KATA-KATA BIJAK

KASIH ADALAH SESUATU YANG TIDAK HANYA DIDIFINISIKAN.NAMUN KASIH HARUS DIWUJUDNYATAKAN. ORANG YANG HANYA BERTEORI TENTANG KASIH ADALAH PEMBUAL BESAR. TETAPI ORANG YANG MEREALISASIKAN KASIH ADALAH ORANG YANG BERPENGARUH BESAR DALAM KEHIDUPANNYA

SELAMAT DATANG

HORAS MA DI AMA/INANAMI

SELAMAT DATANG DI BLOG “MARSIRUPAN ANGKOLA-MANDAILING”

“MARSIURUPAN” ARTINYA SALING TOLONG MENOLONG

“ANGKOLA-MANDAILING” ADALAH KAMPUNG HALAMAN

BLOG INI DIUPAYAKAN UNTUK MAMPU MENOLONG SESAMA PELAYAN, WARGA JEMAAT DAN SAHABAT LAINNYA DALAM TUGAS PELAYANAN DI KELUARGA, GEREJA DAN MASYARAKAT


ASI NI ROHA DOHOT HASONANGAN NA SIAN DEBATA AMANTA DOHOT NA SIAN TUHAN JESUS KRISTUS MA MANDONGANI HAMU! AMEN (1KOR.1:3)



KASIH KARUNIA DAN DAMAI SEJAHTERA DARI ALLAH, BAPA KITA, DAN DARI TUHAN YESUS KRISTUS MENYERTAI KAMU! AMIN (1KOR.1:3)


Kamis, 18 November 2010

Renungan: ”KETAATAN MENDATANGKAN BERKAT DARI TUHAN”

widgeo.net


”KETAATAN MENDATANGKAN BERKAT DARI TUHAN”
(Bacaan Alkitab: 1Raja 9:1 – 10:29;  2Taw.7:11 – 9:28)


Orang bijak berkata, "Kita akan menuai apa yang kita tabur“. Jika kita menanam satu biji jagung, maka kita menuai setongkol jagung. Satu tongkol berisi ratusan biji jagung. Jelas, bahwa yang dituai selalu lebih banyak daripada yang ditanam.
Ketaatan, yaitu melakukan perintah atau ketetapan Firman Tuhan, juga bisa digambarkan seperti menanam. Tuhan memberkati orang yang taat kepadaNya. Ketika raja Salomo melakukan segala sesuatu sesuai dengan Firman Tuhan, kerajaannya menjadi jaya dan bangsa Israel menikmati berbagai berkat Tuhan.

Janji Tuhan Kepada Salomo (1Raja-Raja 9:1-9)
Sekali Tuhan berjanji, maka tidak akan pernah diingkariNya, Ia pasti menepati janjiNya. Dalam ayat 4-7, terdapat kata: “Jika… maka…”, berarti janji Tuhan itu bersyarat. Syaratnya adalah, kesetiaan serta ketaatan umat dalam melakukan firmanNya. Apabila umat Tuhan taat, maka Dia pasti memberkati sesuai dengan janjiNya. Jika umat Tuhan memberontak dan melanggar firmanNya, maka Tuhan pasti menghukum. Tuhan memberkati orang yang taat, sebab itu kita harus berkeputusan untuk selalu menaati Dia.
Janji Tuhan kepada Salomo adalah perjanjian bersyarat. Untuk dapat mengetahui isi perjanjian itu serta persyaratannya, bacalah 1Raja-Raja 9:4-8! Jika Salomo setia kepada Tuhan, maka Tuhan akan meneguhkan kerajaannya; dan apabila Salomo tidak setia, maka Tuhan akan mendatangkan malapetaka terhadap kerajaannya. Jika Salomo dan bangsa Israel memberontak kepada Tuhan, maka Bait Allah tempat nama Tuhan diam pun akan ditinggalkan Tuhan, dihancurkan, bahkan bangsa Israel akan dibuang.
Tuhan sangat marah terhadap umatNya yang menyembah berhala. Tetapi Tuhan berkenan kepada setiap orang yang taat melakukan firmanNya dan setia beribadah hanya kepada Dia. Beribadah kepada Tuhan berarti melayani Tuhan dengan benar dan dengan hati yang murni, teguh, jujur dan tulus.
Dalam Alkitab terdapat banyak janji Tuhan kepada umatNya. Agar kita dapat menaati Tuhan setiap hari dalam perkataan dan perbuatan, maka kita harus membaca dan mendengar firmanNya setiap hari. Janji-janji Tuhan akan menjadi berkat bagi setiap orang yang menaatiNya.

