tanggal, 13 Juni 2010
Tema : MANDIRI
Bahan Alkitab : 2 Tesalonika 3 : 6 - 15
Ayat hafalan/Introitus : Amsal 10 : 4
Metode : Buzz group
Alat Peraga : Gambar-gambar tingkah laku rajin dan malas
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan kemandirian Paulus dalam teks
- Menyebutkan beberapa manfaat hidup mandiri
- Menyatakan tekadnya untuk hidup mandiri melalui slogan

Tanggal, 20 Juni 2010
Tema : MENGATUR DIRI
Bahan Alkitab : Lukas 2 : 41 - 52
Ayat hafalan/Introitus : 1 Timoteus 4 : 12
Metode : Diskusi kelompok
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Mendaftarkan aspek kemandirian yang dimiliki oleh Yesus sesuai perikop.
- Mendaftarkan manfaat management diri
- Menyatakan tekad untuk mampu mengatur diri melalui surat yang dikirim kepada orangtua.

Tanggal, 27 Juni 2010
Tema : BERBAGI TUGAS
Bahan Alkitab : 2 Timoteus 2 : 1 - 7
Ayat hafalan/Introitus : 1 Korintus 12 : 27
Metode : Dialog
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan arti berbagi tugas
- Mendaftarkan pembagian tugas di rumah
- Mendaftarkan tugasnya di rumah

Tanggal, 04 Juli 2010
Tema : SIAP-SIAP
Bahan Alkitab : Lukas 12 : 35 - 38
Ayat hafalan/Introitus : Kolose 4 : 5
Metode : Puji-pujian
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan “siap sedia”
- Menyebutkan alas an perlunya siap sedia
- Menyatakan tekad untuk tetap “siap sedia” melalui nyanyian
- Menyebutkan contoh perbuatan “siap sedia”

Tanggal, 11 Juli 2010
Tema : MENGELOA UANG
Bahan Alkitab : Pengkhotbah 5 : 9 - 14
Ayat hafalan/Introitus : Lukas 18 : 25
Metode : Diskusi + Membuat daftar
Alat Peraga : ALat-alat rumah tangga
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan arti mengelola uang
- Menyebutkan cara mengelola uang
- Menyebutkan manfaat uang

Tanggal, 18 Juli 2010
Tema : BERJUANG SAMPAI GARIS BATAS
Bahan Alkitab : 1 Korintus 9 : 24 - 27
Ayat hafalan/Introitus : Zepanya 3 : 17
Metode : Wawancara dengan tokoh
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan arti tema
- Menyebutkan persiapan-persiapan yang dilakukan untuk mencapai garis batas.
- Menceritakan pengalamannya dalam mengikuti perlombaan
- Mendaftarkan garis batas yang akan di capai

Tanggal, 25 Juli 2010
Tema : BERPEGANG PADA DIDIKAN
Bahan Alkitab : Amsal 4 : 13
Ayat hafalan/Introitus : Amsal 8 : 33
Metode : Kesaksian
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan arti tema
- Menyebutkan alas an perlunya berpegang pada didikan
- Menjelaskan hubungan perikop dengan ayat hafalan
- Menyatakan persetujuan untuk berpegang pada didikan melalui “semboyan”.

Tanggal, 01 Agustus 2010
Tema : BIJAKSANA DAN BODOH
Bahan Alkitab : Matius 25 : 1 - 13
Ayat hafalan/Introitus : Mazmur 119 : 66
Metode : Penugasan
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan pengertian bijaksana
- Menyebutkan sikap orang bijaksana dalam perikop
- Menyebutkan cara-cara / langkah-langkah menjadi bijaksana

Tanggal, 08 Agustus 2010
Tema : PADAMKAN AMARAHMU
Bahan Alkitab : Efesus 4 : 26 - 27
Ayat hafalan/Introitus : Pengkhotbah 7 : 9
Metode : Cerita dan dialog
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Membedakan ramah dengan marah
- Mendaftarkan hal-hal yang menimbulkan amarah
- Mendaftarkan hal-hal yang dapat mengendalikan amarah
- Menceritakan amarah ketika pernah memarahi dan di marahi orang lain.

Tanggal, 15 Agustus 2010
Tema : BERPIKIR MAJU
Bahan Alkitab : Daniel 1 : 18 - 20
Ayat hafalan/Introitus : Amsal 3 : 7
Metode : Ceritaa
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan hubungan tema dengan perikop
- Menyebutkan cirri-ciri anak yang berpikir maju
- Mendaftarkan manfaat berpikir maju

Tanggal, 22 Agustus 2010
Tema : SEDIH TAPI TIDAK PUTUS ASA
Bahan Alkitab : 1 Samuel 1 : 4 - 18
Ayat hafalan/Introitus : Amsal 13 : 12
Metode : Dialog
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- M enjelaskan penyebab Hana menjadi sedih
- Menyebutkan apa yang pernah membuat anak sedih
- Nebyebutkan cirri-ciri orang sedih
- Menemukan cara-cara mengatasi kesalahan

Tanggal, 29 Agustus 2010
Tema : HARAPAN ORANGTUA
Bahan Alkitab : I Tawarik 28 : 9 - 14
Ayat hafalan/Introitus : II Samuel 7 : 13
Metode : Tanya jawab
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan hubungan antara tokoh dan perikp
- Menyebutkan harapan-harapan bapa kepada anaknya dalam perikop.
- Menyatakan tekad mewujudkan harapan orangtua melalui kasih

Tanggal, 05 September 2010
Tema : KESAKSIAN HABAKUK
Bahan Alkitab : Habakuk 3 : 17 - 19
Ayat hafalan/Introitus : Roma 5 : 5
Metode : Cerita dan dialog
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan isi perikop
- Menyebutkan apa yang membuat anak senang
- Menyebutkan cara mengatasi kekecewaan

Tanggal, 12 September 2010
Tema : BERMAIN DENGAN SAUDARA
Bahan Alkitab : Kejadian 21 : 8 - 11
Ayat hafalan/Introitus : Amsal 8 : 30
Metode : Tanya jawab
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan permainan yang pernah dilakukan bersama saudara

Tanggal, 19 September 2010
Tema : SUKACITA
Bahan Alkitab : Filipi 1 : 18 - 26
Ayat hafalan/Introitus : Kis.Rasul 2 : 28
Metode : Cerita gambar
Alat Peraga : Gambar uang, mobil, rumah, bar
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan apa yang membuat Paulus bersukacita
- Menyatakan tekad tetap bersukacita melalui nyanyian

Tanggal, 26 September 2010
Tema : PERLU ISTIRAHAT
Bahan Alkitab : Kejadian 2 : 1 - 3
Ayat hafalan/Introitus : Markus 6 : 31
Metode : Tanya jawab
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan waktu istirahat
- Menyebutkan manfaat istirahat setelah istirahat

Tanggal, 03 Oktober 2010
Tema : BERSAKSI
Bahan Alkitab : Kis.Rasul 8 : 26 - 27
Ayat hafalan/Introitus : Roma 15 : 4
Metode : Dialog tanya jawab
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan arti bersaksi
- Menjelaskan isi kesaksian dari sida-sida


Tanggal, 10 Oktober 2010
Tema : BERBAGI
Bahan Alkitab : Roma 12 : 15 - 21
Ayat hafalan/Introitus : Roma 12 : 15
Metode : Curah pendapat
Alat Peraga : Gambaro rang bersedih dan orang senang
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan tema
- Mengungkapkan perasaannya ketika temannya berbagi padanya
- Menyatakan tekad untuk mau berbagi melalui puisi


Tanggal, 17 Oktober 2010
Tema : KOMUNIKATIF
Bahan Alkitab : Rut 2 : 1 - 8
Ayat hafalan/Introitus : Amsal 2 : 6
Metode : Demonstrasi
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan ari komunikatif
- Mendaftarkan sikap positif dari komunikatif
- Menyatakan tekad menjadi komunikatif melalui puisi

Tanggal, 24 Oktober 2010
Tema : BELAJAR PADA SEMUT
Bahan Alkitab : Amsal 6 : 6 - 11
Ayat hafalan/Introitus : Amsal 6 : 6
Metode : Cerita + Tanya jawab
Alat Peraga : Gambar orang yang sedang bekerja / melakukan tugas
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan periko[
- Menyebutkan sifat semut yang baik
- Menyatakan alasan pentingnya bekerja
- Menyetakan tekad untuk rajin melalui yel-yel


Tanggal, 31 Oktober 2010
Tema : BOROS DAN AKIBATNYA
Bahan Alkitab : Lukas 15 : 11 - 16
Ayat hafalan/Introitus : Lukas 15 : 13
Metode : Cerita bergambar
Alat Peraga : Uang, orang jajan
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan arti boros
- Menjelaskan akibat boro
- Menyatakan tekad untuk tidak boros melalui slogan

Tanggal, 07 Nopember 2010
Tema : KONFLIK
Bahan Alkitab : 1 Raja-raja 19 : 1 - 8
Ayat hafalan/Introitus : Ayub 5 : 8b
Metode : Cerita dan dialog
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan kata konflik
- Menceritakan kembali kisah Elia
- Memberikan komentarnya tentang Elia

Tanggal, 14 Nopember 2010
Tema : GIGIH
Bahan Alkitab : 2 Korintus 11 : 27 - 30
Ayat hafalan/Introitus : Amsal 13 : 4
Metode : Diskusi
Alat Peraga : Gambar rang yang diwisuda / berhasil dan gambar orang yang menganggur.
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan tema
- Menyebutkan cirri-ciri anak gigih
- Menyatakan tekad untuk menjadi anak yang gigih melalui tulisan indah.


Tanggal, 21 Nopember 2010
Tema : MARI MENABUNG
Bahan Alkitab : Kejadian 41 : 34 - 36
Ayat hafalan/Introitus : Amsal 6 : 8
Metode : Demonstrasi
Alat Peraga : Celengan
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan arti menabung
- Menyebutkan manfaat menabung
- Menyatakan tekad untuk menabung melalui peragaan

Tanggal, 28 Nopember 2010
Tema : SUKA MEMBERI
Bahan Alkitab : 1 Timotius 6 : 7 - 19
Ayat hafalan/Introitus : Lukas 6 : 38a
Metode : Cerita
Alat Peraga : Gambar orang memberi
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan contoh-contoh memberi
- Menyebutkan alasan untuk memberi
- Menyatakan tekad untuk tetap memberi melalui lagu

Tanggal, 05 Desember 2010
Tema : TIDAK TERPENGARUH
Bahan Alkitab : Ulangan 12 : 29 - 32
Ayat hafalan/Introitus : Amsal 1 : 10
Metode : Wawancara
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan arti tema
- Menyebutkan cirri-ciri tidak terpengaruh
- Menjelaskan cara-cara agar tidak terpengaruh
- Menyatakan tekad untuk tidak terpangurh melaui nyanyian

Tanggal, 12 Desember 2010
Tema : MEMILIH YANG BAIK
Bahan Alkitab : Mazmur 37 : 27 - 29
Ayat hafalan/Introitus : 1 Raja-raja 3 : 9a
Metode : Cerita
Alat Peraga : Perbuatan baik dan jahat
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan perbedaan baik dan jahat
- Menyebutkan akibat baik dan jahat
- Menyatakan tekad untuk memilih yang baik melalui nyanyian


Tanggal, 19 Desember 2010
Tema : MEMBANTU ORANGTUA
Bahan Alkitab : Matius 4 : 20 - 22
Ayat hafalan/Introitus : Matius 25 : 21
Metode : Panggung boneka
Alat Peraga : -
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan contoh-contoh membantu orangtua
- Menyatakan tekad untuk membantu orangtua melalui surat atau pesan singkat.

Tanggal, 25 Desember 2010
Tema : BINTANG TERANG
Bahan Alkitab : Matius 2 : 9 - 12
Ayat hafalan/Introitus : Yohanes 8 : 12
Metode : -
Alat Peraga : Gambar bintang-bintang, gambar orang majus yang menunjuk pada bintang.
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menceritakan cara orang majus bertemu dengan bayi Yesus
- Menjelaskan bahwa Yesus adalah terang bagi dunia
- Menyatakan sukacita natal melalui pembuatan hiasan natal berbentuk bintang

Tanggal, 26 Desember 2010
Tema : KASIH NATAL
Bahan Alkitab : Lukas 1 : 30 - 33
Ayat hafalan/Introitus : 1 Yohanes 4 : 9
Metode : Cerita dan penugasan
Alat Peraga : Gambar perbuatan kasih yang ditempel pada kertas berbentuk hati
Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menjelaskan arti tema
- Menjelaskan makna kasih karunia yang diucapkan malaikat Tuhan kepada Maria.
- Mendaftarkan bentuk-bentuk kasih yang dapat dipraktekkan pada hari Natal

