Jumat, 01 April 2011

Renungan Harian: Masmur 84 : 5

widgeo.net
KEKUATAN MANUSIA

Martua ma halak na dapotan gogo sian Ho, jana na dihalungunkon rohana jiara tu Dolok Sion.
Masmur 84 : 5

Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
Mazmur 84 : 6

Kebahagiaan manusia rupanya terletak juga dalam hasrat seseorang yang mau berjiarah. Karena orang yang mau berjiarah akan memiliki kekuatan dari Tuhan. Apakah yang dimaksud dengan berjiarah? Berjiarah bukan berarti kita harus pergi ke Yerusalem dan disana kita akan mendapatkan kekuatan Tuhan. Berjiarah artinya, kita mau datang setiap saat ke dalam mezbahNya Tuhan. Sebab di dalam mezbah Tuhanlah Dia bersemayam. Ketika kita bertemu Tuhan maka Tuhan akan mengalirkan kekuatan baru bagi kita.


BEAM No.200 : 1 + 4

  • So au nampuna au, hulehen diringkon
Tu Tuhan i Rajangku sigomgom tano on
Hum dibagasan  Jesus au, di ida Debatangku na pasonangkon au
 

ΓΌ  Hum i ma dohononku, so au guru di au
Sai Jesus tioponku, painte bolkas au
So lupa au di Jesus i, paima tos hosangku, sonang ma au disi

Renungan Harian: Yesaya 50 : 2

widgeo.net


Biasi nada adong na ro umpe sahalak sian bangsongKi, di na ro Au marpio halahi? Adong he na so sanggup Au dietong roha ni halahi paluahonsa umbaen na sip sajo halahi?       Jesaya 50 : 2
Mengapa ketika Aku datang tidak ada orang, dan ketika Aku memanggil tidak ada yang menjawab? Mungkinkah tangan-Ku terlalu pendek untuk membebaskan atau tidak adakah kekuatan pada-Ku untuk melepaskan?
Yesaya 50 : 2

Hari pertama bulan April ini marilah kita datang kepada Tuhan agar Tuhan tidak merasa bahwa kita tidak mau menyembah Dia. Tuhan selalu menanti kedatangan kita agar Dia memberkati kita semua. Tuhan sungguh luar biasa dalam rangka memelihara dan melindungi kita dalam setipa perjalanan hidup kita.


BEAM No.228 : 1 – 3 + 7

Donok do tu hita anggo Debatanta hu Ibana sombaonta
Di lambungta Ia unduk ma rohanta tungkap di joloNia.
Debata Tuhanki, angkon marsimora, angka na mananda
Sai porsoonnami na di hasiangan hisap dohot jaisnami
Tondi bo pamatang haulkononnami, jagit ma o Tuhannami
Ho sajo na gogo, na manompa hami, sioloannami

Jamita Minggu, 10 April 2011: Kejadian 22 :1-19

widgeo.net
PERJALANAN IMAN MENDAKI GUNUNG MORIA
Minggu Judika, Tgl.10 April 2011


Jamita : Kejadian 22 :1-19
Sibasaon : Masmur 69 : 2-14

I.     PENDAHULUAN.

Alkitab kembali memberi kesaksian, bahwa Allah terus menempa Abraham untuk menjadikan dia sebagai penerima Janji Allah. Setelah ia menelan kebimbangan sekian lama akan janji Allah, maka pada saat ia tidak mempunyai harapan lagi karena umur sudah semakin lanjut. Tetapi diluar perkiraannya Allah menjawab doanya dan ia menerima janji Allah yaitu melalui kelahiran seorang bayi yang di beri nama Ishak.

Setelah Ishak berada di pangkuan Abraham, Allah menyuruh dia untuk mengusir Ismael anak dari Hagar ke Padang pasir, agar Perjanjian Allah tidak dikaburkan melalui kehadiran Hagar dan Ismael. Kemudian Allah membuat proses perjanjian antara Abraham dengan Raja Filistim, bahwa Abraham akan tinggal di wilayah Bersyeba sebagai miliknya sendiri. Menurut perkiraan Abraham saat itu, proses perjanjian itu telah sampai pada kenyataan, sebab ia telah menerima Anak Perjanjian yaitu Ishak dan ia telah menjadi orang yang menetap tidak lagi sebagai orang yang nomaden (berpindah-pindah).

Di saat keadaan seperti ini, Allah memberikan ujian yang lebih berat lagi, di mana Allah memintak kepada Abraham agar mempersembahkan Anak Tunggalnya itu sebagai korban persembahan kepada Allah di salah satu gunung yang ada di wilayah Moria (erets hammoriyya).
Ujian ini memakan waktu 3 hari perjalanan, di mana iman Abraham benar-benar diuji melalui perjalanan tersebut, apakah ia terus menuju tempat yang telah ditentukan Allah ataukan ia menyimpang dan melarikan diri untuk melepaskan anaknya dari tuntutan korban persembahan tersebut. Namun kesaksian Alkitab memberitakan bahwa Abraham tidak menyimpang, kini ia bersama anaknya serta pembantunya sampai ke kaki Gunung Moria ( behar-hammoriyya).

II.   PENJELASAN NATS

Abraham meninggalkan pembantunya di kaki gunung tersebut, kemudian Ia dan anaknya mendaki gunung tersebut. Ujian selanjutnya, Abraham memikulkan kayu bakar ke pundak anaknya di benaknya tergambar jelas bahwa kayu ini akan menyala setelah di bakar dan akan menghanguskan tubuh anak satu-satunya itu saat pelaksanaan korban persembahan.
Dan yang paling memukul hatinya lagi, adalah  di saat mereka menuju puncak Moria, dari mulut anaknya yang mungil itu keluar untaian pertanyaan yang mengatakan :  kayu, pisau dan api sudah ada di sini, tetapi di mana domba yang akan dipersembahkan ?. Pertanyaan ini benar-benar mengguncang pikiran dan jiwanya, namun ia menjawab dengan imannya
serayaberkata : Jahwe Jireh.... Tuhan akanmenyediakan      ( Kej. 22 : 13+14).
Selanjutnya dapat kita simak bahwa saat Abraham mendirikan mezbah dan mulai meletakkan kayu di atas mezbah, hatinya hancur luluh dan berkata .... akan sirnakah segala harapanku ? Namun demikian Abraham dengan iman yang teguh tetap melangkah dan tetap setia pada perintah TuhanNya.
Abraham sebagai orang beriman menjadi seorang yang berani membuat keputusan walaupun keputusan itu tidak dapat diterima oleh akali dan hatinya ( rist taker ). Walaupun hatinya galau tetapi imannya tetap menyala dan bersuara, bahwa Allah akan memberikan yang terbaik baginya. Abraham menangkap anaknya dan mengikatnya serta meletakkannya di atas mezbah dan kini ia siap untuk melaksanakan perintah Allah.
Pada saat seperti itu, Allah bertindak sebagai Yahweh Syalom dan Yahweh Syammah (Allah yang maha hadir dan yang menyelamatkan). Suara sorgawi terdengar dengan untaian kalimat yang mengatakan : jangan kau apa-apakan anak itu, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah Kemudian Abraham menoleh ke sekelilingnya, ia melihat seekor domba jantan yang tersangkut pada belukar, kemudian ia mengambil domba itu sebagai Korban Persembahan kepada Allah. Perintah Allah itu tetap terlaksana walaupun ada larangan untuk mempersembahkan anaknya, namun Allah memberikan Domba sebagai persembahan korban bakaran di atas gunung tersebut.
Inilah perjalan iman Abraham yang harus ia jalan dengan berliku-liku, tetapi oleh karena kesetiaannya, liku-liku perjalan itu semakin membuat dia menjadi Orang yang teruji dan tahan Uji di hadapan Tuhan yang telah memanggilnya.

III.PERENUNGAN

Dari sudut pandang manusia, tidak semua yang dilakukan Allah logis atau masuk akal. Ada kalanya manuasia mengetahui yang dilakukan Allah namun ada juga saatnya manusia tidak mengerti tentang yang diperbuat Allah.
Landasan iman bukanlah mengetahui dan mengerti atau memahami, melainkan adalah mempercayai.

Mempercayai ( percaya) adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang kita lihat. Iman itu ialah kepercayaan yang sungguh-sungguh pada kesetiaan Allah, bahwa Allah akan selalu melakukan yang benar (Ibr 11 : I).
Iman yang teruji mendatangkan berkat, demikianlah Abraham lolos dari juian iman yang berat oleh karena kesetiaannya.

Kesetiaaan dan kepatuhan Abraham kepada Tuhannya menggerakkan hati Allah untuk menyediakan domba sebagai ganti anaknya Ishak. Kesetiaan Abraham akan panggilan dan perintah Allah semakin mempertegas penggenapan Janji Allah bagi dirinya sendiri bahkan juga untuk sanak saudaranya.

Kesetiaan Abraham akan perintah Allah di saat ia naik ke Gunung Moria, memberikan kepadanya kesempatan untuk pulang dengan penuh sukacita dan damai sejahtera, sebab Allah mengutus MalaikatNya untuk membuat perjalanannya berhasil (Kej 24 : 40 ).

Abraham percaya sebelum melihat kenyataan, dan sering bertentangan dengan perasaannya, namun ia tetap menghormari Allah. Inilah yang disebut perjalanan iman Bila kita membaca catatan kehidupan Abraham, kita melihat bahwa ia adalah seorang yang beriman sejati. Ia melakukan sesuatu yang sangat sulit bagi pikiran manusia,, yaitu mengorbankan tumpuan harapannya, namun jiwanya tetap tenteram oleh Firman Allah, la tahu benar, bahwa Allah akan memberikan yang terbaik baginya bahkan memberikan lebih dari perkiraannya.

Abraham turun dari Bukit Moria dengan menyandang tanda kemenangan, ia dianugerahi sebutan " Bapa segala orang beriman. Amin.

GKPA Medan Barat
Pdt.Y.P.Siregar,STh

HATORANGAN NI SIBASAON Minggu, 17 April 2011: Johannes 3 : 14-15

widgeo.net
 YESUS KRISTUS NADIPASTAP

Hatorangan ni si Basaon
Minggu Palmarum, Tgl,17 April 2011
Teks : Johannes 3 : 14-15

1. Di bagasan kitab Bilangan 21:4-9 manurihon bahaso manyosal situtu do bangsa Israel haruar sian tano Mesir. Dietong roha ni halahi do situasi i na gabe sada penderitaan naso marhaunjungan. Bahat do ungut-ungut nabersifat negatif na mambaen hancit ni roha ni si Musa songon sada naposo ni Debata na memimpin halahi haruar sian Mesir. Bahat do penderitaan, tekanan nadiadopi ni si Musa harana jotjot serba sala tindakan nia songon sada naposo ni Debata dijolo ni bangsoi.

2. Marnida situasi i muruk do Debata jala gabe di paro Debata uhum tu halahi marhite-hite haroro ni ulok tudung-tudung api. Dipagut ulok i do angka namangalo Debata marhite-hite namangalo pamimpinna si Musa. Bahat do halahi na menderita, na mate harani nadipagut ni ulok i. Marhite-hite penderitaan sisongon i ma dibaen Tuhan Debata laho mangajari bangso i. Diastui bangso ido bahaso Debata sedang muruk tu halahi marhite-hite uhuman berupa ulok tudung-tudung api i jala bahat do sian halahi gabe bertobat.

3. Disuru Debata do si Musa mambaen sada patung ulok tumbaga na di paalit di sada batang hayu di pajongjong di tonga-tonga ni parkemahan ni bangso Israel i. Jala ise na mangaligi patung ulok i sude ingkon malum muda pe hona pagut ulok na asing halahi. Dengan syarat ingkon ingoton ni halahi aturan dohot parenta ni Tuhan Debata.