Keberhasilan Usaha Salomo (1Raja-Raja 9:10-28)
Setiap usaha yang dilakukan dengan gigih, penuh perjuangan, dan pantang menyerah, cepat atau lambat akan mendatangkan hasil. Kegagalan hanya untuk orang yang gampang menyerah. Dalam ayat 10 tercatat secara ringkas kerja keras Salomo dalam membangun Bait Allah dan istana kerajaannya. Ia menghabiskan waktu selama 20 tahun.
Sebahagian orang menghendaki keberhasilan secara instant (baca:gampang dan cepat), tanpa doa dan tanpa kerja keras. Keberhasilan yang diraih dengan cara yang instant, biasanya tidak tahan uji dan kadangkala dicapai dengan menghalalkan segala cara. Misalnya, ada orang yang ingin cepat kaya, lalu meminta bantuan kepada dukun. Akan tetapi orang yang hidup taat kepada Tuhan, meraih keberhasilan sebagai berkat Tuhan melalui perjuangan yang keras, yaitu berdoa dan bekerja (Ora et Labora).
Setiap usaha yang dilakukan Salomo diberkati Tuhan, karena ia mencari Tuhan terlebih dahulu dengan membangun Bait Suci bagi Allah; kerajaannya menjadi jaya sehingga orang Israel hidup aman dan sejahtera. Salomo menghargai bantuan Hiram (ay.11), ia memperkuat hubungan internasional. Salomo berhasil menjalankan pemerintahannya dengan baik.
Keberhasilannya adalah berkat dari Tuhan, dan kerja keras adalah cara untuk memperolehnya. Oleh karena itu, Tuhan tidak boleh dilupakan. Salomo mengingat dan memuliakan Tuhan dengan membawa persembahan kepada Tuhan (ay.25).

Harta Kekayaaan Salomo (10:14-29)
Berkat Tuhan bisa bersifat rohani, bisa pula bersifat materi. Harta kekayaan Salomo yang dicatat dalam 1Raja-Raja 10:14-29 adalah berkat-berkat yang bersifat materi. Artinya, Salomo diberkati Allah dengan berkat materi, sehingga ia menjadi sangat kaya. Kekayaan Salomo merupakan bukti bahwa Tuhan selalu menepati janjiNya (1Raja 3:11-13).
Kekayaan Salomo tidak terhitung banyaknya. Dalam ayat 14 disebutkan, "Adapun emas, yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun ialah seberat enam ratus enam puluh enam talenta“. Satu talenta sama dengan 34 kilogram. Berarti penghasilan dari emas setahun adalah 666 x 34 = 22.644 kilogram. Jika harga emas satu gram Rp. 100.000,- maka harga emasnya setiap tahun adalah 22.644 x 100.000 = 2.264.400.000.000,-
Untuk mengetahui semua kekayaan Salomo bacalah 1Raja-Raja 10:14-29! Salomo memperoleh kekayaan itu bukan dengan korupsi atau mencuri. Ia adalah raja yang bijaksana, penuh dengan hikmat Tuhan, sehingga ia dapat menjalankan roda kerajaan dengan baik. Sebagai hasilnya adalah kekayaan dan kemakmuran kerajaan Israel. Dengan kata lain, Salomo menjadi kaya raya karena hikmat dari Tuhan.

Kesimpulan
Tuhan berjanji akan memberkati orang yang taat kepadaNya. Selama menaati Tuhan, Salomo mengalami berbagai keberhasilan. Keberhasilan yang berkenan kepada Tuhan adalah keberhasilan karena usaha dan kerja keras yang dilakukan dalam ketaatan kepada FirmanNya. Tuhan memberkati orang yang hidup sesuai dengan firmanNya.

Penerapan
Pada sehelai kertas, tulislah:
1.     Hasil-hasil yang pernah kau terima karena ketaatanmu
2.     Hukuman-hukuman yang pernah kau terima karena ketidaktaatanmu, baik dalam hal berdoa, belajar, maupun berkaitan dengan ketaatanmu terhadap perintah orang tua, peraturan di sekolah Minggu, di sekolah, maupun dalam bermain, dan lain-lain.

Ramli SN Harahap                                                                                                                                                              

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar