BLOG INI BERSIFAT TERBUKA UNTUK DIKOMENTARI DAN DIKRITISI DEMI KEMAJUAN WAWASAN BERPIKIR, DAN BERTEOLOGI MASA KINI
Jumat, 23 Januari 2015
Hatorangan ni Sibasaon Minggu, 22 Pebruari 2015: Markus 1:9-15
|
MAKNA PEMBAPTISAN YESUS
Markus 1:9-15
Minggu Invokavit
Minggu, 22 Pebruari
2015
1.
Pembaptisan Yesus dikisahkan oleh Matius, Markus, Lukas
(Mat 3:13-17 Mrk 1:9-11 Luk 3:21-22) dan secara tak langsung juga oleh Yohanes
(Yoh 1:32-34). Meskipun masing-masing Injil menyampaikannya dengan penekanan
dan kekhususan masing-masing, ada unsur yang sama. Seperti orang banyak, Yesus
datang mengikuti seruan Pembaptis untuk dibaptis sebagai tanda bertobat -
menyatakan diri mau menjauhi hal-hal yang bisa menghalangi kehadiran Yang Ilahi
sendiri. Inilah yang disampaikan Injil.
2.
Markus memberi laporan yang paling awal dan paling
ringkas (Mrk 1:9-11). Di situ terdapat tiga hal (i) Yesus dibaptis oleh Yohanes
di Yordan, (ii) sewaktu keluar dari air ia melihat langit terbelah dan Roh
turun kepadanya seperti burung merpati, artinya, kekuatan surga yang dahsyat itu
kini tampil dalam ujud yang lembut, (iii) saat itu juga ada suara dari langit
yang mengatakan, "Engkau anakKu yang terkasih, kepadamulah Aku
berkenan". Dalam peristiwa ini diperkenalkan siapa Yesus itu kepada umat
manusia. Injil Matius dan Lukas menyampaikan kembali bahan Markus ini dan
menerapkannya bagi pendengar mereka masing-masing. Di samping mengutarakan
kembali ketiga hal yang dilaporkan Markus tadi, Matius (Mat 3:13-17)
menambahkan percakapan antara Yohanes Pembaptis dan Yesus (ay. 14-15). Yohanes
mengatakan bahwa dirinyalah yang semestinya dibaptis oleh Yesus. Namun Yesus
menjawab semua ini terjadi untuk menggenapkan kehendak Allah. Percakapan ini
ditampilkan Matius untuk menjernihkan pertanyaan apakah Yohanes lebih besar
daripada Yesus. Hal ini sebetulnya sudah terungkap oleh Yohanes dalam Mat
3:11-12 (Mrk 1:7-8 Luk 3:15-17 bdk. Yoh 1:29-34), yakni bahwa yang akan datang
itu lebih besar dari pada Yohanes sendiri. Selain hal itu, kata-kata yang
terdengar dari langit yang menurut Markus (dan Lukas) diucapkan langsung kepada
Yesus, dalam Matius tampil sebagai yang berupa pernyataan tentang Yesus. Hal
ini akan dibicarakan lebih jauh di bawah.
3.
Konteks kisah Yesus dibaptis ini ialah ajakan Yohanes
Pembaptis kepada orang banyak untuk bertobat, untuk berganti haluan hidup,
sehingga mendapat penghapusan dosa. Penghapusan dosa di sini berarti memperoleh
kembali kemerdekaan batin yang bakal membuat orang bisa berbesar hati. Banyak
orang yang mengikuti seruan Yohanes itu. Suatu saat datang pula Yesus dan ikut
dibaptis. Dalam peristiwa itu langit terbelah, Roh Kudus turun, dan terdengar
sabda ilahi mengatakan Yesus itu putra terkasih, ia mendapat perkenan dari
atas. Bila dibaca dalam konteks peristiwa pembaptisan orang banyak, peristiwa
pembaptisan Yesus ini memperlihatkan datangnya kekuatan ilahi bersama
"anak yang terkasih" ini untuk menyertai perjalanan orang-orang yang
telah menyatakan kesediaan untuk berganti haluan tadi. Inilah yang dimaksud
dengan "agar kehendak Allah digenapkan" (Mat 3:15). Yesus ini orang
yang sedemikian dekat dengan kehadiran ilahi sendiri sehingga menurut kata-kata
Markus, "Ia melihat" langit terbuka dan Roh Allah turun.