4. Ulok nadipatuginjang di hayu i sasintongna hum simbol doi, anso sude do bangso Israel terfokus marnida Debata sebagai pemberi kesembuhan. Nada sian ulok tumbaga i haroro ni kesembuhan i. Ianggo ulok tumbaga i hum alatan do i papunguhon dohot papitahon perhatian ni bangso i anso pita manghaporsayai Debata. Jala muda dilaksanahon halahi songon i sude do halahi gabe malum. Astuanna kemerosotan haporsayaan tu si Musa ingkon kembali pulih. Keterlupaan tu Debata angkon mulak terfokus tu Debata sian nasa gulmit ni parngoluon ni halahi.

5. Hamu ale angka dongan, songon i do nang Tuhan Jesus di patuginjang do Ibana laho marnida Debata di bagasan hadirionNa, dibalik ni hatinggionna i ingkon murtangkas do i idaonta markarejo Debata. Muda sude manjagit dohot porsaya tu hagincatonNa  di bagasan Tuhan Jesus Kristus mangolu jana dapotan ngolu na saleleng ni leleng na ma angka na porsaya i. Astuanna, Debata do nagiot patugitcaton ni Tuhan Jesus, Debata do naingkon pasangapon ni jolma marhite-hite Tuhan Jesus Kristus.

6. Dipatuginjang do Tuhan Jesus marhite-hite Silang Na Badia i anso tarida muse hasangapon ni Debata. Angke marhite-hite na tarsilang Jesus gabe mate Ibana, manuat tu Banua Toru. Tapi nada hum itap ni i parkarejoan ni Debata di bagasan hadirionNa. Berlanjut do tu na hehe Ibana sian hamatean i. Antong silang i pe hape dohot do ambil bagian laho patugincathon Debata marhite-hite parkarejoan ni Jesus/di bagasan hadirionNa.

7. Di Jesus silang i ima dalan laho menuju hamuliaonNa nangpe di halak Jahudi dohot di angka na torop i haotoon, tilako, dosa  do silang i. Sugari sura ma ditulak Tuhan Jesus silang i tontu bisa do i baenonNa jala nada naso tuk gogoNa laho manulaki. Tapi nagabe sipikiran sugarima sisongon i naterjadi tontu nada adong be haheheon ni Tuhan Jesus laho maroban haheheon ni angka halak naporsaya sian tanoman i. Selanjutna muda so di parsilangkon Tuhan Jesus nada adong be haheheon jala nada adong be dalan laho manaek tu banua ginjang. Angke Ibana do na parjolo manaek tu banua ginjang paradehon inganan ni sude halak angka naporsaya tu Debata marhite-hita hadirionNa nadung mate, mulak mangolu jala manaek tu banua ginjang. Harani i mansai bagasdo pangastuion, habadiaon taringot tu silang ni Tuhan Jesus nangpe simbol ni hajorbuton ni parange ni jolma do i di etong di haJahudion. Tarmasuk do habagason ni astuan ni silang I dinamaroban perhatian ni jolma marnida bahaso Debata lam tangkas markarejo di bagasan hadirion ni Tuhan Jesus marhite-hite silang i. Angke bahat angka namasa di portibion andorang gantung Jesus disilang i nagabe memaksakan perhatian dohot pikiran ni jolma gabe sapa-sapa huhut mengakui bahaso Tuhan Jesus tutu si tutu anak ni Debata.

8. Nada pola sala muda didongkon  dalan na sangat jorbutna di jolo ni jolma ima silangi hape anggo di Tuhan Jesus dalan napatuginjangkon goar ni Debata do i di bagasan hadirionNa. Marhite silang i ma tarida hagogoon ni Debata, marhite silang i ma mur dipatuginjang goar ni Debata. Dipatuduhon Tuhan Jesus do hagogoon ni Debata marhite silang i, nang pe kotor ulok jala  licik, simbol ni sibolis, tetapi melalui simbol ulok i perhatian ni halak parjahat dohot angka na bahat i gabe bisa terfokus tu hagogoon ni Debata jala dihatihai pikiran ni jolma  pe bisa terarah tu hagogoon ni Debata na di surgo i songon mual ni hamalumon sian sude angka ragam ni parsahiton dohot hagaleon ni sude jolma.