GEREJA-GEREJA ANGGOTA PGI


GEREJA-GEREJA ANGGOTA PGI


01. Huria Kristen Batak Protestan ( HKBP )
Pucuk Pimpinan HKBP, Kantor Pusat HKBP, Pearaja Tarutung Sumatera Utara 22413. Tel.(0633) 21707
02. Banua Niha Keriso Protestan (BNKP)
Badan Pekerja Harian BNKP, Jl.Sukarno No.22 Gunung Sitoli-Nias 22813 Tel.21448.
03. Gereja Batak Karo Protestan (GBKP).
Moderamen GBKP, Jl.Kapten Pala Bangun 66, Kabanjahe. 22115 Tel.(0628)20466. Fax.(0628)-20392
04. Gereja Methodist Indonesia (GMI).
Pimpinan Pusat GMI, Jl.Hang Tuah No.8, Medan 20152. Tel.(061)510570 Fax.(061)557118
05. Gereja Kalimantan Evangelis (GKE).
Badan Pekerja Majelis Sinode GKE, Jl.Sudirman 11, Banjarmasin. 70114.
06. Gereja Masehi Injil Sangihe Talaud (GMIST).
Badan Pekerja Sinode GMIST, Tahuna, 95812 Sangihe Talaud Sulawesi Utara.
07. Gereja Masehi Injil Minahasa (GMIM).
Kotak Pos 5, Tomohon.95362 Minahasa. Kawat, Sinode Tomohon. Sulawesi Utara.
08. Gereja Masehi Injil Bolaang Mangondow (GMIBM).
Badan Pekerja Sinode GMIBM, Kotak Pos 4, Kotamobagu, Bolaang Mangondow. Sulawesi Utara.
09. Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST).
Majelis Sinode GKST, Tentena Poso. 94663 Sulawesi Tengah.
10. Gereja Toraja Rantepao (GTR)
Badan Pekerja Sinode GTR, Jl.Jend.A.Yani 45, Rantepao Tan Toraja, 91831 Sulawesi Utara.
11. Gereja Toraja Mamasa (GTM).
Badan pekerja Sinode GTM, Kabupaten Polmas, Mamasa. 91362 - Sulawesi Selatan.
12. Gereja Kristen Sulawesi Selatan (GKSS).
Majelis Sinode GKSS, Jl.Ketilang No.4, P.Box 186, Ujung Pandang. 90125 Sul-Selatan.
13. Gereja Protestan Sulawesi Tenggara (GEPSULTRA). Majelis Sinode GEPSULTRA, Jl.Dr.Ratulangi 121, P.Box 3 Kendari. 93001 Sulawesi-Tenggara.
14. Gereja Masehi Injili Halmahera (GMIH).
Badan Pekerja GMIH, Tabelo Halmahera. Maluku Utara.
15. Gereja Protestan Maluku (GPM)
Badan Pekerja GPM Jl.Mayjen D.I.Panjaitan 2, Ambon. 97124
16. Gereja Kristen Injili di Irian Jaya (GKI IRJA).
Badan Pekerja GKI IRJA Jl.Argapura 21, Box.14 Jayapura - Irja
17. Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).
Majelis Sinode GMIT, Jl.Perintis Kemerdekaan Kotabaru - Kupang NTT.
18. Gereja Kristen Sumba (GKS).
Badan Pekerja Sinode GKS, Jl.R.Suprapto 23, Waingapu 87113 - Sumba NTT
19. Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB).
Majelis Sinode GKPB, Jl.Dr.Sutomo 101 - AA, P.Box.72 Balun. Denpasar - Bali.
20. Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW).
Majelis Agung GKJW, Jl.Shodanchoo Supriyadi 18 Malang 65147 Tel.25846.
21. Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI).
Sekretariat Sinode GKI
D/a.Puri Grand Center Blok B No.38
Jl.Seulawah Raya, Kalimalang Jakarta 13620
Telp./Fax.862.6522
22. Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ).
Pengurus Harian Sinode GITJ Jl.Penjawi 48, Pati.59111 Jawa Tengah.
23. Gereja Kristen Jawa (GKJ).
Deputat Keesaan Sinode GKJ, Jl.Dr.Sumardi 10. Salatiga 50711 - Jawa Tengah.
24. Gereja Kristen Pasundan (GKP)
Badan Pekerja GKP, Jl.Pasirkaliki 121-123 Tel.(022)-614803
25. Gereja Kristus (GK).
Badan Pekerja Harian GK, Jl.K.H.Zainul Arifin 9, Jakarta 10130.
26. Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB).
Majelis Sinode GPIB, Jl.Medan Merdeka Timur 10, Jakarta 10110.
27. Gereja Protestan di Indonesia (GPI)
Badan Pekerja Am GPI, Jl.Merdeka Timur, Jakarta 10110.
28. Gereja Isa Almasih. (GIA).
Majelis Pusat Harian GIA Jl.Pringgading 13, Semarang 50241. Jawa Tengah.
29.Persatuan gereja-gereja Kristen Muria Indonesia (PGKMI). MPH Sinode Muria Indonesia Jl.Sompok Lama 60 Semarang 50249 Tel.(024) 312795.
30. Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).
Pimpinan Pusat GKPS, Jl.Wismar Saragih P.O.Box. 101 Pematangsiantar.21142. Tel.23676, Fax.22626.
31. Gereja Kristen Pemancar Injil (GKPI Tarakan).
Majelis Sinode GKPI, Jl.Gunung Belah 6, P.Box.13 Tarakan 77101, Kalimantan Timur.
32. Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS).
Badan penghubung GBIS Jl.Raya 118, Tromol Pos 4 Asembagus, Situbondo 68373 Jawa Timur.

33. Gereja Pentakosta Pusat Surabaya (GPPS).
Majelis Besar GPPS, Jl.Raya Arjuno 90, Surabaya 60251.
34. Huria Kristen Indonesia (HKI).
Pucuk Pimpinan HKI, Jl.Malanthon Siregar 111, Pematangsiantar 21128 Tel.(0622)-23238. Fax. (0622)-23238
35. Gereja Kristen di Luwuk Banggai (GKLB).
Badan Pekerja Sinode GKLB, Jl.Dr.Sam Ratulangi 225, Luwuk- Sulawesi Tengah.
36. Gereja Kristus Tuhan (GKT).
Badan pengurus GKT, Jl.Argopuro-Malang 65112 Jawa Timur.
37.Gereja Protestan Indonesia di Donggala (GPID).
Majelis Sinode GPID, Jl.Pattimura 5, Palu. 94112 Sulawesi Tengah.
38. Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB).
Majelis Sinode GPKB, Jl.Hos Cokroaminoto 96 Box.96 MT, Jakarta 10310 Tel.3107888.
39. Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo (GPIG).
Badan Pekerja Harian GPIG, Jl.P.Kalengkongan 7 P.O.Box.43-Gorontalo 96101.
40. Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU).
Badan pekerja Harian GKJTU, Jl.Letjen Sukowati 74. Box.105 salatiga 50724 Tel.0298, Fax.21149.
41. Gereja Kristen Kalimantan Barat (GKKB)
Majelis Pusat GKKB, Jl.Gajah Mada 250. Pontianak 78122 Kalimantan Barat.
42. Gereja Gerakan Pentakosta (GGP).
Majelis Pusat GGP, Jl.Waja I/7 Galur-Tanah Tinggi, Jakarta 10640.
43. Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI Siantar)
Pimpinan Pusat GKPI, Jl.Kapten MH.Sitorus 13 P.Siantar 21115. Tel.(0622) 22664
44. Gereja Protestan Indonesia di Buol Tolitoli (GPIBT).
Majelis Sinode GPIBT Jl.Piere Tendean Tolitoli 94511 Sul-Tengah.
45. Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM)
Pimpinan Pusat GKPM, Nemnemleleu - Sumatera Barat.
46. Gereja Kristen Indonesia di Sumatera Utara (GKI Sumut). Bakordep Sinode GKI Sumut, Jl.Gunung Simanuk-manuk 13 Pematangsiantar 21115 Tel. (0622) 23143.
47. Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA)
Pucuk Pimpinan GKPA, Jl.Teuku Umar 102 Padangsidimpuan,22722 Tel.(0634)-21302, 700024. Fax.(0634)-22751. Sumatera Utara. Email: kp_gkpa@yahoo.com; www.gkpa.wordpress.com.
48. Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM).
Pucuk Pimpinan KGPM, Jl.Sea Malalayang Satu P.O.Box.1239, Manado 95012 Sulawesi Utara.
49. Gereja Mission Batak (GMB).
Pucuk Pimpinan gereja GMB Jl. Penyabunagn 1, Medan 20232 Sumatera Utara.
50. Gereja Angowuloa Masehi Indonesia Nias (AMIN).
Kantor Pusat AMIN, Tatehosi Idanoy, Box.9 Gunungsitoli-Nias 22871.
51. Gereja Kristen Anugerah (GKA).
Badan Pengurus GKA, Jl.Kaji 2-A (Blk) P.Box.4681 Jakarta 10130
52. Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL).
Badan Pekerja GPIL Jl.Tandipau (200 m ke atas bukit jati) P.O.Box.113, Palopo 911923 Sulawesi Tengah.
53. Gereja Kebangunan Kalam Allah (GKKA)
Badan pengurus Sinode GKKA, Jl.Raya Tenggelis Mejoyo 87, Tel.031.819866 Fax.031.8490151, Kali Rungkut, Surabaya 60292.
54. Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK).
Jl.Arief Margono 18, P.O.Box.7-A Malang 65117.
55. Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP).
Badan Pekerja Harian ONKP Tugala Lahomi Kec.Sirombu Kab,Nias Sumatera Utara.
56.Gereja-gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS).Badan Pekerja Harian GKSBS, Jl.Yos Sudarso (Polos). P.O.Box.46, Metro 34101, Lampung.
57. Gereja Protestan Kalimantan Barat (GPKB)
Majelis Sinode (GPKB), Jl.Rajawali 57, Pontianak 78112 Tel.(0561)37523 Kalimantan Barat.
58. Gereja Kristen di Timor Timur (GKTT).
Majelis Pekerja Harian GKTT, Jl.Martires de Patria P.O.Box.1186, Dili 88011 Timtim.
59. Gereja Bethel Indonesia (GBI).
Badan Pekerja Harian GBI, Jl.KS.Tubun 253, Petamburan, Jakarta 10260.
60. Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII).
Majelis Sinode GKII, Jl.Dr.Sutomo 2 Curup Bengkulu.
61. Gereja Masehi Injili Indonesia (GEMINDO).
Majelis Sinode GEMINDO, Jl.Gorontalo III, No.17 Jakarta 14330.
62. Gereja Kristen Injili di Indonesia (GEKISIA).
Majelis Sinode GEKISIA, Jl.Sedap Malam No.13 Bengkulu.
63. Gereja Kristen Luther Indonesia (GKLI).
Pucuk Pimpinan GKLI, Sihabonghabong Perlilitan 22456 Tapanuli Utara.
64. Gereja Protestan Persekutuan. (GPP)
Pucuk Pimpinan GPP, Jl.Sempurna Ujung No.229 Kel.Binjai Kec.Medan Denai Tel.(061)-775903, Medan 20228.
65. Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI)
Badan pengurus Sinode GKSI, Jl.R.Rt.001/04 Kep.Pulo Kel,Pinang Ranti Kecamatan Makassar, Jakarta 13560.
66. Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI).
Badan Pekerja Harian GTID, Jl.Bambu Runcing No.30, P.O.Box.1518 Medan 20233.
67. Gereja Kristen Indonesia Sulawesi Selatan (GKI Sulsel). Jl.Samiun 17 (Sulawesi Selatan Ujung Pandang.
68. Gereja Kristen Perjanjian Baru.
Jl.Putat Gede Selatan 2 Surabaya.
69. Gereja Angowuloa Fa’awosa Khoyesu (AFY)
Jl.Diponegoro Gg.Setia No.9-B Gunung Sitoli.
70. Gereja Rehoboth.
Jl.Dewi Sartika 36 Bandung.
71. Gereja Protestan Indonesia di Irian Jaya (GPI-IRJA)
Jl.Jend.A.Yani Kotak Pos 139, Fakfak Irian Jaya Telp.(0956) 22426
72. Gereja Kristen Pakpak Dairi (GKPD)
Jl.Kebaktian No.10 Sidikalang 2221 Telp.0627-21793
73. Gereja Keesaan Injili Indonesia (GEKINDO)
Jl. Raya Bekasi Timur No.9 Jatinegara, Jakarta Timur Telp.8506682
74. Gereja Masehi Protestan Umum (GMPU)
Jl.Ahmad Yani XI No.2 Sario Manado 95114 Telp.0431-61703
75. Gereja Protestan di Sulawesi Selatan (GPSS)
Jl.Kelapa No.61, Mamuju 91511 Kotak Pos 111 Kab.Mamuju Sulsel Telp.0426-21275
76. Gereja Kristen Oikumene (GKO)
77. Gereja Kristen Sahabat Indonesia (Gereja Sahabat)
78. Gereja Utusan Pentakosta di Indonesia (GUPDI)
79. Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan (GPIBK)

Kamis, 05 November 2009

NASKAH PANJAEON HKBP-A


Huria Kristen Batak Protestan
(H.K.B.P)
Diakui sebagai Gereja dengan ketetapan Pemerintah Agung tgl. 11 Juni 1931 No.48 Statsblad 1932 No.360, Pengakuan Ulang Pemerintah Republik Indonesia tgl. 2 April 1968 No.Dd/P/DAK/d/135/68
Kantor Besar H.K.B.P
PEARAJA – TARUTUNG
TAPANULI – SUMATERA
INDONESIA
Tel. No. 7

- NASKAH PANJAEON HKBP ANGKOLA -

Sinode Godang Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang berlangsung pada tanggal 1 s./d 6 Agustus 1976, bertempat di Kampus Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.

MENGINGAT :

1. Keputusan Majelis HKBP menjelang Sinode Godang HKBP tahun 1974 tentang prinsif pemberian Panjaeon kepada anggota – anggota Jemaat HKBP yang berasal dari Angkola.

2. Keputusan Rapat Majelis Pusat HKBP tanggal 29 s./d 31 Oktober 1947 di Parapat tentang Panjaheon HKBP Angkola.

3. Kepususan Rapat Majelis Pusat HKBP tanggal 29 s./d 31 Oktober 1974 di Parapat tentang pembentukan satu TEAM SURVEY Majelis Pusat HKBP mengenai HKBP Angkola telah menyampaikan laporannya kepada Rapat Gabungan Majelis Pusat HKBP tanggal 15 s./d 17 Oktober 1975 di Parapat.

4. Keputusan Rapat Gabungan Majelis Pusat para Preases dan para Direktor Departemen HKBP yang berlangsung di Gereja HKBP Parapat pada tanggal 15 s./d 17 Oktober 1975.

