Mengampuni adalah sesuatu yang sulit dilakukan setiap orang. Karena biasanya sifat yang selalu melekat dalam diri seseorang adalah merasa diri benar. Bagi orang yang selalu mengandalkan kebenaran diri, akan mengalami kesulitan melepaskan pengampunan. Jalan untuk mudah mengampuni adalah dengan rela menanggalkan segala ke-aku-an kita, dan mau mengalah untuk menang. Walau sulit rasanya, namun pasti kita bisa melakukan.
Selamat berkarya terus untuk Tuhan!
Hape diampuni Ho do hami, diarop rohangku do janjiNa.
Masmur 130 : 4
Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
Menurut pandangan umum orang yang celaka ialah orang yang mengalami peristiwa yang mengancam nyawa dan tubuh seperti, tabrakan kenderaan, jatuh dari tempat tinggi, dan lain sebagainya. Artinya celaka itu diidentikkan kepada sebuah peristiwa yang mau merenggut nyawa seseorang. Pendapat ini tidak salah. Namun pendapat ini semakin diperdalam Paulus. Apa itu? Menurut Paulus, celaka adalah ketika seseorang tidak memberitakan Injil. Apa maksudnya? Orang yang celaka adalah orang yang tidak mau membagikan kasih Kristus yang telah diterimanya kepada orang yang ada di sekitarnya, seperti: suami/istri, anak-anak, tetangga, teman sekerja dan lain sebagainya. Orang yang celaka adalah orang yang memendam berita Injil hanya dalam dirinya sendiri.
Dengan demikian, Paulus hendak mengatakan kepada kita hari ini, jadilah orang yang tidak celaka. Orang yang tidak celaka ialah orang yang rindu dan gemar membagikan berita Injil Keselamatan kepada semua orang dan kepada semua makhluk yang ada di sekitar kita dan di dunia ini. Dengan menjaga keharmanonisan dan kelestarian alam itu juga termasuk orang yang telah membawa Injil dan orang yang berbahagia. Jelaslah bagi kita sekarang bahwa janganlah kita termasuk menjadi orang yang tergolong "celaka", tetapi kita adalah golongan orang yang "bahagia" yang mau membagikan Injil kepada semua orang dan makhluk di dunia ini.
Selamat berkarya hari ini untuk Tuhan!
Marjaya do au muda nada hujamitahon Jamita Na Denggan i!
1 Korintus 9 : 16b
Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
1 Korintus 9 : 16b
BEAM No.3411-2
1.Muda humolos rohangki hara ni hangoluan i
Tibu ma huambungkon pe holosku sasude
Angke di dokkon Jesus i.
Amangmu na di Surgo i pasingkop hangoluanmi, tumbuk sudena i
Ada pendapat yang mengatakan bahwa jika seorang akan bertobat, maka pengaruhnya bagi keluarga hanya 20% saja, jika seorang ibu (baca: isteri) bertobat, maka pengaruhnya hanya 40% bagi keluarga, dan ternyata jika seorang bapa (baca: suami) bertobat, maka akan memberi pengaruh 80% bagi keluarga. Artinya tingkat kebahagiaan yang terbesar dalam pertobatan keluarga ialah ketika seorang ayah bertobat di tengah-tengah keluarga. Mengapa? Karena ayah adalah imam di tengah-tengah keluarga itu.
Namun sukacita yang paling besar melampaui pendapat di atas ialah sebuah pernyataan Alkitab yang mengatakan bahwa malaikat pun bersukacita jika satu orang berdosa bertobat. Satu orang bertobat ini tidak dibedakan antara anak, ibu dan ayah. Pokoknya jika seseorang berdosa bertobat (baik anak, ibu maupun ayah), maka sukacitanya luar biasa. Bukan hanya manusia di dunia merasakan sukacita itu, namun sukacita itupun dirasakan malaikat di surga. Luar biasa sukacita ini, karena sukacita ini dirasakan di dunia sekaligus dirasakan juga di surga. Karenanya marilah kita merubah diri kita, bertobat dari segala kejahatan dan dosa kita agar seluruh isi keluarga kita bersukacita bersama malaikat di surga.
Selamat berkarya hari ini!
Hudok ma di hamu! Laing songon i ma angka surusuruan ni Debata. Marjop ni roha ma halahi muda adong sada halak na jahat paubahon rohana.
Lukas 15 : 10
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.
Lukas 15 : 10
BEAM No..133 : 1+3
1. Marjob ni roha hita on mamuji Debata
Hum asi ni roha-Na ina masuk tu rohanta i
Dibaen na rap marpungu i dison sadarion, dison sadarion
3.Antong taingot ma burju, mambaen sangap tongtong
Barita ni Tuhanta i, marhite parangenta i.
Dijolo ni donganta i di ginjang tano on, diginjang tano on.