9. Pangarimpunan ni turpuktaon bolas ma dohononta ia momen napasangapkon goar ni Tuhan Jesus ima silang nabadia i, silang gambaran hajorbuton ni uhum ni Jahudi tapi laos I do dipake Debata laho patugincatkon goar ni Tuhan Jesus anso laing marsangap goar ni Debata. Amin.

GKPA Resort Pematangsiantar
Pdt.A.B.Marpaung, MMin, MTh

Jamita Minggu, 17 April 2011: Markus 14 : 3 – 9

widgeo.net
JESUS DIURAPI


Minggu Palmarum, Tgl,17 April 2011
Jamita            : Markus 14 : 3 9
Sibasaon       : Johannes 3 : 14 - 15

Patujolo

Hombar tu hasomalan ni halak Jahudi sai dirayahon halahi do ari raya Paskah, ari raya Roti na so marragi dna. Partingkian laho mangarayahon ari raya Paskah dohot ari raya Roti  naso marragi i ma murdonok. Angka imom ni halak Jahudi dohot ahli Taurat  ma mur manyantak manjalahi hasalaan ni Tuhan Jesus anso adong dalan laho mamunu Jesus.

Bohal tu Parjamita:
Ayat 3-4: Di Betania, di bagas ni si Simon si kusta, sada halak dadaboru maminyahi Tuhan Jesus dohot minyak narwastu murni, minyak namansai arga situtu. Marnida situasi i adongdo halak naso setuju gabe muruk. Alasan ni muruk nihalahi harana dietong rohana do sikap ni dadaborui sisongon i merupakan pemborosan. Sikap nadietong naso pola maroban manfaat, keuntungan tu halak na bahat. Gari ada digadis minyak i bisa doi baenon laho manutupi kebutuhan ni angka halak na miskin ninna rohana.

Ayat 5-7: Muruk do halak Jahudi  dohot halak na bahat i maradopkon dadaboru i tapi dibela Tuhan Jesus do dadaborui. Dipincang Jesus do dohot cara na cukup halus angka na mamuruki dadaboru i huhut dipatorang Ibana bahaso pambaenan ni dadaboru i tutu situtu na denggan doi.
            Didok Tuhan Jesus, “ianggo halak na miskin hot do i adong di tonga-tonga munu”, jala molo adong do rohamunu laho manolong angka halak i bisa do hamu manolong halahi di siganup tingki. Hape Au hum satongkin do rap dohot hamunu nada be bisa Au laho manjagit na denggan sian hamu? Nina Tuhan Jesus.
            Pemikiran na sasintongna, hum alasan ni angka halak Jahudi i do mangangkat issu orang miskin na giot si parate-ate hononton ni halahi. Nada na keluar sian ate-ate parbagasan alasan i. Harana nada jungada magotap halak na miskin sian parngoluan ni halahi hape so jungada halahi laho mengorganisir halak na mora laho memperhatikan halak na miskin, so jungada halahi mambaen aksi tali kasih laho manolong halak namiskin i. Nada jungada binoto halak siboto surat mangkatai dohot angka na mora laho mamikiri nasib ni na pogos.
            Dohot singkat hata sipalencem do hata ni horong ni si boto surat i. Dalan laho manjalahi hagaleon ni halak na mambaen na denggan maradopkon Jesus do sasintongna halahi, huhut memancing sikap ni Jesus atik bia adong muse na sala muda dipaadop tu hukum ni halak Jahudi na bisa muse baenon alasan nabaru laho manangkup Tuhan Jesus.
Pemahaman na asing, hamenehon sanga pe hapogoson partondion ni angka siboto surat i do na terselip di bagasan hata ni Jesus i. Astuanna, sikap-mental-perilaku, ni siboto surat i sandiri do nadimaksud ni Tuhan Jesus gombaran ni hapogoson i. Saleleng nada maruba pikiran ni halahi marnida Jesus saleleng ni i ma hapogoson i mangaliliti parngoluan ni halahi.
            Jadi muda nagiot berubah do sasintongna parngoluon ni jolma sian hapogoson manuju tu hamoraon angkon parjolo do merubah cara berpikir-sikap-perilaku hidup ni halahi lumobi mai maradopkon Debata di bagasan Jesus.