4.
HIDUP BARU DALAM ROH. Pada zaman Yesus baptisan yang
lazim dikenal ialah baptisan Yohanes Pembaptis. Namun, yang dilakukan Yohanes
sebetulnya bukan barang baru pada waktu itu. Praktek membaptis sudah dikenal
para rahib di Qumran. Juga kelompok-kelompok orang saleh waktu itu menyatakan
niat pembaharuan hidup mereka dengan baptisan. Seperti dapat disimpulkan dari
Yoh 3:22-23, nanti Yesus membaptis orang seperti Yohanes juga. Dan sewaktu
masih ada bersama Yesus, murid-muridnya pun memberikan baptisan (lihat Yoh
4:2), tentunya menurut baptisan Yohanes juga. Baru setelah peristiwa
kebangkitan, baptisan di kalangan pengikut Yesus menjadi lebih khas. Ini
tercermin dalam ajakan agar murid-murid membaptis dalam nama Bapa, Putra dan
Roh Kudus (Mat 28:19). Dalam tradisi Kisah Para Rasul, baptisan dijalankan
dalam nama Yesus (Kis 8:16; 10:48; 19:5) dalam arti orang menggabungkan diri
dengan pengikut-pengikut Yesus. Karena Yesus tidak lagi ada bersama mereka
secara badaniah, maka baptisan ini disebut baptisan dalam Rohnya, yakni Roh
Kudus (Kis 1:5; 11:16) yang membawakan hidup baru, sama seperti yang diperoleh
Yesus sendiri (Kis 10:37-38). Yohanes Pembaptis menegaskan bahwa ia membaptis
dengan air, sedangkan yang akan datang nanti akan membaptis dengan Roh dan api
(Mat 3:11 Mrk 1:8 Luk 3:16 . bdk. Yoh 1:33). Air membersihkan. Tetapi air hanya
membersihkan bagian luar. Api memurnikan luar dalam. Api dapat mengubah secara
utuh. Ini bahasa kiasan. Cara penyampaian seperti itu menolong kita mengerti
bahwa baptisan dengan Roh artinya diberi kemungkinan menempuh hidup baru dengan
bimbingan dan kekuatan dari Tuhan sendiri.
5.
INILAH ANAKKU YANG TERKASIH...." Markus dan Lukas
(Mrk 1:11 Luk 3:22) menyampaikan kembali kata-kata yang terdengar dari langit
sebagai, "Engkaulah anak-Ku yang terkasih, kepadamulah Aku berkenan."
Jadi yang disapa dengan kata-kata itu ialah Yesus sendiri. Markus mencatat dalam
Mrk 1:10, ketika keluar dari air, setelah dibaptis, Yesus langsung
"melihat langit terkoyak ..." Lukas menyampaikan kata-kata dari
langit tadi setelah menyebut bahwa Yesus juga dibaptis dan "sedang berdoa
...." Kedua Injil ini memang hendak menekankan pengalaman batin Yesus
ketika menerima baptisan itu. Pengalaman batin mendapati diri sebagai orang
yang disapa sebagai "anak terkasih" oleh Dia yang ada di langit itu
dimungkinkan oleh Roh Kudus yang turun ke atas Yesus. Ungkapan "anak terkasih"
di situ berarti orang yang amat dekat, yang terpilih untuk menjalankan
urusan-urusan Allah. Itulah maksud "kepadamu Aku berkenan".
