Sabtu, 19 Maret 2011

PENUTUPAN PELATIHAN EVANGELISM EXPLOISON (EE) GKPA KANTOR PUSAT GKPA

widgeo.net
PENUTUPAN PELATIHAN EVANGELISM EXPLOISON (EE) GKPA
KANTOR PUSAT GKPA
14-19 MARET 2011

Sabtu, 19 Maret 2011, Pucuk Pimpinan GKPA menutup secara resmi Pelatihan Evangelism Exploison (EE) di Kantor Pusat GKPA. Pelatihan EE ini diberikan kepada para Calon Pelayan Gerejawi GKPA untuk memperlengkapi mereka ketika memasuki pelayanan nyata di tengah-tengah jemaat.

Pelatih EE ini, Pdt.AHJ.Sibarani,STh (Ketua EE Tapsel/Ka.Biro II GKPA), Pdt.Moody Nainggolan,STh (Sekretaris EE/Pdt.GPdI Sola Gratia), Pdt.Ramli SN Harahap,M.Th. (Teacher EE/Ka.Biro I GKPA), dan Pdt.Tuty Z.Hutabarat,STh (Teacher EE). Peserta pelatihan ini sebanyak 7 orang dari berbagai daerah pelayanan yang ada di GKPA.

Pelatihan EE ini sebenarnya mau mempersiapkan setiap pelayan Gerejawi agar mampu menginjili warga jemaat secara sederhana agar seluruh warga jemaat GKPA memperoleh hidup yang kekal dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Dan hanya Yesus satu-satunya jalan keselamatan dan kebenaran menuju surga.

Dari 7 orang pelayan Gerejawi ini, ada 3 orang yang akan segera menerima tahbisan pendeta di GKPA dan 4 orang lainnya masih menjalani masa praktik di GKPA lebih kurang 2 tahun.

Jumat, 18 Maret 2011

Renungan Harian: Lukas 19 : 5

widgeo.net
YESUS MAMPIR


 

Dung lalu Jesus disi, ditailihon Ia ma tu ginjang jana didok Ia ma tu si Zakeus, "O Zakeus, pasigop ma mijur! Angke giot ro do Au tu bagasmu sadari on."
Lukas 19 : 5

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."
Lukas 19 : 5

Yesus adalah sahabat sejati. Dia tidak pernah memandang bulu atas kawananNya. Yesus bersahabat dengan orang pemungut cukai. Pada saat masa Yesus, pemungut cukai adalah orang yang dibenci masyarakat. Artinya, masayarakat menganggap para pemungut cukai orang yang penuh dengan dosa. Sebab mereka sering meraup untung di atas penderitaan orang lain. Namun Yesus mau mampir ke rumah Zakeus. Yesus mampir di rumah pendosa. Yesus datang dan berdiam di rumah pendosa.
Mengapa? Karena Yesus ingin dosa yang ada di hati dan di rumah Zakeus keluar dari hati Zakeus agar Zakeus beroleh keselamatan kekal itu. Memang bena. Ketika Yesus sudi mampir di rumah Zakeus, maka saat itu juga Zakeus bertobat. Zakeus mengubah jalan hidupnya dari mementingkan diri menjadi mengasihi orang lain. Zakeus yang bertobat berjanji akan mengganti uang masyarakat yang telah dia ambil demi keuntungan pribadinya berkali-kali lipat. Luar biasa. Pendosa besar menjadi pelaku firman Tuhan dan kebenaranNya.

Jika kita mau kehidupan kita diubahkan Yesus, maka sudilah menguncang Yesus mampir ke rumah kita. Sudilah mengundang Yesus berdiam di rumah dan di hati kita agar kita beroleh pencerahan, beroleh jalan kebenaran, beroleh kepastian keselamatan.