MEMPERHATIKAN
1. Surat Permohonan Badan Pelaksanaan Panjaeon HKBP Angkola kepada Pucuk Pimpinan HKBP tentang Panjaeon HKBP ANGKOLA TANGGAL 29 – 09 – 1975 permohonan mana telah terpenuhi dalam wujud pemberian Panjaeon de fakto oleh Pucuk Pimpinan HKBP pada tanggal 18 Oktober 1975, berdasarkan Keputusan Rapat Majelis Pusat HKBP tanggal, 15 s./d 17 Oktober di Parapat, yang kemudian dalam kebaktian yang diadakan khusus untuk itu pada hari Minggu tanggal 26 Oktober 1975 bertempat di Gereja HKBP Bungabondar, oleh Pucuk Pimpinan HKBP diresmikan menurut tata kebaktian Gerejani.

2. Surat Permohonan Pimpinan HKBP Angkola bersama Pimpinan Umum Badan Pelaksana Panjaeon HKBP Angkola tanggal 29 Juni 1976, tentang Penyerahan Panjaeon de yure HKBP Angkola

MENIMBANG :
1. Bahwa Gereja dewasa ini terpanggil menuaikan tugas panggilannya secara fungsional dalam bidang pelayanan dan kesaksian untuk memberitakan Injil se-efektif mungkin di setiap masyarakat agar Injil itu dapat dikomunikasikan dengan memanfaatkan unsur-unsur kebudayaan tertentu dalam rangka menyelamatkan manusia dan pembangunan masyarakat.

2. Bahwa Gereja yang dikumpulkan oleh Tuhan yang ada diseluruh kedalaman dunia, terpanggil dari waktu ke waktu untuk menguji sampai dimana kesatuan struktur dan organisasinya membantu atau menghambat perluasan Pekabaran Injil, sekalipun kesatuan struktur dan organisasinya itu adalah penampakan KEESAAN GEREJA, namun kesatuan struktur dan organisasi itu adalah juga sebagai alat AGAR DUNIA PERCAYA kepada Kristus (banding Joh 17 : 21 ; Epesus 4 : 3 – 6 ; dan Kisah Rasul 4 : 32).

3. Bahwa oleh sebab itu, bila suatu kelompok orang – orang percaya ingin perlu mempunyai struktur organisasi sendiri demi Pekabaran Injil kesatuan struktur dan organisasi mereka lebih memungkinkan terselenggaranya pelayanan dan kesaksian dalam tujuan panjaeon kelompok masyarakat tersebut, maka hal ini nampak dan tetap terpelihara dalam Pengakuan Iman, Liturgie, Tata Gereja, Siasat Gereja dan Katekhismus dengan Gereja yang memberikan Panjaeon tersebut.

MEMUTUSKAN :
MENETAPKAN
1. Memberikan PANJAEON DE JURE kepada Gereja Huria Kristen Batak Protestan Angkola (HKBP ANGKOLA) berlaku terhitung mulai tanggal 1 Agustus 1976.
2. Untuk pelayanan Firman Allah dan sakramen, HKBP ANGKOLA untuk pertama kalinya diperlengkapi dengan tenaga – tenaga Pendeta yang nama – namanya dalam Naskah Panjaeon da fakto HKBP Angkola yaitu :
1. Pdt. Melanton Pakpahan
2. Pdt. Zending Sohataon Harahap
3. Pdt. Mangara Parsaulian Marpaung STh
4. Pdt. Atur Lamsana Hasibuan
5. Pdt. Jumanga Dongoran
6. Pdt. Agustinus Simanjuntak
7. Pdt. Ginda Pandapotan Harahap STh
8. Pdt. Parasian Mardiha,STh
9. Pdt. Bestari Habonaran Simanjuntak STh


3. Hubungan baik dan kerjasama antar Gereja, antar HKBP dengan HKBPA senantiasa dipelihara sebaik mungkin sepanjang masa dengan mengadakan kerjasama dibidang social. Pekabaran Injil, Pendidikan Theologi (Evanggelis, Guru Huria, Bibelvrow dan Pendeta).
4. Bersamaaan dengan pengakuan PANJAEON DE JURE HKBP ANGKOLA ini, oleh HKBP diserahkan kepada HKBP Angkola sejumlah gedong gereja, Rumah Huria, Tanah Gereja beserta inventaris yang terdapat dalam huria seperti tertera dibawah ini :

1. Huria Sibadoar
2. Huria Padangbujur
3. Huria Padangmatinggi
4. Huria Parausorat
5. Huria Hutaraja
6. Huria Bungabondar
7. Huria Arse
8. Huria Hutapadang
9. Huria Simasom
10. Huria Pargumbangan
11. Huria Marancar
12. Huria Padang Lancat
13. Huria Galanggang
14. Huria Damparan
15. Huria Parurean
16. Huria Siomaoma
17. Huria Silantom Tonga
18. Huria Silantom Jae
19. Huria Padang Hanopan
20. Huria Simaoleole
21. Huria Simanosor Tonga
22. Huria Simanosor Gareja


5. Apabila di jemaat-jemaat/Huria-huria diluar ke-22 Huria tersebut pada point 4 diatas, terdapat jemaat HKBP Angkola, maka gedong Gereja HKBP dan perlengkapan-perlengkapannya yang terdapat disana, dalam rangka pelayanan dan kesaksian Gerejani, dapat dipakai bersama berdasarkan musyawarah dan mufakat di Jemaat/Huria setempat. Dan sebaliknya apabila ke-22 Jemaat/Huria tersebut pada point 4 diatas terdapat jemaat HKBP, maka gedong Gereja HKBP Angkola dan perlengkapannya yang terdapat disana, dalam rangka pelayanan dan kesaksian Gerejani, dapat dipakai bersama berdasarkan musyawarah dan mufakat di Jemaat/Huria setempat.
6. Dalam rangka memelihara dan perkembangan hubungan baik dan kerjasama antara Gereja HKBP dan Gereja HKBP Angkola, maka setiap perkembangan baik yang menyangkut piñata layanan Gerejani maupun yang tergabung dengan organisasi, sepanjang dibutuhkan penyelesaian bersama atas perkembangan tersebut, maka musyawarah dan mufakat adalah forum yang terbaik untuk menyelesaikannya, demi kemuliaan Nama Raja Gereja.

Dengan dan Panjaeon HKBP Anngkola ini kiranya anugerah dan berkat Allah Bapak, Anak dan Roh Kudus dapat dinikmati, dihayati oleh semua orang.

SINODE GODANG HKBP 1976
PUCUK PIMPINAN HKBP

Ephorus Sekretaris Jenderal


(Ds.G.Siahaan) (Prof.DR.F.H.Sianipar)

PIMPINAN HKBP ANGKOLA

Ephorus Sekjend



(Pdt.M.Pakpahan) (Pdt.Z.S.Harahap)


BPP-HKBP Angkola Sekretaris Umum


(St.Baginda Hasibuan) (St.Arif Hasibuan)


Pematangsiantar, 1 Agustus 1976


Disalin sesuai dengan aslinya
Dari naskah Panjaeon HKBP Angkola

ANGKA TAON SIINGOTON DI GKPA

1834 : Ro Pandita Verhuven sian tano Bolanda na markarejo di Pakantan.
1857 : Ro Pandita Van Asselt sian huta Ermelo Holland na markarejo di Parau Sorat.
1858 : Ihut tu si ro ma muse Pandita Dammerbur na markarejo di Huta Imbaru, Pandita Van Dalen di Simapilapil, Pandita Betz di Bungabondar dohot Pandita Koster di Pargarutan. Pandita na lima on i ma na ni tongos ni Gereja Ermelo Holland.
1861 : 2 April, Na parjolo tardidi masuk Kristen di Angkola i ma: Simon Siregar dohot Jakobus Tampubolon, na didihon ni Pdt.Van Asselt di Parausorat.
1861 : 7 Oktober, Rapat ni angka Pandita : Heine, Klammer, Betz dohot Van Asselt di bagas ni Pdt.Van Asselt di Sipirok.
1862 : Pdt.I.L.Nomensen mandidihon Helong Siregar dohot goar tardidina; Samuel Siregar na didihon di Bungabondar.
1864 : 25 Desember, tardidi muse ma : Thomas, Filipus dohot Johannes na nididihon ni Pdt.Klammer di Sipirok.
1865 : 27 Desember, tardidi Jalem Siregar sian Batu Horpak dibaen Goar Markus Siregar na ni didihon Pdt.Betz di Bungabondar.
1868 : 26 Agustus, ro Pdt.P.Chr.Shutz sian tano Jerman na markarejo di Bungabondar.
1868 : Parmulaan ni Sikola Guru di Parausorat Sipirok jana muridna na parjolo 5 halak i ma Si Thomas, Paulus, Markus, Johannes dohot Ephraim. Guruna Dr.A.Schreiber dohot Leopold.
1871 : Pdt.Heinrich Dirks lalu tu Pakantan. Di bulan Maret nipandidihon Raja Pangulu dohot keluar-gana, na gabe Kristen na parjolo di Pakantan.
1879 : Disalin Dr.A.Schrelber Perjanjian Na Imbaru tu hata Angkola.
1880 : Luat Angkola Mandailing ditotopkan gabe sada Ephorus jana Ephorusna i ma
Pdt.Schutz na maringanan di Bungabondar.
1883 : Na parjolo masuk sikola Pandita i ma si Johannes Siregar, Markus Siregar dohot Petrus Nasution.
1885 : Pdt.Markus Siregar ditahbiskon gabe pandita di Lancat, bertugas songon pandita keliling tu Padangbolak dohot sekitarna.
1888 : Ro Pdt.Nikkel na markarejo di Pakantan dohot Pdt.N.Wibe di Muara Sipongi na ni tongos ni Doopgezlnd Zending Vereniging.
1889 : Ro muse Pdt.J.Thiessen, dohot Pdt.Dirks na markarejo di Pakantan dohot Dolok
Siantar, Panyabungan.
1902 : Disalin Pdt Schutz muse Parjanjian na Imbaru tu hata Angkola marsurat Latin.
1936 : Pesta Jubileum si 75 taon di Sipirok.
1940 : 26 Oktober, Rapat na parjolo mangido panjaeon ni Huria Angkola, ingananna di
Bungabondar. Di rapot on dipatupa rang-rangan ni panjaeon i.
1956 : 1 Juli, Ojak Pdt. Z.S.Harahap gabe Pandita di Siberut kepulauan Mentawai.
1961 : Pesta Jubeleum 100 taon di Sipirok.



1968 : 24 Maret, Jongjong Hasadaon Kristen Angkola (HKA) di Medan.
1969 : Jongjong Hasadaon Kristen Tapanuli Selatan (HKTS) di Jakarta.
1970 : Agustus, Ojak Pdt.M.P.Marpaung,STh, gabe Pandita di Medan na khusus gabe Pandita di HKA Medan.
1972 : 21 Maret, Rapot ni angka pangitua ni Parlagutan-parlagutan na adong di Tapanuli Selatan di Sipirok na mambaen pernyataan bersama tu panjaeon.
1973 : Songon parsiapan tu panjaeon i, di bentuk ma sada badan na margoar: Badan Persiapan Panjaeon HKBPA (BPP-HKBPA) di Medan na diketuaan ni St.Baginda Hasibuan.
1974 : 5 Mei, Jongjong Hasadaon Kristen Angkola (HKA) di Padangsidimpuan. Jana Pdt.Z.S. .Harahap gabe Pandita HKA Padangsidimpuan, na nitolopan ni Ephorus Ds.T.S Sihombing.
1974 : 29 Juli, Rapot ni Parhalado ni Pusat HKBP di Pematangsiantar na mamutuskon: Prinsip setuju na mangalehon panjaeon tu HKBPA songon na tu Gareja Kristen Protestan Simalungun (GKPS ).
1974 : 27 - 28 Agustus, Rapot na paduahon di Gareja Sipirok na nihadiri ni 68 halak sian ganop Resort, na niuluhon ni BPP-HKBP Angkola. Di rapot on ma dirang-rangi taringot tu parjong-jong ni HKBPA na giot manjae. Jana rapot on mangido tu Pdt.M.Pakpahan na gabe Ephorus ni HKBP Angkola .
1975 : 18 Pebruari, Pdt.M.Pakpahan ro sian Jakarta. Pertemuan parjolo BPP-HKBP-Angkola di Sipirok.
1975 : 12 Maret, HKBPA jongjong De Facto, dicetuskan di Padangsidimpuan. Sesepuh HKBPA Ompu Parlindungan melantik : Pdt.M.Pakpahan na gabe Ephorus ni HKBPA, Pdt.Z.S.Harahap na gabe Sekjend ni HKBPA.
1975 : 1 April, Pencangkolan pertama pembangunan Gereja HKBPA Padang-sidimpuan oleh Pdt.Z.S Harahap.
1975 : 12 Mei Ojak Pdt.M.Pakpahan sekeluarga di Kampung Tinggi Sipirok na gabe pimpinan HKBPA, laing dison ma dibaen rapot mamilih Majelis Pusat Inti HKBPA
1975 : 30 Mei, Rapot parjolo antara Pucuk Pimpinan dohot BPP-HKBP Angkola di Medan.
1975 : 25 Juli, Rapot di Hutaraja, na niuluhon ni BPP laho mambentuk Panitia Pesta Peresmian Panjaeon HKBP Angkola sipatupaon di Bungabondar.
1975 : 29 Agustus, Rapot segitiga di Medan, i ma utusan na ro sian Bonabulu, Medan dohot Jakarta, laho mempersiapkan Pesta Peresmian HKBPA manjae. Laing di rapot on ma dirangrang Anggaran Dasar/Peraturan Rumah Tangga HKBP Angkola.
1775 : 30 Agustus, Pembentukan Panitia Pelaksana Panjaeon HKBPA na ni ketuaan ni Drs.P.Ritonga.
1975 : 7 September, Pesta mamayakkon Batu Ojahan ni Gareja HKBPA Padang-sidimpuan, na niuluhon ni Pucuk Pimpinan.


1975 : 4 Oktober, Rapot di Sipirok na niuluhon ni BPP-HKBPA mempersiapkan Bonabulu di panjagiton ni HKBPA.
1975 : 19 Oktober, Rapat parpudi di Hutaraja na niuluhon ni BPP-HKBPA, anso sude anggota panitia bergerak ma tu Bungabondar mangkarejohon na hasaya tu Pesta Peresmian i.
1975 : 26 Oktober, PESTA PERESMIAN PANJAEON HKBPA De FACTO DI BUNGABONDAR, na di pasahat ni Pucuk Pimpinan HKBP. Penanda tanganan NASKAH PANJAEON HKBPA na ditanda tanganan ni Ephorus HKBP Ds.GHM. Siahaan, Sekjend HKBP, Pdt.Dr.FH.Sianipar dohot Pimpinan ni HKBPA. Wakil Ephorus Pdt.M.Pakpahan, Pdt.Z.S,Harahap, sian BPP-HKBPA : St.Baginda Hasibuan (Ketua Umum) dohot St.Arief Hasibuan (Sekretaris Umum).
1975 : 27 Oktober, Synode Am I HKBPA di Bungabondar.
1975 : 2 Nopember, Parmingguon parjolo HKBPA di Sipirok masuk jam 14.00.
1975 : 16 Nopember, Pdt.M.P.Marpaung,STh diojakhon Pucuk Pimpinan gabe Pandita HKBPA Resort Padangsidimpuan.
1975 : 25 Nopember, Musyawarah antara Pucuk Pimpinan dohot HKBP na niadopan ni Muspida Kabupaten Tapanuli Selatan di Komando Resimen (Komres) 0210 Medan dohot haputusan : HKBPA diizinkon mamake Gereja HKBP di Tapanuli Selatan sesuai tu keputusan Naskah Panjaeon No.6 dohot 7.
1975 : 26, Nopember Pdt.A.Simanjuntak diojakkon Pucuk Pimpinan gabe Pandita HKBPA Resort Bungabondar na maringanan di Bungabondar.
1975 : 30 Nopember, Pdt.B.H.Simanjuntak,STh diojakhon Pucuk Pimpinan gabe Pandita HKBPA Resort Sumatra Timur, maringanan di Medan.
1975 : 14 Desember, Pdt.P.Mardiha,STh diojakhon Pucuk Pimpinan gabe Pandita HKBPA di Resort Sipirok, maringanan di Sipirok.
1976 : 18 Januari, Pesta Peresmian HKBPA, sa Angkola Julu di Simasom.
1976 : 8 Pebruari, mamungka jongjong HKBPA di Jakarta.
1976 : 22 Pebruari, Pesta Peresmian HKBPA Resort Batangtoru. Laing dison ma diojakhon Pucuk Pimpinan Pdt.G.P.Harahap,STh gabe Pandita HKBPA Resort Batangtoru maringanan di Batangtoru.
1976 : 25 – 26 Pebruari, rapat Pandita na parjolo di HKBPA inganan na di Sipirok.
1976 : 29 Pebruari, Peresmian HKBPA Simangumban Resort Sipirok.
1976 : 27 Maret, Penggabungan Gereja Mennonite Mandailing tu HKBPA.
1976 : 25 April, Rapat Majelis Pusat Inti HKBPA na parjolo di Medan.
1976 : 25 April Pamasumasuon tohonan Pandita Pdt.B.Matondang,STh di HKBPA Medan Timur. Pamasumasuon tohonan Pandita na parjolo dung jongjong HKBPA.
1976 : 7 Juli, Festival Koor Naposobulung HKBPA di Sipirok. On ma festival na parjolo di sude Naposobulung dung manjae.
1976 : 18 Juli, Pesta Peresmian HKBPA Resort Simanosor di Simangambat, laing dison ma diojakhon Pucuk Pimpinan Pdt.J.Dongoran gabe Pandita Resort Simanosor maringanan di Simangambat.
1976 : 1 - 6 Agustus, PANJAGITON DE JURE HKBP ANGKOLA DI SYNODE GODANG HKBP DI PEMATANG SIANTAR .
1976 : 29 Agustus, Pesta peresmian HKBPA Resort Silantom. Sekaligus mangojak-kon Pdt.Y.P.Lubis gabe Pandita HKBPA Resort Silantom maringanan di Silantom Tonga.
1976 : 12 - 14 Oktober, seminar penterjemahan Perjanjian na Imbaru tu hata Angkola di Padangsidimpuan na sian Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).
1976 : 29 Oktober Rapat Pandita na parjolo dung DEJURE di Padangsidimpuan.
1976 : 30 Oktober, Festival Koor Naposobulung, Ina dohot Ama na parjolo dung DE JURE inganan na di Padangsidimpuan.
1976 : 31 Oktober s/d 1 Nopember, Synode Am II (na parjolo dung DEJURE) inganan na di Padangsidimpuan.
1976 : 7 Nopember, Pdt.W.Pospos,STh diojakkon Pucuk Pimpinan gabe Pandita HKBPA Resort Jakarta.
1976 : HKBP Angkola resmi dijagit gabe anggota VEM.
1976 : 14 Nopember, Pesta Peresmian Resort Jakarta.
1977 : 20 Maret, Peresmian HKBPA Mandala Resort Sumatera Timur.
1977 : 19 April, Mamayakkon Batu Ojahan ni Gereja HKBPA di Medan Kota di Jln. Cangkir, Medan.
1977 : 19 Mei, HKBPA resmi dijagit gabe anggota Dewan Gereja Indonesia ke-49 di rapot pleno BPL DGI di Denpasar Bali tgl 15 - 23 Mei. Na manjagit i ma Ephorus HKBPA Pdt.M.Pakpahan.
1977 : 13 Juli, HKBPA resmi dijagit gabe anggota ni Lutheran World Federation (LWF) di rapot LWF di Dar Es Salam.
1977: Juli, Synode Am III HKBPA di Sipirok.
1977 : 11 Agustus, HKBPA resmi dijagit gabe anggota ni Dewan Gereja Indonesia Wilayah Sumatera Utara & Aceh, i ma di sidang DWG Sumatera Utara & Aceh tgl 8 -12 Agustus 1977 di Kabanjahe.
1977 : Oktober HKBPA resmi gabe Partner ni LCA Australia.
1977 : 30 Oktober, Pesta Olop-olop HKBPA sekaligus pesta Pangompoion Gereja HKBPA Parausorat. Kehe ma hita mangaligi gambar ni 7 halak Pandita na dung markarejo di Parausorat, Sipirok na gantung sannari di Gareja i.
1978 : 9 Januari, Pembukaan ni Sekolah Pendidikan Guru Agama Atas Kristen (PGAAK) HKBPA Sipirok, bahat ni muridna 95 halak, halaklahi dohot dadaboru.
1978 : 4 April, Ojak Pdt.David Baker dohot inanta i, sebagai tenaga bantuan sian Overseas Missionary Fellowship (OMF) tu HKBPA na mangajar di PGAAK Sipirok dohot marjamita tu angka Parlagutan.
1978 : 14 Mei, Pamasu-masuon Tohonan Pandita HKBPA di Padangsidimpuan i ma : Pdt.S.P.Marpaung,STh, Pdt.G.N.Lubis,BTh, Pdt.R.Simanungkalit,BTh, Pdt.M.Nasution dohot Pdt.B. Pasaribu, BTh.
1978 : 2 Juli, pesta peresmian ni Resort na imbaru di HKBPA di Gareja Hurase, huhut mangojakkon Pdt.A.Simanjuntak sebagai Pandita Resort Batang Angkola.
1978 : Juli, Synode Am (Kerja) IV di Padangsidimpuan.
1979 : 3 Juni, Pamasu-masuon Tohonan Pandita Pdt.L.Gultom,SmTh di Gareja Sipirok.
1980 : 13 Januari, Pamasu-masuan Tohonan Guru Parlagutan Gr.L. Simaremare.
1980 : 11 Mei, Pamasumasuon Tohonan Pandita Pdt.K.Manurung,BTh & Pdt.R.R. Bernstein di Gereja Parausorat. Pdt.R.R.Bernstein i ma bantuan tenaga sian OMF.
1980 : 24 Mei, peresmian ni Poliklinik di HKBPA na margoar Karya Kasih Agung di Muara Sipongi.
1980 : 29 Juni, pesta Jubeleum 100 taon ha Kristenan di Mandalasena Padangbolak
1980 : 6 Juli, pesta Jubeleum ha-Kristenon di Simanosor Gareja.
1981 : 20 Januari, dimulai kerjasama dohot GKPS marhite Pdt.K. Simanjorang,STh. Pandita ni GKPS na markarejo di HKBPA.
1981 : 4 Mei, ujian penghabisan PGAAK/ HKBPA Sipirok na parjolo, pengikut ujian 52 halak, jana lulus ujian Negara 44 halak hurang lobi 85%.
1981 : 7 Juni, Mamayakhon Batu Ojahan HKBPA Mandala Resort Sumatera Timur.
1981 : 22 - 25 Oktober, Synode Am (Periode) V di Sipirok. Tarpili gabe Ephorus Pdt.Z.S.Harahap jana Sekjend Pdt.W. Pospos, STh.M.Min.
1982 : 10 Mei jongjong GPA na marsirang sian HKBPA.
1982 : 30 Mei pamasu-masuon Tohonan Guru Parlagutan di Gareja HKBPA Lorong Karto Medan, i ma Gr.Yuntro Pinus Siregar na gabe Guru Parlagutan di HKBPA Padangsidimpuan dohot Gr.Pardamean Sitompul na gabe Guru Parlagutan di HKBPA Sipirok.
1982 : 6 Juni, Pamasumasuon Tohonan Guru Parlagutan Gr.Halomoan Nainggolan di Gareja HKBPA Depok Jakarta na gabe Guru Parlagutan di HKBPA Depok.
1982 : 10 Oktober, pesta Mamayakkon Batu Ojahan/ Pangompoion Gareja HKBPA Medan Timur.
1982 : 17 Oktober, Pamasumasuon Tohonan Pandita Pdt.S.Napitupulu, di HKBPA Jakarta.
1982 : 24 Oktober, Pesta Pangompoion Gereja HKBPA Depok Resort Jakarta.
1983 : 19 Juni, Pesta Mamayakhon Batu Ojahan Gereja HKBPA Pematangsiantar dohot Peresmian HKBPA Resort Pematangsiantar.
1983: Juli, Synode Am (Kerja) VI di Padangsidimpuan.
1983 : 4 September, Peresmian HKBPA Silangge Resort Sipirok.
1983 : Oktober, resmi hubungan HKBPA dohot Distrik Braunfels Jerman.
1983 : 13 Nopember, pamasu-masuon Tohonan Pandita Pdt.S.P.Marpaung, SmTh di HKBPA Padangsidimpuan.
1983 : 4 Desember, peresmian HKBPA Muara Tolang Resort Bungabondar.
1984 : 26 Pebruari, Peresmian dohot Mamanyakkon Batu Ojahan HKBPA Aek Parira, Batangtoru.
1984 : 10 Juni, pesta Pangompoion Gereja HKBPA Pematangsiantar.
1984 : 8 Juli, Peresmian HKBPA Batu Godang Resort Batangtoru.
1984 : 5 Agustus, Pesta Mamayakkon Batu Ojahan HKBPA Simangambat Resort Simanosor.
1984 : 10 Agustus Peresmian SMP Berkat HKBP - Angkola, Kampung Baru Panyabungan.
1984 : Agustus, Panjagiton Guru Parlagutan sian HKBP tu HKBPA Gr.Pembangunan Silitonga di Sipirok.
1984 : 9 September, Peresmian HKBPA Aek Bingke Dame/Peletakan Batu Pertama.
1984 : 7 Oktober, Pesta Pangompoion Gereja HKBPA Medan Barat dohot Sopo Godang.
1984 : 14 Oktober, Mamayakkon Batu Ojahan Gereja HKBPA Tindoan Laut Resort Batangtoru.
1985 : 21 April, Pesta Pangompoion Gereja HKBPA Mompang Resort P.Sidimpuan.
1985 : 30 Juni, Peresmian HKBPA Silantom Tonga Resort Silantom.
1985 : 7 Juli, Pesta Pangompoion Gereja HKBPA Simangambat Resort Simanosor
1985 : 4 Agustus, Pesta Mamayakkon Batu Ojahan dohot Pesta Pangompoion Gereja HKBPA Jakarta Jln. Penjemihan.
1985 : 8 September, Pesta Mamayakkon Batu Ojahan ni Gereja HKBPA Sipagimbar Resort Simanosor.
1985 : 26 - 27 Oktober, Pesta Olop-olop 10 tahun HKBPA di Sipirok. Pamasumasuon Tohonan Pandita Pdt.P.Silaban, Pdt.A.Sibarani, Pdt.T. Gultom, Pdt.B. Simanjuntak.
1986 : 2 Maret, Mamayakkon Batu Ojahan HKBPA Simangumban Resort Sipirok.
1986 : 9 Maret, Mamayakkon Batu Ojahan dohot Pangompoion Gereja HKBPA Pekanbaru.
1986 : 2 - 6 Juli, Synode Am (Periode) VII di Medan. Tarpili gabe Ephorus : Pdt.G.P.Harahap,MST, Sekjend: Pdt.B.Matondang,STh untuk periode 1986 - 1991.
1986 : 19 Oktober, Peresmian HKBPA Humbang 1 Aek Bingke.
1987 : 26 Januari, Perpindahan Kantor Pusat HKBPA sian Sipirok tu Padangsidimpuan.
1987 : 9 Agustus, Pamasumasuon Tohonan Pandita Pdt.P.H.Harahap,BTh di Simangambat.
1987 : 11 Oktober, Pesta Mamayakkon Batu Ojahan & Pangompoion Gereja HKBPA Palembang.
1987 : 29 Desember, Pesta Pangompoion Gereja HKBPA Labuhan Rasoki Resort Padangsidimpuan.
1988 : 28 Pebruari, Mamayakkon Batu Ojahan HKBPA Gunung Hasahatan Resort Sipirok
1988 : 1 Mei, Pamasu-masuon Tohonan Pandita Pdt.Johny Hutagalung,BTh, Pdt.Togur br.Harahap, BTh rap dohot Tohonan Guru Parlagutan Gr.Samsul Hutabarat di Padang-sidimpuan.
1988 : 1 Juli, partukaran goar ni HKBPA gabe GKPA di Synode Am (kerja) VIII di Padangsidimpuan.
1988 : 2 Juli HKBPA dohot GPA menyatakan marsada di bagasan wadah GKPA .
1988 : 2 - 3 Juli, pesta peresmian Kantor Pusat, Pusat Pembinaan GKPA.
1988 : 3 Juli, diresmihon Kantor Pusat, Pusat Pembinaan GKPA, goar GKPA hasadaon antara HKBPA dohot GPA.
1988 : 24 Juli, peresmian GKPA Resort Medan Timur.
1988 : 31 Juli, Marminggu parjolo di na mamasuki gedung Gereja GKPA Sipirok.
1988 : 7 Agustus, Peresmian GKPA Resort Aek Bingke.
1988 : 14 Agustus, pamasu-masuon Tohonan Bibelvrow Rosanna br Pasaribu di Sipirok.
1988 : 4 September, Peresmian GKPA Resort Tanotombangan.
1988 : 25 September, Peresmian GKPA Resort Torsimincak.
1989 : 5 Pebruari pamasu-masuon Tohonan Pandita Pdt.Andi Jehezkiel di GKPA Medan Barat.
1989 : 9 April, peresmian Parlagutan GKPA Janji Angkola Resort Sipirok.
1989 : 14 Mei, Peresmian Parlagutan GKPA Batusatail Lombang Resort Sipirok.
1989 : 14 Mei, Peresmian GKPA Sigambal Resort Sumatera Timur.
1989 : 21 Mei, Pesta Pangompoion Gereja GKPA Tinjoman Resort Padangsidimpuan..
1989 : 4 Juni, Pesta Pangompoion Gereja GKPA Muara Sipongi Resort Mandailing.
1989 : 18 Juni, Peresmian GKPA Resort Pahae di Simangunban.
1989 : 25 Juni, Pesta Mamayakkon Batu Ojahan GKPA Sungepining Resort Simanosor.
1989 : 2 Juli, peresmian Parlagutan GKPA Napompar Resort Bunga Bondar.
1989 : 2 Juli, peresmian Parlagutan GKPA Kemayoran Jakarta Resort Jakarta.
1989 : 9 Juli, Pesta Pangompoion Gereja GKPA Sijungkit Resort Batang Angkola.
1989 : 20 Agustus, peresmian Parlagutan GKPA Sipiongot Ressort Padangsidimpuan.
1989 : 3 September, peresmian Parlagutan GKPA Muara Sitiotio Ressort Silantom.
1989 : 17 September, pesta Pangompoion Gereja GKPA Marancar Resort Batangtoru.
1989 : 24 September, peresmian GKPA Resort Labuhan Batu di Aek Nabara.
1989 : 1 Oktober, peresmian Parlagutan GKPA Aek Garut Resort Aek Bingke.
1989 : 8 Oktober, pesta Mamayakkon Batu Ojahan Gereja GKPA Sipirok.
1989 : 15 Oktober, peresmian Parlagutan GKPA Bandar Lampung Resort Jakarta.
1989 : 19 Nopember, peresmian GKPA Resort Sumatera Bagian Selatan (Sumbag-sel) di Palembang, pamasu-masuan Tohonan Guru Parlagutan Gr. Riston Hutabarat di GKPA Palembang.
1990 : 18 Januari, resmi hubungan ni GKPA dohot Distrik Westfalia, Jerman.
1990 : 19 Januari, resmi hubungan GKPA dohot Distrik Bad Zalsuflen Gereja Lippe Jerman.
1990 : 11 Maret, pamasu-masuon Tohonan Pandita Pdt.David Hutagalung, Pdt. Mangatas P.Aritonang, Pdt.Dasawarsanto Bukit, Pdt.Enni br.Pohan, Pdt.Hera br.Regar dohot Tohonan Guru Parlagutan : Gr.Jonson Sibarani, Parjamita Ina : Asmaria br Marpaung, Roulina br Regar, dohot Naomi br Hasibuan di Bunga Bondar.
1990 : 5 Juni, GKPA dijagit gabe anggota CCA - Dewan Gereja Asia - di Manila Pilippina.
1990 : 8 Juli, Pesta Pangompoion Gereja GKPA Sungepining Resort Simanosor.
1990 : 29 Juli, Mamayakkon Batu Ojahan GKPA Batu Satail Lombang Resort Sipirok.
1990 : 19 Agustus, Mamayakkon Batu Ojahan GKPA Bulumario Resort Sipirok.
1990 : 11 Nopember, pamasu-masuon Tohonan Pandita Pdt.Palar Hasibuan, Pdt.Togar Simatupang dohot Pdt.Abraham Hutasoit di GKPA Simangumban.
1991 : 7 Pebruari, GKPA dijagit jadi anggota WCC-Dewan Gereja se Dunia-di Sidang Raya Canberra.
1991 : 10 Maret, Peresmian GKPA Kulim Resort Pekanbaru.
1991 : 24 Maret, Peresmian GKPA Resort Padangsidimpuan Barat.
1991 : 7 April, Peresmian GKPA Simpang Baru Resort Pekanbaru.
1991 : 21 April, pesta Pangompoion Gereja GKPA Perbaungan Ressort Medan Timur.
1991 : 12 Mei, peresmian GKPA Resort Jakarta II.
1991 : 23 Juni, pesta Pangompoion GKPA Sipirok.
1991 : 27-30 Juni, Synode Am (Periode) IX GKPA di Kantor Pusat Padangsidimpuan. Pelantikan Ephorus Pdt.G.P.Harahap,MST dohot Sekjend Pdt.B.Matondang,STh periode 1991 - 1996 di Padangsidimpuan.
1991 : 21 Juli, Pesta Pangompoion Gereja GKPA Nasaret. Napompar Resort Bungabondar.
1991 : 11 Agustus, peresmian GKPA Resort Padangbolak.
1991 : 18 Agustus pamasu-masuon Tohonan Pandita Pdt.L.Pasaribu,STh, Pdt.J. Situmeang, Pdt.J.Sitompul dohot Tohonan Guru Parlagutan: Gr.Parningotan Lubis, Gr.Pardamean Siregar, Tohonan Parjamita Ina : Laminar br Simangunsong, Nisma br Pasaribu di Bungabondar.
1991 : 22 September, peresmian GKPA Pangkalan Berandan Resort Medan Barat.
1992 : 25 Januari, pamasu-masuon Tohonan Pandita : Pdt.D.R.P. Hutabarat,STh. Pdt.B. Nainggolan,STh di GKPA P.Sidimpuan.
1992 : 8 Maret, Peresmian Parlagutan GKPA Binjei Resort Medan Barat.
1992 : 28 Juni, Pangompoion Gereja GKPA Hurase Resort Tor Simincak.
1992 : 28 Juni, pangompoion Gereja GKPA Batu Satail Lombang Resort Sipirok.
1992 : 5 Juli, pangompoion Gereja GKPA Padang Matinggi Resort Sipirok.
1992 : 30 Agustus, Peresmian Parlagutan GKPA Garonggang Resort Padang-sidimpuan Timur.
1992 : 6 September, Peresmian Parlagutan GKPA Dumai Resort Pekan Baru.
1992 : 20 September, Mamayakkon Batu Ojahan GKPA Batusatail Dolok Resort Sipirok.
1992 : 11 Oktober, Peresmian Parlagutan GKPA Singkam Resort Batangtoru.
1992 : 8 Nopember, Peresmian Parlagutan GKPA Transpir Resort Padangsidimpuan Timur.
1992 : 4 Pebruari, peresmian GKPA Rantau Prapat Resort Labuhan Batu.
1993 : 14 Maret, Pangompoion Gereja GKPA Limapuluh Resort Pematang Siantar
1993 : 21 Maret, pamasu-masuon Tohonan Pandita di GKPA Bungabondar. Pdt.Adolv B.Marpaung, Pdt.Elias Pohan, Pdt.Nursini br.Hombing, Pdt.Christian Siregar.
1993 : 9 Mei, peresmian GKPA Pangaloan Res. Pahae.
1993 : 9 Juni, peresmian Guest House di Ujung Batu Sosa.
1993 : 4 Juli, Pangompoion Gereja GKPA Janji Mauli Resort Sipirok.
1993 : 7 - 11 Juli, Synode Am (Kerja) X GKPA di Kantor Pusat Padangsidimpuan.
1993 : 18 Juli, pamasu-masuon Tohonan Pandita di GKPA Padangsidimpuan Pdt.Yuntro P.Siregar, STh, Pdt.Resti br Munthe,STh, dohot Pdt.Saud Abed-nego Sigalingging, STh.
1993 : 22 Agustus, Pangompoion Gereja GKPA Arse Resort Bungabondar.
1993 : 5 September, Pangompoion Gereja GKPA Simasom Ressort Padang-sidimpuan Barat.
1993 : 19 September, peresmian GKPA Rantau Panjang Resort Aek Bingke.
1993 : 23 September, peresmian Gedung BPKM Silantom.
1993 : 26 September, peresmian GKPA Resort Ujung Batu Sosa.
1994 : 24 April, peresmian GKPA Besitang Resort Pangkalan Berandan.
1994 : 5 Juni, peresmian GKPA Lancat Resort Bungabondar.
1994 : 19 Juni, Pangompoion Gereja GKPA Sipiongot Resort Padangsidimpuan Timur.
1994 : 3 Juni, Mamayakkon Batu Ojahan dohot Pangompoion GKPA Tolang Resort Padang Bolak.
1994 : 7 Agustus, Pangompoion Gereja GKPA Padangbujur Resort Sipirok.
1994 : 14 Agustus, Mamayakkon Batu Ojahan dohot Pangompoion Gereja GKPA Hutapadang Resort Bungabondar
1994 : 21 Agustus, Mamayakkon Batu Ojahan dohot Pangompoion Gereja GKPA Simaninggir Resort Simanosor.
1994 : 2 Oktober, peresmian GKPA Resort Pangkalan Berandan.
1994 : 9 Oktober, peresmian GKPA Kampung Sipirok Resort Labuhan Batu .
1995 : 5 Maret, peresmian GKPA Nauli Huta Lombang Resort P.Sidimpuan Timur.
1995 : 12 Maret, peresmian Distrik III, Distrik Persiapan Sumatera Timur di GKPA Medan Barat. Pamasu-masuon Tohonan Pandita : Pdt.Benny Siregar,STh, Pdt.Damaris Nasution,BTh, dohot Pdt.Josep Matondang, STh di GKPA Medan Barat.
1995 : 19 Maret, peresmian Distrik I, Distrik Persiapan Angkola Mandailing di GKPA P.Sidimpuan Timur.
1995 : 26 Maret, peresmian Distrik II, Distrik Persiapan Sipirok Dolok Hole di Sipirok.
1995 : 2 April, peresmian Distrik IV. Distrik Persiapan Jawa-Sumbagsel di GKPA Jln.Penjernihan Jakarta.
1995 : 16 April, peresmian Parlagutan Balam I.
1995 : 7 Mei, Mamayakkon Batu Ojahan dohot Pangompoion Gereja GKPA Sadabuan Huta Imbaru Resort P.Sidimpuan Barat.
1995 : 25 Juni, Mamayakkon Batu Ojahan dohot Pangompoion Gereja GKPA Hasadaon Sipotangari.
1995 : 6 Agustus, Pangompoion Gereja GKPA Diski Resort Medan Barat.
1995 : 20 Agustus, Pangompoion Gereja GKPA Bulumario Resort Sipirok.
1995 : 28 - 29 Oktober, PESTA OLOP-OLOP 20 TAON GKPA di Padangsidimpuan.
1996 : 25 Pebruari, pamasu-masuon Tohonan Pandita Pdt.Rouli br.Aritonang,STh, Pdt.Nora Rahmawati br Simanjuntak,STh, rap dohot Tohonan Bibelvrow : Tinanda br Limbong, dohot Tiurida br Regar di GKPA Syalom Aek Kahombu Resort Tano Tombangan.
1996 : 5 Mei, Mamayakkon Batu Ojahan GKPA Batangtoru Resort Batangtoru.
1996 : 19 Mei, Peresmian GKPA Resort Dumai.
1996 : 19 Mei,Peresmian GKPA Duri Resort Dumai.
1996 : 9 Juni, Peresmian GKPA Balam II Resort Dumai.
1996 : 30 Juni, Mamayakkon Batu Ojahan GKPA Sibadoar Resort Sipirok.
1996 : 1 - 7 Juli, Synode Am ke-XI (Peiode) GKPA di Padangsidimpuan Synode Periode Pamulditon Pucuk Pimpinan, Praeses dohot Anggota Majelis Pusat periode 1996 - 2001. 7 Juli pelantikan Pucuk Pimpinan : Ephorus Pdt.B.Matodang,STh, Sekjend : Pdt.K.Manurung,MTh, Praeses: Pdt.P.Matondang,STh, Pdt.G.N. Marpaung-Lubis,BTh, Pdt.S.P. Marpaung, SmTh dohot Pdt.P.Silaban,STh. Jana laing di hatiha Synode on ma diresmihon Distrik I-IV di GKPA.
1996 : 20 Oktober, pesta Mamayakkon Batu Ojahan dohot Pangompoion Gereja GKPA Tapus Godang Resort Padang Bolak.
1997 : 4 Mei, peresmian GKPA Tebing Tinggi Resort Pematang Siantar.
1997 : 3 Agustus, pamasumasuon Tohonan Pandita Pdt.Bintang br Lubis, STh, dohot Tohonan Guru Parlagutan : Gr.Tumbur Harahap, Gr.Todung Ritonga dohot Gr.Maruli Sinaga di GKPA Jln.Teuku Umar P.Sidimpuan.
1997 : 5 Oktober, Peresmian GKPA Muara Bungo Resort Sumbagsel.
1998 : 5 April, Peresmian GKPA Immanuel Simangumban Jae di Sipetang Resort Pahae.
1998 : 19 April, Pamasumasuon Tohonan Pandita : Pdt.Ramos BB.Simanjuntak,STh dohot Pdt.Ruminta br Pohan,STh jana Tohonan Guru Parlagutan Gr.Parsaulian Pane di GKPA Jln.Teuku Umar Padangidimpuan.
1998 : 7 Juni, Peresmian GKPA Resort Marancar.
1998: Juli, Synode Am (Kerja) XII di Kantor Pusat GKPA Padangsidimpuan.
1998 : 4 Oktober, Pamasumasuon Tohonan Pandita Pdt.J.Hasiholan Pakpahan,STh di GKPA Sipirok.
1999 : 11 April, Peresmian GKPA Aliaga V Resort Sosa
1999 : 25 Juli, Peresmian GKPA Singkam Resort Batangtoru.
1999 : 8 Agustus,Peresmian GKPA Simalingkar Resort Medan Barat
1999 : 10 Oktober, Pamasumasuon Tohonan Pandita, Pdt.Irwan Siregar,STh dohot Pdt.Ramli S.N. Harahap,STh di GKPA Depok.
1999 : 14 Nopember, Peresmian GKPA Parsaoran Nauli Aek Kanopan Resort Labuhan Batu.
2000 : 9 April, Peresmian GKPA Unit II Transpir Resort Sosa.
2000 : 14 Mei, Mamayakhon Batu Ojahan dohot Pangompoion Gereja GKPA Tebing Tinggi Resort Pematang Siantar.
2000 : 11 Juni, Pangompoion Gereja GKPA Mandala Resort Medan Timur
2000 : 16 Juli, Pangompoion Gereja GKPA Aek Nabara Resort Labuhan Batu dohot Sopo Godang Agape di Aek Nabara.
2000 : 6 Agustus, Pangompoion Gereja GKPA Helvetia Resort Medan Barat.
2000 : 13 Agustus, Peresmian Parlagutan GKPA Bandung Resort Jakarta I
2000 : 28 - 29 Oktober, Pesta Olop-olop/Pesta Perak 25 Taon GKPA dohot Peresmian Museum Angkola di Silangge Sipirok.
2000 : 29 Oktober, Pangompoion Gereja GKPA Silangge Resort Sipirok.
2000 : 10 Desember, Peresmian GKPA POUK Tapian Nadenggan Resort Labuhan Batu.
2001 : 4 Maret, Pamasu-masuon Tohonan Pandita Pdt.Guswin P.Simbolon, STh dohot Pandita Datuk P.Siagian,STh di GKPA Palembang.
2001 : 10 Maret, Pangompoian Gedung SLTP Berkat di Huta Tinggi Aek Bingke.
2001 : 6 Mei Pangompoian GKPA Binjai Resort Medan Barat.
2001 : 13 Mei, Mamayakkon Batu Ojahan dohot Pangompoion GKPA Pangkalan Berandan Resort Pangkalan Berandan.
2001 : 3 Juni, Peresmian GKPA Bekasi Res. Jakarta II.
2001 : 2 - 8 Juli, Synode Am XIII (Periode) GKPA di Padangsidimpuan. Synode Periode Pamulditon Pucuk Pimpinan, Praeses Dohot Anggota Majelis Pusat GKPA Periode 2001-2006 Ephorus : Pdt.B.Matondang,STh, SekJend : Pdt.S.P.Marpaung,MSi. Praeses : Pdt.A.L.Hutasoit,MA, Pdt.AHJ.Sibarani,STh Pdt.P.Silaban,STh dohot Pdt.Ramli Hutapea,STh
2002 : 17 Maret Manjagit Tohonan Hapanditaon Pdt.CH.Siregar,STh, Pdt.P.Lubis,STh, Pdt.A.Pakpahan,STh, Pdt.R.Siregar,STh & Tohonan Guru Parlagutan Gr.L.Aritonang di GKPA Pangkalan Brandan.
2002 : 14 April, Peresmian GKPA Trans. Unit V Resort Sosa
2002 : 22 Juni, Pembukaan SMK Abdi Masyarakat Tanotombangan.
2002 : 14 Juli, Peresmian GKPA Sibolga Resort Batangtoru
2002 : 3 Nopember, Manjagit Tohonan Pandita Pdt.Halomoan Nainggolan,STh, Pdt.Darwin Butarbutar,STh, Pdt.Daniel Siregar,STh, Pdt.Arnold Siregar, STh, Pdt.Krisman Tambunan,STh di GKPA Jl.Teuku Umar Padangsidimpuan.
2002: 1 Desember, Pamasumasuon Tohonan Pandita, Pdt.Pardamean Siregar,STh di GKPA Medan Barat.
2003 : 30 Maret, Peresmian Parlagutan GKPA Ebenezer
2003 : 11 Mei, Peresmian Resort Persiapan Batam.
2003 : 8 Juni, Pangompoion & Mamayakkon Batu Ojahan GKPA Pirlok I Resort
Pangkalan Berandan
2003 : 12 Juli, Mamayakkon Batu Ojahan dohot Pangompoion GKPA Hutaraja Resort Sipirok
2003 : 19 Juli, Peresmian Parlagutan GKPA Janji Maria Resort Batangtoru.
2003 : 8-12 Juli, Synode Am (Kerja) XIV GKPA di Kantor Pusat GKPA Padangsidimpuan.
2003 : 14 September, Pangompoion GKPA Simanosor Gareja Resort Simanosor.
2004 : 29 Pebruari, Pamasumasuon Tohonan Bibelvrow Suryani Siregar di
Bungabondar
2004 : 9 Mei, Peresmian Resort Batam.
2004 : 5 September, Peresmian GKPA Pasar Sempurna Resort Marancar.
2004 : Oktober, Pamasumasuon Tohonan Bibelvrow Fatmawati br.Sihotang, Adelina br.Rambe di GKPA Pematangsiantar.
2005 : 20 Pebruari, Pamasumasuon Tohonan Pandita Laminar br Simangunsong,STh di Padangsidimpuan.
2005 : 10 April, Peresmian GKPA Jatimurni Resort Jakarta I.
2005 : 08 Mei, Peresmian GKPA Eben Ezer dan Pers. Resort Payung Sekaki di
Pekanbaru.
2005 : 12 Juni, Peresmian GKPA Aek Bayur Resort Padangsidimpuan Timur.
2005 : 03 Juli, Pangompoion GKPA Galanggang Resort Simanosor.
2005 : 10 Juli, Pangompoion GKPA Mandalasena dohot Jubeleum 125 Taon
Hakristenon di Mandalasena Resort Padang Bolak.
2005 : 10 Juli, marujung ngolu Pdt. Hieronimus Bonar Parulian Matondang,STh (Ephorus GKPA) harani parmaraan (kecelakaan) hatiha mulak sian Mandalasena.
2005 : 14 Juli, Penetapan Pdt.S.P.Marpaung,MSi gabe Ephorus GKPA, patoruskon Periode 2001-2006.
2005 : 22 Oktober penetapan Pdt.A.L.Hutasoit,MA gabe Sekjend GKPA patoruskon
periode 2001-2006 di hatiha Rapot Majelis Pusat GKPA di Jakarta.
2005 : 23 Oktober, Pesta Olop-olop 30 Taon GKPA di GKPA Penjernihan Resort Jakarta I.
2006 : 1 – 2 Juli, Pesta Pangompoion GKPA Damparan Resort Simanosor.
2006 : 2 Juli, Pamasumasuon Tohonan Pandita Marganti Panggabean,STh, Ardianto
Sinaga,STh di GKPA Damparan Resort Simanosor
2006 : 11 - 16 Juli, Synode Am XV GKPA di Padangsidimpuan. Synode Periode
Pamulditon Pucuk Pimpinan, Praeses Dohot Anggota Majelis Pusat GKPA
Periode 2006-2011 Ephorus : Pdt.A.L.Hutasoit,MA, SekJend :
Pdt.P.H.Harahap,STh
Praeses terpilih Periode 2006-2011, Pdt.Y.P.Siregar,STh,
Pdt.T.S.Simatupang,MTh, Pdt.L.Pasaribu,STh, Pdt.D.BG.Hutagalung,SmTh.
2007 : 6 Mei, Pangompoion GKPA Bekasi Resort Jakarta II
2007 : 1 Juli, Pangompoion GKPA Batusatail Dolok Resort Marancar.
2007 : 21 Oktober, Pesta Pangompoion GKPA Pakantan
2008 : 11 Mei, Pamasumasuon Tohonan Pandita di GKPA Hutaraja : Pdt.Rosanna Pasaribu,STh, Pdt.Himpun Batubara,STh, Pdt.Herwen Jona Marpaung,STh dohot Pdt.Harapan Nainggolan,MMin,MTh (Non Struktural)
2008 : 6 Juli, Pangompoion GKPA Sipagimbar Res.Padang Bolak
2008 : 20 Juli, Peresmian Resort Hutaraja
2008 : 27 Juli, Peresmian Parlagutan Bandar Khalifah Res.Medan Timur
2009 : Pebruari, Pamasumasuon Pandita Tumpal H.Lubis,STh; Pdt.Ronny Sinaga,STh; Pdt.Tiari Br.Panjaitan,BTh di GKPA Pulopakkat Resort Persiapan Pulopakkat.
2009 : 11-12 Juli Jubileum 175 Taon Hakaristenon di Luat Pakantan
2009 : 15-19 Juli, Synode Am (Kerja) XVI di Kantor Pusat GKPA
2009 : 1-2 Agustus Pangompoion GKPA Batangtoru
2009 : 25 Oktober Peresmian Resort Khusus Padangsidimpuan Timur.
2009 :