Pengalaman batin ini kemudian menjadi kekuatan Yesus. Bagaimana dengan
pemberitaan Matius? Dalam Matius 3:17 didapati "Inilah anak-Ku yang
terkasih, kepadanya Aku berkenan." Jadi bukan sapaan ilahi kepada Yesus
sebagaimana tercatat dalam Markus dan Lukas, melainkan sebuah pernyataan
tentang dia. Matius kiranya bermaksud membuat yang dialami Yesus secara batin
tadi akhirnya juga menjadi pengalaman semua yang hadir di situ, termasuk siapa
saja yang menjadi pembaca Injilnya. Jadi ada pewartaan mengenai siapa Yesus itu
kepada orang banyak. Dia itu orang yang amat dekat ("anak-Ku yang
terkasih") dengan Yang Ilahi dan mendapat perkenan dari-Nya untuk
melakukan tindakan-tindakan di antara manusia atas nama-Nya.
Matius juga mendekatkan pengalaman batin Yesus kepada semua orang. Orang banyak dapat ikut serta di dalam pengalaman yang paling batin sekalipun. Bagaimana? Tentu saja bila ikut memperoleh Roh seperti Yesus sendiri. Dikatakan dalam Mat 3:17 (juga dalam Mrk 1:10 Luk 3:22), "Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasnya." Roh yang bisa tampil sebagai api yang membakar itu kini tampil sebagai yang lemah lembut. Tetapi daya-Nya tetap sama. Dan kekuatan yang turun ke atas Yesus dalam ujud yang lembut itu akan menjadi juga baptisan bagi orang banyak. Yohanes Pembaptis sendiri telah pernah mengatakan hal ini ketika menegaskan bahwa dia yang akan datang itu akan membaptis dengan Roh dan api (lihat Mat 3:11 Mrk 1:8 Luk 3:16 Yoh 1:33).
6.
Apa yang bisa dipetik dari Injil mengenai pembaptisan
Yesus tadi? Di muka dikatakan bahwa Yesus datang seperti orang banyak untuk
menerima baptisan tobat, tetapi dalam kesempatan itu bukan hanya kesediaannya
memberi ruang gerak bagi Roh Allah yang menjadi nyata, melainkan juga kehadiran
kekuatan ilahi sendiri. Kesediaannya berbagi kehidupan dengan orang banyak,
dengan ikut merasakan kegelisahan, siap mengambil bagian dalam kerisauan orang
banyak dalam menantikan kedatangan yang dijanjikan - itulah yang membuatnya
dipenuhi Roh, menjadikannya orang yang amat dekat dengan Yang Ilahi sendiri dan
diserahi tugas menghadirkan-Nya kepada siapa saja. Kesediaannya berbagi
keprihatinan dengan orang banyak itu menjadi jalan bagi Yang Ilahi untuk hadir
di tengah-tengah manusia. Yang Mahakuasa tidak meninggalkan kemanusiaan yang
gelisah, yang menderita, yang mengalami kesusahan. Dan sekarang ini juga Yang
Ilahi masih bisa hadir menghibur dan menolong yang menderita lewat kesediaan orang-orang
yang mempedulikan keadaan mereka.
Yogyakarta, Januari 2015
Ramli SN Harahap
Universitas Kristen Duta
Wacana (UKDW)
Yogyakarta
|
Jamita Minggu, 22 Pebruari 2015: Masmur 25:1-10
|
JALAN TUHAN KASIH SETIA DAN KEBENARAN
Masmur 25:1-10
Minggu Invokavit
Minggu, 22 Pebruari
2015
1.
Jalan kasih setia adalah
jalan yang diberikan oleh TUHAN kepada manusia yang penuh dengan kasih setia.
Jalan ini diberikan sebagai wujud kasih setia ALLAH. Wujud perhatian dan
pembelaan ALLAH kepada orang-orang yang berpegang pada perjanjian ALLAH dan
peringatan - peringatan-Nya. Mengapa
kasih setia harus diberikan? Karena tidak banyak orang yang tetap berpegang
kepada jalan TUHAN. Jalan TUHAN seakan adalah beban. Jalan TUHAN seakan adalah
tidak sesuai dengan kebutuhan. Jalan TUHAN adalah seakan tidak sanggup
memberikan solusi atas persoalan-persoalan hidupnya. Sehingga mereka lebih suka
memilih jalan sendiri. Segala jalan
TUHAN adalah kasih setia. Artinya tidak ada malapetaka di dalam jalan TUHAN.