            Bisa do mamora jolma secara materi tapi dao sian Debata jala jolma sisongon on hum materi do na di hopkop ni on. Jala targoar do halak sisongon on na pogos saleleng so berubah sikap-pikiran terhadap Debata di bagasan Jesus. Harani i ale angka  dongan ulang manigor salut hita tu angka dongan na mamora di sibaenon anggo na holang do halahi sian Debata isarana pardatu-datu, pangula-ula, pargabus, panipu, penindas, dll.

Ayat 8 : Pambelaan ni Jesus tu dadaboru i, ima na terkait tu pangalaho ni anak boru i hombar tu kemampuanna. Ditingki i mampu do ibana mambaen nadumenggan tu Jesus. Ima maminyaki Tuhan Jesus dohot minyak na arga . Astuanna nada menahan diri anak boru i laho mambaen na undenggan maradopkon Jesus. Nada menahan kemampuan si anak boru i laho pasangapkon Tuhan Jesus.
            Di tradisi ni hajahudion pengurapan dohot minyak narwastu sasintongna tu halak naung monding do dibaen i. Nian sian sisi i agak andul do perlakuan ni si anak borui. Biasi ma baenon nia kebiasaan nadipatupa tu namate tu halak na mangolu. Laing adong mada sisi na patut siparsapahononton di si. Marhite-hite hatorangan na binaen ni Jesus di ayat on murtangkas do nian taastui. Ianggo upaya pengurapan na tu Tuhan Jesus i urapan pengantar patujolo mai manuju tu pengurapan ni hamamateNia. Angke di roha ni Jesus madung patar dalan hamatean sibolusonNia tinggal na paitteon arina noma.
            Nang pe dipikiran dohot diparbinotoan ni jolma buni dope persoalan i. Tapi na jelas dung terjadi sude rangkaian carito hamatean ni Jesus gabe taringot do tu peristiwa on jala tutu situtu dijagit angka na porsayai do bahaso tudu-tudu tu hamatean ni Tuhan Jesus do parkarejoan ni anak boru i.
            Astuanna, na hum alat pelaksana do ra ibana anggo perencana dohot inisiator Debata do. I do gabe di dok Jesus bagina na andigan pe barita hasintongan i di baritahon anggo barita haburjuon dohot ketulusan ni anak boru nalaho pasangapkon Tuhan Jesus on angkon tongtong noma i songon sitempel nagogo laho marningot ia.

Kesimpulan

Hamu ale angka dongan nada adong be partingkian dohot hita laho pasuo dohot Jesus secara fisik songon si anak boru na di bagasan teks jamita on. Muda ingkon paiteonta do ro Tuhan Jesus mandonohi hita anso tabaen na denggan laho pasangap Tuhan Jesus sampe tu ujung ni ngolunta pe nada jumpang hita i.

Haporsayaanta tu Tuhan Jesus do na mangonjar pengakuan nadung pasuo hita dohot Jesus jala singkat ni parsuoan ni jolma dohot Jesus sai tantong do mangkorhon parulaon si jop ni roha, namenarik perhatian dohot na paiaskon roha ni angka jolma na asing.

Muda tutu situtu do nadung porsaya hita tu Jesus, marsuo do hita dohot Ibana di bagasan partondionta jala hinorhonni i ingkon luluanta do angka napalaskon roha ni dongan jolma. Muda bisa tabaen ma jop ni roha ni dongan jolma harana termasuk do i indikasi ni parsuoanta rap dohot Jesus. Amin.
GKPA Resort Pematangsiantar
Pdt.A.B.Marpaung, MMin, MTh.          
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~