Rabu, 04 November 2009

Renungan: ”KRISTUS PENGANTARA (SYAFAAT) KITA”


”KRISTUS PENGANTARA (SYAFAAT) KITA” (Ibrani 7 : 23 - 28)

1. Bahan sermon kali ini adalah merupakan lanjutan dari bahan-bahan sermon sebelumnya. Jika kita perhatikan Almanak GKPA, memang dalam bulan Okotber 2006 ini kita difokuskan membahas tentang Kitab Ibrani. Memang harus kita akui bahwa kitab Ibrani ini ditulis bagi orang Kristen Yahudi yang sedang mengalami penganiayaan dan keputuasaan. Jika kita bandingkan dengan situasi kita saat ini, hal ini sangat “serupa” tapi “tidak sama”. Kita mengalami penganiayaan di beberapa tempat misalnya penembakan Pdt.Irianto Konkoli,STh (Sekjed GKST) ketika sedang belanja di Poso, penutupan beberapa Gereja di daerah Bekasi-Tanggerang dengan memakai “Peraturan Dua Mentri No.9 dan 8 tahun 2006”. Masyarakat yang juga termasuk di dalamnya warga Kristen mengalami “keputusasaan” karena situasi alam dan ekonomi yang tidak mendukung. Misalnya kasus “asap” akibat pembalakan hutan di Sumatera dan Kalimantan, kasus “lumpur panas” PT.Lapindo Brantas di Sidoarjo, musim “kemarau” yang berkepanjangan hingga saat ini. Namun yang jelas bahwa kitab Ibrani ditulis untuk meneguhkan iman para umat Kristen melalui: (1) untuk tetap mempertahankan pengakuan kita terhadap Kristus hingga pada kesudahannya, (2) untuk maju terus menuju kedewasaan rohani dan (3) untuk tidak kembali kepada kehidupan di bawah hukuman dengan cara menerima dan mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.
2. Ay.23-24 Untuk membahas kedua ayat ini kita harus melihat keutuhan ayat ini yang dimulai dari ay.20-25. Dikatakan dalam penjelasannya bahwa ke-Imam-an menurut peraturan Melkisedek adalah “harus disumpah” sedangkan untuk imamat yang biasa tidak. Misalnya dalam Mzm.110:4, “TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek." Gagasan bahwa Allah mengangkat sumpah adalah gagasan yang mengherankan. Mengapa? Sebenarnya sumpah hanya diperuntukkan bagi manusia saja. Manusia sering kata-katanya tidak bisa dipercaya sehingga dibutuhkanlah sumpah untuk membuktikan kebenaran perkataannya. Perkataan Allah selalu benar, maka Allah tidak perlu bersumpah. Jadi jika Allah sampai menetapkan suatu pernyataan sumpah, maka pernyataan itu sungguh luar biasa pentingnya. Mengapa penting? Karena imamat biasa dapat mati dan lenyap, sedangkan keimamatan Yesus Kristus tidak dapat lenyap, karena Allah telah bersumpah bahwa imamatNya akan berlangsung untuk selama-lamanya.
3. Kemudian Yesus disebut sebagai jaminan Perjanjian Baru (Yunani: (egguos) = jaminan). Seorang egguos adalah yang memberikan kepastian atau jaminan jika meminjam uang ke bank dan atau juga orang yang bersedia menjadi jaminan bagi orang yang sedang ditahan. Seorang egguos adalah sesorang yang menjamin bahwa sesuatu pasti dapat dilakukan dengan sungguh dan hormat. Artinya jika kita ragu akan pertolongan Tuhan kepada kita maka jaminan yang pasti adalah Yesus sendiri yang akan sungguh-sungguh dan hormat melakukan itu kepada kita. Jangat takut dan ragu akan pemenuhan janji Tuhan itu JaminanNya sudah ada di antara kita yaitu Yesus Kristus.
4. Keimaman Yesus itu tidak untuk sementara saja namun untuk selama-lamanya dan tidak akan beralih kepada orang lain. Kata tidak beralih (Yunani: - aparabatos) adalah istilah hukum, yang artinya tidak dapat diganggu gugat. Kata itu menerangkan sesuatu yang menjadi milik orang tertentu dan yang tidak dapat dialihkan ke orang lain. Dengan demikian jelaslah bahwa keimaman Yesus itu tidak akan pernah beralih kepada siapa pun namun Yesus tetap untuk selama-lamanya (Yun: paramenein) Dari perkataan ini dapat disimpulkan bahwa hanya di dalam diri Yesus-lah satu-satunya jalan menuju Allah (bd.Yoh.14:6), dan Yesus akan tetap melayani manusia sampai selama-lamanya.
5. Ay.25 HIDUP SENANTIASA UNTUK MENJADI PENGANTARA (SYAFAAT). Kristus tinggal di sorga di hadapan Allah Bapa (8:1), memohon syafaat bagi setiap pengikutNya sesuai dengan kehendak Bapa (bd.Rm.8:33-34; 1Tim.2:5; 1Yoh.2:1). Kata syafaat artinya perantaraan (pertolongan) untuk menyampaikan permohonan kepada Allah. Melalui pelayanan syafaat Kristus, kita mengalami kasih dan kehadiran Allah serta memperoleh kemurahan dan kasih karunia untuk menolong kita dalam segala macam keperluan (4:16), godaan (Lk.22:32), kelemahan (4:15; 5:2), dosa (1Yoh.1:9; 2:1) dan pencobaan (Rm.8:31-39). Doa Yesus sebagai Imam Besar bagi umatNya (Yoh.17) dan keinginanNya untuk mencurahkan Roh Kudus atas semua orang percaya (Kis.2:33), membantu kita untuk memahami apa yang terkadung dalam pelayanan syafaat Kristus. Melalui doa syafaat Kristus, setiap orang yang datang kepada Allah dapat menerima kasih karunia untuk diselamatkan dengan sempurna. Doa syafaat Kristus selaku Imam Besar kita sangat penting untuk keselamatan kita. Tanpa doa syafaat itu dan tanpa kasih karuniaNya, maka kemurahan dan pertolonganNya yang disalurkan kepada kita melalui doa syafaat tersebut, kita akan jauh dari Allah, menjadi hamba dosa dan Iblis kembali sehingga mendatangkan hukuman kekal yang patut diterima. Satu-satunya harapan kita adalah datang kepada Allah oleh Kristus dengan iman (1Ptr.1:5). Perhatikanlah bahwa Kristus tidak tetap menjadi pembela dan pengantara bagi mereka yang menolak untuk mengaku dan meninggalkan dosa serta meninggalkan persekutuan dengan Allah (bd.1Yoh.1:5-7,9; 3:10). PerantaraanNya untuk “menyelamatkan dengan sempurna” hanya berlaku bagi “semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah” (bd.4:16). Tidak ada keselamatan dan jaminan bagi mereka yang dengan sengaja berdosa dan menolak untuk mencari Allah (10:21-31; baca Amos 5:6a). Karena Kristus satu-satunya pengantara dan Jurusyafaat kita di sorga, setiap usaha untuk memandang malaikat atau orang-orang kudus yang sudah meninggal sebagai pengantara dan memanjatkan dosa kepada Bapa melalui mereka adalah sia-sia dan tidak Alkitabiah (bd. Kol.1:2; 2:18).
6. Ay. 26-28 IMAM BESAR YANG KITA PERLUKAN. Penulis Ibrani seterusnya menjelaskan tentang Yesus sebagai Imam Besar dengan beberapa karakter seperti:
• Yesus adalah suci (hosion). Kata ini selalu melukiskan seseorang yang dengan penuh kesetiaan melakukan kewajibannya di hadapan Allah. Dia tidak munafik yang hanya baik di depan mata namun di belakang menjadi jahat. Hosios mengandung kebaikan yang paling besar, yaitu kebaikan yang murni dalam pandangan Allah. (Dipadao do sifat hurang denggan isarana: muda patampak rap juguk, tapi muda dung marsipudian manghatai dongan).
• Yesus tidak pernah salah (akakos). Akakos artinya bersih dari kejahatan sehingga tinggal hanya yang baik saja. Kata ini melukiskan seseorang dan pengaruhnya terhadap sesamanya. Seseorang dikatakan akakos karena ia sudah begitu dibersihkan sehingga kehadirannya bagaikan bahan pembersih (tapi bukan sejenis deterjen), dan hatinya hanya da cinta yang penuh kasih dari Tuhan.
• Yesus tanpa noda (Amiantos). Amiantos melukiskan seseorang yang sama sekali bebas dari noda-noda yang menghalang-halanginya untuk datang dekat kepada Allah.
• Yesus adalah yang terpisah dari orang-orang berdosa. Ungkapan ini tidak berarti bahwa Yesus bukan manusia nyata. Ia berbeda dari orang-orang berdosa sebab, meskipun Ia menghayati semua pencobaan, Ia dapat menaklukkannya dan muncul tanpa dosa. Perbedaan antara Dia dengan manusia lain bukannya karena Ia bukan manusia sepenuhnya, tetapi karena Ia adalah manusia dengan segala keutamaan dan kebaikannya.
• Yesus lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga. Dengan ungkapan ini penulis surat Ibrani berpikir tentang pemuliaan Yesus. Jika ungkapan no.4 di atas menitik-berartkan kesempurnaan kemanusiaanNya, maka ungkapan ini menitik-beratkan kesempurnaan ke-AllahanNya.
7. Selanjutnya penulis Ibrani memperkenalkan segi lain menjelaskan bahwa imamat Yesus lebih unggul daripada imamat Lewi. Imam-imam besar lain bisanya mempersembahkan korban untuk dosa-dosanya sendiri, karena ia adalah juga manusia yang penuh dosa. Hal ini dikaitkan pada Hari Penebusan atau Hari Pendamaian, dimana pada hari itu Imam Besar melaksanakan tugasnya paling utama. Hari itu adalah satu-satunya hari dalam setahun dimana Imam Besar secara pribadi melakukan persembahan korban. Acara pertama adalah persembahan korban untuk dosa-dosa Imam Besar itu sendiri. Persembahan korban yang paling besar dalam imamat Lewi mulai dengan persembahan korban bagi dosa-dosa Imam Besar itu sendiri. Tetapi justru persembahan korban yang demikian itu yang tidak pernah diperlukan Yesus, karena Ia tidak berdosa. Imam Besar menurut imamat Lewi adalah orang berdosa mempersembahkan korba-korban hewan bagi manusia yang berdosa. Sedangkan Yesus adalah Putra Allah, tanpa dosa, dan mempersembahkan diriNya sendiri untuk dosa semua manusia. Yang menentukan seseorang menjadi Imam Besar menurut imamat Lewi adalah hukum; sebaliknya yang memberikan jabatan imam kepada Yesus adalah sumpah Allah.

KESIMPULAN:
1. Penetapan bahwa Yesus Kristus sebagai Imam Besar melalui “sumpah” Allah menjadikan Yesus sebagai jaminan bagi setiap orang percaya bahwa Allah akan menepati janjiNya kepada umat percaya. Jaminan ini tidak akan beralih kepada siapa pun sehingga jalan satu-satunya menuju Allah ialah hanya Yesus sendiri.
2. Yesus adalah satu-satunya Jurusyafaat manusia kepada Allah bukan para orang-orang kudus.
3. Imam Besar yang kita perlukan bukan Imam Besar yang mempersembahkan korban hewan yang hanya menghapuskan dosa-dosa Imam Besar itu saja melainkan Imam Besar yang kita perlukan ialah Yesus yang mengorbankan diriNya yang sekalipun dia tidak berdoa agar seluruh umat manusia memperoleh keampunan dosa.

Ramli SN Harahap

Bacaan Minggu 29 November 2009: Wahyu 22 : 16 - 20

Epistel Minggu 29 November 2009 Wahyu 22 : 16 - 20
Minggu Advent I

“MENGAPA SALAH ARAH ?”


1. Pendahuluan
Ada orang bijak mengatakan, “Untuk mengetahui nilai satu tahun, tanyakanlah seorang siswa yang gagal dalam ujian kenaikannya; Untuk mengetahui nilai satu bulan, tanyakanlah seorang ibu yang melahirkan bayi premature; Untuk mengetahui nilai satu minggu, tanyakan seorang editor majalah mingguan; Untuk mengetahui nilai satu hari, tanyakan seorang buruh harian yang punya enam anak untuk diberi makan; Untuk mengetahui nilai satu jam, tanyakanlah seorang kekasih yang sedang menantikan untuk bertemu; Untuk mengetahui nilai satu menit, tanyakanlah seorang yang ketinggalan kereta; Untuk mengetahui nilai satu detik, tanyakanlah seorang yang selamat dari kecelakaan; Untuk mengetahui nilai satu milidetik, tanyakanlah seorang yang memenangkan medali di olimpiade. Menarik sekali, persoalan demi persoalan dan pergumulan demi pergumulan setiap orang memiliki nilai yang berbeda sesuai dengan waktu dan kesempatan yang ada buat kita di dunia ini. Sejauh mana kita merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita, apakah dia ada dan tahu setiap pergumulan yang telah kita lalui, untuk menunjukkan arah perjalanan hidup kita?
Hubungan dan pengenalan kita akan Tuhan di zaman yang semakin canggih seperti sekarang ini patut dipertanyakan. Teknologi telah menjadi pilihan utama umat manusia salah satunya karena dengan sekejap mata dapat mempengaruhi masyarakat dunia di manapun berada. Informasi dengan mudah menyebar ke seluruh dunia tanpa ada yang bisa mengontrolnya. Siapa saja yang mempunyai akses dan menguasai teknologi komunikasi mutakhir di manapun ia berada, ia dapat dengan mudah dan leluasa berinteraksi dengan dunia. Lahirlah zaman yang menghadirkan keadaan yang serba “kontradiksi,” di mana kita hidup di zaman yang maju tetapi di lain tempat lain banyak yang masih mundur, di satu tempat kaya tetapi di tempat lain miskin. Pada satu pihak persaingan; pada pihak lain ketergantungan; Pada satu pihak rasionalisme (IPTEK), materialisme (bisnis), objektivisme (profesionalisme), pada pihak lain religiositas yang diwarnai unsur-unsur emosi dan spritualitas yang amat tinggi; kontradiksi antara pada satu pihak, mencair dan melenyapnya, batas-batas pemisah antara manusia yang lama, namun pada pihak lain muncul sentimen-sentimen primordialisme, kesadaran identitas yang sempit, fanatisme yang ekstrem.

2. Isi
Firman Tuhan yang baru kita baca bersama dari kitab Wahyu melihat jelas persoalan kita saat ini. Nama kitab ini “Wahyu” dalam bahasa Yunani disebut apokalupsis artinya: penyingkapan. Dalam bentuk kata kerja dipakai kata apukaluptoo artinya: membuka, menyatakan, menyingkapkan sesuatu yang tadinya tersembunyi sehingga menjadi nampak. Apokaliptik adalah suatu gerakan yang mulai ada terutama sesudah masa pembuangan Israel. Alam pemikiran apokaliptik semakin berkembang sekitar abad II SM pada masa Antiokhius IV sampai abad II M. Penulis memperkenalkan diri sebagai Yohanes (1:1,4; 22:8). Jemaat yang disapa dalam kitab ini diancam dari dua sisi, yaitu dari dalam dan dari luar. Ancaman dari dalam adalah orang-orang Yahudi yang bukan Kristen. Mereka melakukan hasutan untuk melawan orang Kristen (2:9; 3:9). Ada juga bidat-bidat yang bermunculan dalam jemaat untuk menyebarkan ajaran sesat. Ancaman dari luar berupa penganiayaan, bagi siapa yang tidak menyembah kaisar dan patungnya akan dikucilkan bahkan dibunuh (13:16-17:5). Semuanya itu didalangi oleh naga artinya setan (12:13). Dalam menghadapi situasi demikian Firman Tuhan menasehati mereka agar tetap tabah dalam menghadapi penderitaan itu. Sebab penderitaan itu hanya sebentar saja. Pada waktunya Yesus akan datang kembali dan membinaskan Babel dan setan itu dan Ia akan membaharui bumi ini serta memerintah sebagai Raja. Dan orang-orang kudus selamanya bersama Tuhan di sorga. Wahyu 22 adalah salah satu bagian utama dalam kitab Wahyu setelah di pasal sebelumnya ada penghakiman (4-18), lalu disusul dengan pertempuran melawan musuh-musuh Kristen dan berakhir dengan kejatuhan Babel (12-18). Kemudian muncul kemenangan terakhir (19:1-22:5). Dan ditutup dengan perikop khotbah kita saat ini, dengan perintah untuk memberitakan apa yang telah dilihat karena akhir zaman sudah dekat (22:10,22).
Perikop kita sungguh menarik, karena kita bisa melihat sebuah sebutan yang baru terhadap Tuhan Yesus. Di situ Tuhan Yesus disebut bintang pagi. Di situ tertulis, “Aku Yesus... adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang gemilang” (Wahyu 22:16). Dalam terjemahan Alkitab Kabar Baik tertulis,”... Aku ini keturanan Daud, Akulah bintang pagi yang terang itu.” Memang terjemahan yang lebih tepat adalah bintang pagi, sebab dalam Alkitab Yunani ditulis ho aster ho lampros ho prooinos , yang berarti bintang pagi yang cemerlang. Di ayat ini seorang Nabi yang bernama Yohanes menyebut Tuhan Yesus sebagai bintang pagi. Firman Tuhan ingin menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan Yesus adalah bintang yang dinubuatkan oleh Bilem ketika ia bertutur,”… aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat: bintang terbit dari Yakub (Bil. 24:17). Sebagaimana bintang pagi merupakan tanda kedatangan fajar atau hari yang baru, demikian Tuhan Yesus adalah pembawa hari keselamatan atau pembawa tanda kedatangan zaman baru, yaitu zaman keselamatan. Selain itu juga penekanan kekuasaan Tuhan Yesus.
Sebutan Tuhan Yesus sebagai bintang pagi memang menarik, sebagaimana para nelayan di tengah laut membutuhkan pedoman pedoman untuk mengetahui arah, demikian juga kita membutuhkan pedoman untuk mengetahui arah jalan hidup kita pada setiap hari yang baru. Lalu di sini kita meneima kepastian bahwa Tuhan Yesus tampil sebagai pedoman arah, supaya kita mengetahui arah yang benar, yaitu apa yang harus kita pikirkan dan kita perbuat pada hari ini. Tuhan Yesus adalah bintang pagi yang menjadi pedoman arah perilaku kita pada setiap hari yang baru. Bisa kita bayangkan apa jadinya kita berlayar di laut lepas tanpa pedoman arah. Kita akan tersesat. Itulah juga yang dapat terjadi jika kita bangun pagi lalu langsung berlayar di hari kerja yang baru tanpa terlebih dahulu mencari tahu mana arah yang betul. Tetapi untunglah tiap pagi Tuhan Yesus menyediakan diriNyasebagai penunjuk arah.