Tidak ada kecelakaan atau kehancuran di dalam jalan TUHAN. Meski sering jalan
TUHAN susah dimengerti dengan akal sehat. Kadang jalan TUHAN tidak sanggup kita
mengerti. Tetapi apapun yang terjadi, Firman TUHAN menyatakan bahwa segala
jalan TUHAN adalah kasih setia.
2.
“Menjadi
manusia itu sulit” pernah mendengar slogan ini? Benarkah menjadi manusia itu
sulit? Mungkin lebih tepatnya kita sebutkan “Hati manusia itu rumit”, nah mungkin
yang itu benar. Hati memang rumit dan penuh misteri yang tak terselami. Tetapi kita tidak bisa menyangkal bahwa hidup di bumi ini sulit juga.
Contohnya sejak lahir kita sudah diperanakkan dalam dosa, hidup mengenal dosa
dan teracuni oleh begitu banyak pemikiran dan prinsip dunia. Hidup itu sulit
saat kita harus belajar hidup dengan baik, menghadapi masalah-masalah yang
tidak pernah selesai, menghadapi rumitnya kisah cinta manusia, mengalami harus
bekerja keras, mengalami kesusahan demi kesusahan badani. Itulah hidup…dan
saya, anda masih hidup di bumi, maka tetap harus menghadapi kesulitan kehidupan
ini. Memahami kehidupan di sekitar kita
saja sudah sulit, termasuk sulitnya memahami hati dan pikiran orang yang
terdekat dengan kita sekalipun. Lalu bagaimana manusia bisa memahami dan
mengerti jalan-jalan Tuhan? bukankah ini mustahil??
3.
Daud
adalah seorang Raja Israel yang hebat, dan kitapun mengakui hal itu. Tetapi kita juga percaya dia mengalami begitu banyak juga
ketidakmengertian akan jalan-jalan Tuhan dalam hidupnya. Beban-beban yang
begitu banyak, kesedihan, kesesakan, dan perjuangan mengiringi langkah Daud
selama menjadi Raja yang besar. Bagaimana reaksi Daud saat dia menghadapi
masalah? Ya, dia membawanya kepada Bapa dan mengangkat jiwanya. JIWA, adalah
pusat kehidupan manusia juga selain roh. Dalam jiwa ada pikiran, perasaan, dan
kehendak kita sebagai manusia. JIWA memiliki kekuatannya sendiri yang dapat
mempengaruhi diri dan orang lain. Jiwa ini sangat mudah lemah dan tergoncang,
jiwa manusia sangatlah rapuh dan mudah terseret oleh daging. Oleh karena itu
angkatlah jiwa kita kepada Tuhan dan mempercayai Tuhan dalam segala keadaan.
4.
Maukah
kita belajar mengenal jalan-jalan Tuhan? Ternyata jalan Tuhan itu bukan sekedar
untuk dilalui, tetapi kita juga harus diajar tentang jalan-jalan Tuhan itu.
Dalam kehidupan yang serba cepat ini, manusia terlalu sibuk untuk bisa diam dan
belajar, apalagi merenung. Banyak yang tidak mau belajar setahap semi setahap,
tetapi jika bisa instan dan langsung mengerti semuanya. Dalam Tuhan, kita tidak mungkin demikian! Sekalipun kita ingin cepat-cepat memahaminya, jika belum waktunya
dibukakan untuk anda, maka itu tidak akan menambah kebaikan buat kita, mungkin
malah ketidakpercayaan dan depresi, sebab otak yang sekecil ini, bagaimanakah
menampung semua pikiran Allah? Belajarlah
dari pengalaman masa lalu kita. Saat kita tahu kelemahan kita di area tertentu,
janganlah mencobai diri kearah sana.
5.