BEAM No. 217 : 1
Tondi badia ro ma Ho, tu  rohanami  bongot Ho, sai lehen hatorangan
Sinondang sian Surgo i, sondangi hami on sude, pakehe hagolapan
Anso tongtong, hai sudena marhaposan di hata-Mu, mangihutkon di roha-Mu




  

Renungan Harian: Roma 15 : 7

widgeo.net
 TERIMALAH SATU AKAN YANG LAIN



Antong marsijagitan ma hamu sama hamu, songon panjagit ni Kristus di hamu sude laho pasangapkon Debata
Rom 15 : 7

Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.
Roma 15 : 7


Menerima orang lain adalah perkara mudah tapi sulit. Mudah jika yang kita terima itu berkenan bagi hati kita. Namun sulit jika yang bersangkutan bukan orang yang kita sukai. Firman Tuhan ini mengajak kita agar mampu menerima seorang akan yang lain. Mengapa? Karena dengan menerima seorang akan yang lain kita akan memperoleh kemuliaan Allah sama seperti Kristus telah menerima kita dalam keberdosaan kita. Menerima seorang akan yang lain akan mengesampingkan keberdosaan orang lain di hati kita. Kita harus mampu membuang jauh-jauh kesalahan orang lain yang dilakukannya kepada kita. Kita membuang jauh-jauh rasa sakit dan kebencian yang dilakukannya bagi kita, dan kita harus menerima dia apa adanya agar kita memperoleh kemuliaan Allah.

Sungguh pahit dan sulit. Namun bersama Yesus kita pasti dimampukan melakukan itu. Menerima seorang akan yang lain, membongkar rasa benci menjadi kasih. Menerima seorang akan yang lain akan merajuk rasa kasih yang mendalam bagi orang yang kita tidak sukai.

Marilah belajar meniru Yesus mengasihi orang yang berdosa, mengasihi orang yang membenciNya agar mereka juga beroleh kehidupan kekal sama seprti kita telah menerima kehidupan yang kekal itu.


BEAM No.240 : 1+2

ü  Laing dijagit Jesus i sipardosa na dung lilu.
Sai paboa hata i tu sude namarilu.
Manyolsoli roha i Jesus Sipangolu i

ü  Asi ni rohanNa i na nioku ni hataNa
Dohot hangoluan i tuk salolot ni lolotna
Dapot ma sude na ro, Jesus Sipangolu do

Kamis, 17 Maret 2011

Renungan Harian: 2 Timotius 3 : 14

widgeo.net
TETAPLAH BERPEGANG PADA KEBENARAN

 

Tapi anggo taringot tu ho Timoteus, marsitiopan tu angka pangajaran na tutu i ma ho, na dung niajarkon tu ho jana na nihaporsayaanmu situtu; harana diboto ho do sanga ise angka gurumu.
2 Timoteus 3 : 14

Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
2 Timotius 3 : 14


Pegangan hidup merupakan sesuatu yang dicari orang. Apakah status kita dalam pergaulan sehari-hari sangat ditentukan dengan pegangan hidup seseorang. Ada banyak berpegang pada keberhasilan, harta dan lain sebagainya. Namun, Paulus memberikan arahan yang berbeda kepada anak rohaninya Timotius. Paulu mengajak agar Timotius tetap berpegang pada kebenaran yang diterima dari orang-orang yang telah mengajarkannya kepadanya. Berpegang kepada kebenaran merupakan dasar yang kuat dalam menjalani kehidupan ini. Sebab ada banyak kebenaran di dunia ini, namun tidak semua kebenaran itu memberikan hidup yang kekal. Hanya ada satu kebenaran yang mampu memberikan hidup yakni Yesus Kristus. Paulus juga menasihatkan Timotius agar tetap mengingat orang-orang yang telah berjasa dalam mengajarkan kebenaran itu kepadanya. Sebab dengan mengingat orang yang telah mengajarkan kebenaran itu kepada kita, maka kita akan berusaha meniru mereka untuk melanjutkan dan mengajarkan kebenaran itu kepada orang lain juga.

 
BEAM  No.233 : 1

Bahat dope guruhononmu do, anso tudos dohot Tuhanmu ho
Hatigoranmu laing na hurang i, so tuk dope haporsayaanmi
Dirimu do dihaholongi ho, donganmu pe laing so di ingot ho