3. Refleksi & Kesimpulan
Bintang Timur sebagai penunjuk arah, artinya Allah lebih penting dari pada agama seperti kasih lebih penting dari pada iman (1Kor. 13:13). Rasa sinis dan kekecewaan dan yang dihadapi oleh banyak orang di mana-mana membuat zaman ini semakin kacau, baik di bidang sosial, moral, pemikiran maupun spritualitas karena telah kehilangan arah. Di zaman globalisasi saat ini ditandai dengan proses keterhubungan (interconnectedness) seluruh pelosok bola bumi pada tingkat keluasan (extensity), kecepatan (velocity), kekuatan (intensity), dan dampak (impact) yang luar biasa yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, dengan penguasaan pasar yang dilakukan lewat media teknologi. Menggunakan teknologi komunikasi mutakhir negara-negara maju dengan mudah melakukan transaksi perdagangan menembus batas-batas negara dalam waktu sangat cepat dan singkat. Sehingga krisis ekonomi yang kita alami seperti saat ini berdampak bagi seluruh negara.
“Apa yang sebenarnya kita cintai dan kasihi dalam hidup ini? Firman Tuhan hari ini menyapa kita untuk menemukan arah dalam hidup kita untuk mengenal dan merasakan sumber kasih yang kita rasakan itu. Siapa yang mengasihi, lahir dari Allah. Kasih Allah adalah tentang bagaimana, bukan apa. Kasih bukanlah sebuah makna untuk memberi defenisi, tetapi sesuatu untuk dilakukan, sesuatu untuk dibuat. Kasih Allah tidak dijelaskan dalam sebuah dalil tetapi kesaksian, dimainkan dan ditampilkan. Hidup manusia bukanlah serupa dengan batu di ruang hampa, dalam arti senantiasa sama sejak awal ampai akhir, melainkan menyejarah dengan kata lain dalam perkembangan hidup manusia pada umumnya tidak disediakan jalan pintas. Apabila orang dengan paksa mau mengusahakan jalan pintas (entah bidang pengetahuan atau perasaan dan sebagaianya), biasanya akan merusak keseimbangan pribadi dan malah dapat menghancurkan si pribadi sendiri. Dengan kata lain panggilan hidup manusia menuntut sepenuhnya tanggung jawab dari setiap pribadi.
Kenapa kita percaya Tuhan? Karena Allah mendunia, memanusia merangkum seluruh dunia dalam pelukannya, melintasi batas dunia, menembus batas-batas budaya, seluruh umat manusia diterima Allah siapa saja, dimana saja, dia melampaui batas-batas aliran dan denominasi, menghancukan ekslisivisme. Dia adalah hadiah bagi semua orang. Dia mempertaruhkan segala sesuatu termasuk diriNya untuk menawarkan dan mewujudkan kesukaan bagi dunia. Dia menyatakan solidaritasnya yang penuh terhadap penderitaan manusia. Dia mengosngkan dirinya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dia tidak menyembunyikan fakta walaupun manusia menolaknya Dia menerima manusia dan melepaskan manusia dari topeng-topeng kepalsuan yang hanya terpikat pada sesuatu yang besar, tinggi dan banyak. Pada hal jutru disitulah manusia banyak tertipu. Dia mengajak kita untuk mencintai yang kecil, lemah, dan sederhana. Mengajak kita untuk menukik sampai ke inti.
Latihlah kebiasaanmu. Kebiasaanmu akan menjadikanmu sukses atau hancur. Sebab “Apa yang kamu dapatkan adalah apa yang kamu lihat”. Mula-mula kita yang membentuk kebisaan kita lama kelamaan kebisaan kitalah yang membentuk kita. Taburkanlah suatu pikiran, maka kamu akan menuai perbuatan; taburkanlah suatu perbuatan maka kamu akan menuai kebiasaan; Taburkanlah suatu kebiasaan, maka kamu akan menuai karakter; Taburkanlah suatu karakter maka kamu akan menuai takdir. Lihat dan kenalilah Bintang Timur penunjuk arah. Amen Tuhan Berkati.



C.Pdt.Maruasas.SP.Nainggolan S.Si (Teol)

Bacaan Minggu 22 November 2009: Wahyu 7 : 9 - 17

Epistel Minggu 22 November 2009 Wahyu 7 : 9 - 17
Minggu Akhir Tahun Gereja


“BERJUBAH PUTIH”
“ Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih didalam darah Anak Domba” (14)


Menjelang akhir tahun ini kepada kita disuguhkan suatu pemandangan surgawi yang menakjubkan. Suatu hamparan padepokan surgawi di mana sejumlah besar orang tak terhitung banyaknya. Mereka berdiri di hadapan takhta dan dihadapan Anak Domba. Memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem. Mereka tak henti-hentinya berseru mengagungkan nama Tuhan secara serentak; “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas tahta dan bagi Anak Domba”. Malaikat-malaikat, tua-tua dan empat makhluk tersungkur di hadapan tahta sambil berkata: “Amin! Puji-pujian dan kemuliaan dan hikmat dan syukur dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya. Amin!”
Keajaiban, keelokan dan keindahan yang menakjubkan luar biasa itu membuka mata kita bahwa Tuhan betul-betul menempatkan Yesus Kristus Sang Anak Domba Allah sebagai pemegang tongkat kekuasaan baik di bumi maupun di surga. Lebih nyata lagi ketika seorang dari tua-tua itu bertanya kepada Yohanes, penerima wahyu itu, “Siapakah yang memakai jubah putih itu?” Tua-tua itu sendiri yang menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba”
Gambaran itu memberi pengharapan besar kepada kita, bahwa kita orang-orang yang percaya kepada Sang Anak Domba Allah, Yesus Kristus, kelak kita akan dapat ikut berdiri di sana dan ikut berseru memuji-muji nama Tuhan. Syarat untuk ikut berdiri di sana adalah mencuci jubah kita dengan darah Anak Domba. Jubah kita yang sekarang kita pakai adalah jubah yang fana. Menurut ajaran Rasul Paulus dalam 2 Korintus 5:1dyb tubuh kita merupakan kemah yang sewaktu-waktu dapat dibongkar oleh Tuhan dan Tuhan telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal yang tidak dibuat oleh tangan manusia. Kata “kemah” tidak beda maknanya dengan “jubah” , yakni tubuh kita ini. Kelak bila kita mati, maka tubuh kita ini akan diganti dengan tubuh yang baru yang tidak akan pernah usang lagi dan tidak akan rusak untuk untuk selama-lamanya. Tuhan Yesus telah mencuci jubah itu dengan darah-Nya, sehingga kita sudah menjadi suci dan kita akan dikumpulkan bersama-sama dengan orang-orang yang telah mendahului kita.
Mereka semua yang telah memakai jubah putih tinggal bersama Anak Domba, artinya mereka telah menerima hidup kekal. Mereka telah diberi kemuliaan kekal oleh Tuhan. Mereka tidak ada lagi keluh kesah, tidak ada lagi kertak gigi, tidak ada lagi kesusahan, yang ada hanyalah sukacita dan suara nyaring memuji-muji nama Tuhan. Sedangkan kita yang masih berada di dunia ini adalah orang-orang yang masih berada di dalam kesulitan dan kesusahan besar dan sementara sedang menantikan hari kemuliaan yang dijanjikan Tuhan.
Di dunia ini manusia menderita kesulitan dan kesusahan adalah disebabkan oleh karena dosa. Dosa itu ada karena kejahatan dan kedurhakaan kita kepada Tuhan. Atas ulah manusia sendiri maka datanglah malapetaka yang menghukum kita sendiri. Datanglah banjir, tanah longsor dan kecelakaan menjadi musibah bagi manusia. Ditambah pula dengan berbagai bencana alam; gempa bumi, tsunami dan angin putting- beliung semua mengancam kehidupan manusia. Sampailah Manusia pada kematian. Beruntunglah bila kematian itu kita ada dalam Tuhan Yesus, tetapi bila tidak kita pasti akan mati kekal.
Bila kita mengakui ke-Tuhan-an Yesus dan kita menjadi salah satu anggota Gereja yang mengakui ke-Tuhan-an Yesus, maka kita akan selalu diingatkan untuk mendengar Firman Tuhan. Gereja senantiasa memperdengarkan Firman Tuhan, agar anggota-anggotanya selalu mengarahkan hidup mereka kepada hidup-hidup yang kekal. Firman Tuhan berbunyi, “Alam maut tidak menguasai kamu. Kepadamu akan kuberikan Kunci Surga” (Mat. 16:18-19).
Selama 70 tahun bangsa Israel dalam pembuangan, para nabi selalu mengingatkan mereka agar mereka setia beribadah dan berkurban syukur kepada Tuhan. Memang dari antara mereka ada yang meninggalkan Tuhan, tetapi masih banyak orang yang setia. Oleh karenanya ketika bangsa itu akan memasuki kembali tanah perjanjian, mereka dipimpin oleh Yosua untuk mempersembahkan kurban bagi Tuhan. Tuhan sendiri mengatur proses memasuki tanah perjanjian itu. Yosua atas nama Tuhan memimpin perjalanan bangsa itu, bahkan memimpin mereka berperang melawan suku-suku bangsa yang posturnya tinggi-besar; orang-orang Kanaan, Hewi, Het, Gergasi dan Yebus. Atas perintah Yosua, strategi perang yang diaturnya sebagai berikut: barisan paling depan adalah kelompok Peti Perjanjian yang diusung oleh orang-orang Lewi. Disusul oleh 12 orang utusan masing-masing satu orang dari tiap suku Israel. Selanjutnya para prajurit dan paling belakang keluarga termasuk anak-anak. Hasilnya luar biasa hebat. Bangsa Israel memasuki negeri perjanjian dengan kemenangan besar (Yos. 3:1-17). Bagaimana mungkin bangsa Israel, bangsa yang kecil jumlahnya dapat memenangkan peperangan itu? Ya, karena bangsa Israel mengakui ke-Tuhan-an yang benar, sehingga mereka mempunyai kekuatan yang besar. Sebab perang itu bukanlah perang manusiawi, melainkan perang ilahi. Kuasa Allah adalah kuncinya yang disebut juga kunci surgawi. Tuhanlah sebagai pemegang kunci itu.
Berbicara tentang kunci, ada suatu cerita nyata tentang seorang pemegang kunci. Pada akhir tahun banyak orang pulang mudik. Ada satu keluarga pulang ke kampung halaman di Medan, Sumatera Utara. Bapak sebagai kepala rumah tangga keluar terakhir dari rumah sebab harus mengunci pintu, jendela dan gerbang. Berangkatlah mereka ke Medan Setelah liburan habis mereka pulang kembali ke Jakarta. Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, bapak minta duluan sebab harus pergi ke kantornya. Di depan kantor telah berderet karyawan yang akan masuk, satpam belum mengizinkan masuk sebab bapak belum datang, begitu bapak datang, para karyawan langsung diizinkan masuk. Tak lama kemudian, bapak menerima telepon dari isterinya bahwa keluarga tidak dapat masuk rumah karena kunci dibawa bapak. Bapak sebagai pemegang kunci buru-buru pulang membukakan gerbang dan pintu rumah.
Dari cerita tadi tergambar betapa pentingnya pemegang kunci. Apalagi pemegang kunci Kerajaan Surga. Tuhan Yesus sebagai pemegang kunci Kerajaan Surga mempunyai kuasa untuk mengizinkan atau menolak orang masuk ke dalam tempat kudus itu. Tuhan Yesus sendiri pernah memberikan perumpamaan tentang penolakan terhadap orang-orang yang tidak setia. Ada orang yang bertanya kepadanya, “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Maka jawab Yesus kepadanya, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha masuk tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri diluar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata, “Tuan, bukakanlah kami pintu dan ia akan menjawab dan berkata kepadamu: “Aku tidak tahu dari mana kamu datang” Maka kamu akan berkata: “kami telah makan dan minum dihadapanmu dan engkau telah mengajar dijalan-jalan kota kami”. Tetapi ia akan berkata kepadamu: “Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapanku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan” (Luk.13:23-27).
Sebagai umat Kristen, kita masih diberi kesempatan untuk belajar mengikut Tuhan Yesus dengan setia, sampai akhirnya kita diizinkan, masuk menghadap takhta dan mengenakan jubah putih. Amin




Pdt. Widiantoro, S.Th.M.Div