TUHAN
TETAP BAIK DAN BENAR. “Apapun
yang terjadi, Tuhan tetap baik…” Ayat 8 teks ini menegaskan
kepada kita semua tentang Pribadi Allah sendiri, yakni:
BAIK dan BENAR. Pernahkah kita merasa Tuhan itu tidak baik kepada kita? Merasa Dia tidak adil, tidak sayang, tidak memperhatikan kita? Jika kita selalu bertanya kepada Tuhan
“mengapa?!” maka mungkin sebetulnya kita
belum berdamai dengan jalan hidup kita
dan panggilan kita. Dia selalu baik, tidak pernah
tidak baik. Dia selalu baik dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak-Nya.
Dia benar, tidak pernah salah. Dia mengenal kita dan mengetahui jalan-jalan
kita yang mendatangkan kebahagiaan. Sayangnya..banyak
orang yang sesat jalannya tetapi tidak menyadarinya…. Ada jalan yang disangka lurus,
tetapi ujungnya menuju maut (Amsal
16:25).
6.
JALAN
KASIH SETIA DAN KEBENARAN. Mau tahu bagaimana jalan Tuhan itu?
Mengapa kita harus mengikutinya? Ayat 10 yang menjadi kuncinya. Segala jalan Tuhan adalah kasih setia
dan kebenaran. Di dalam jalan-Nya ada cinta yang hangat, kasih yang memulihkan
dan memuaskan hasrat kita, dalam kasih-Nya ada kesetiaan kepada kita. Orang
yang siap menerima hadirat Allah setiap hari, akan mengalami Tuhan dan berkobar
sepanjang waktu. Tidak usah menunggu KKR besar dan anda di tumpang tangani. Api
kita akan berkobar saat kita mengenal Pribadi-Nya, mengenal kasih setia-Nya. Firman Tuhan
menjamin, barangsiapa berpegang pada Perjanjian dan peringatan-Nya, maka dia
akan mengalami jalan Tuhan yang penuh kasih setia dan kebenaran. Bagaimanakah caranya agar jalan
TUHAN itu dapat kita mengerti? Ada
beberapa syaratnya, pertama, rendah hati. Lawan
kata dari rendah hati adalah sombong. Tuhan membenci orang sombong, yaitu orang
yang mengandalkan kekuatan dan caranya sendiri dalam menentukan jalan
kehidupannya. Kenyataan Firman Tuhan ini menegaskan kepada kita bahwa Dia hanya
dapat membimbing orang yang memang mau dibimbing-Nya, artinya rendah hati.
Mazmur 25:9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia
mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. Kedua, takut akan
Tuhan. Takut akan Tuhan. Apa gambaran dalam
pikiran kita mengenai ini? Takut akan
Tuhan bukanlah ketakutan, tetapi dengan taat, hormat, dan tunduk kepada
Tuhan. Dengan memiliki roh yang takut akan Tuhan, kita dapat di tunjukkan jalan kebahagian dari Tuhan. Lihatlah
janji Tuhan, bahwa kita akan menetap dalam kebahagiaan, bukankah ini yang
paling dicari oleh manusia? Bahkan keturunannya akan mewarisi bumi. Selain
kebahagiaan, ada bonus PLUS, yang menurut saya adalah
yang terpenting dari semuanya. Apakah itu? Ya, Tuhan akan bergaul karib dengan
kita. Bukankah keintiman, pengenalan akan Tuhan lebih penting dari apapun? Pengenalan akan Tuhan lebih penting daripada “Holly Land”
atau Tanah Perjanjian kita! Dan ini memang benar. Apa gunanya mendapat Janji,
Tanah Perjanjian, tetapi tiada Tuhan di dalamnya? Apa indahnya hidup tanpa
bergaul karib dengan Kristus? Karena itu, ingatlah bahwa TUHAN itu BAIK dan BENAR dan Jalan
TUHAN adalah KASIH SETIA dan KEBENARAN.
Selamat beribadah dan menikmati lawatan TUHAN!
Yogyakarta, Januari 2015
Ramli SN Harahap
Universitas Kristen Duta
Wacana (UKDW)
Yogyakarta
|
Langganan:
Postingan (Atom)


