Sabtu, 14 Mei 2011

Jamita Minggu, 5 Juni 2011: Johannes 7 : 37-38

widgeo.net

“Merespons Yesus”

HATORANGAN NI JAMITA

MINGGU EXAUDI 
MINGGU, 5 JUNI 2011

Jamita : Johannes 7 : 37-38                     Sibasaon : Epesus 3 : 14-21

1.    Ketika kering kerontang menyiksa tenggorokan kita, sudah pasti hal yang bisa membunuh kehausan itu adalah segelas air putih yang menyegarkan. Beberapa hari manusia mampu tidak makan tapi tidak akan mampu bertahan tanpa minum. Kekurangan minuman segar akan membuat ginjal rusak dan merembet kepada organ-organ tubuh lainnya. Demikian juga dengan hidup ini. Hidup ini akan menjadi lebih hidup bersama sumber air sejati yakni Yesus Kristus. Dialah sumber air kehidupan yang memancarkan kesejukan yang menggairahkan bagi pecinta kenikmatan sorgawi. Setiap orang akan mencari yang segar, indah dan penuh kesejukan, dan hal ini hanya dapat anda temukan dalam pribadi Kristus Yesus.

2.    Banyak orang sengaja menceburkan diri ke dalam “selokan kotor “ , yakni lambang kehidupan yang tidak menyukakan hati Tuhan. Meskipun sudah mengerti bahwa hal yang sedang dilakukannya tidak mendatangkan kebahagiaan dalam hidupnya, tetapi ia tetap tinggal dan tenggelam di dalamnya. Sementara itu, orang yang sadar dirinya sedang gerah dan hidup dalam atmosfer yang panas akan memiliki kerinduan untuk mencari mata air yang jernih, bukan saja untuk menghilangkan dahaga namun juga untuk bermain seperti seorang anak kecil. Setiap manusia akan memiliki mata air dalam hatinya sewaktu ia mempercayai Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Namun jika sebaliknya, maka yang keluar dari dalam dirinya hanyalah air ‘selokan’ yang akan menimbulkan kebusukan. Menjadikan Yesus sebagai Tuhan sama halnya dengan mempercayakan seluruh hidup kepada-Nya. Jika kita sungguh-sungguh mempercayakan seluruh hidup kita kepada Tuhan Yesus, maka anda pasti menikmati kehidupan yang super nikmat.

3.    Pengajaran Yesus tentang air hidup (ayat 37-39) menimbulkan berbagai tanggapan. Perbedaan tanggapan memunculkan konflik di antara para pendengar Yesus (ayat 43). Percakapan dalam teks ini sendiri berlangsung pada Puncak perayaan Pondok Daun. Puncak Perayaan Pondokn Daun adalah hari ketujuh saat para imam mengadakan prosesi pengambilan air dari kolam Siloam untuk dipersembahkan sebagai kurban curahan pada mezbah di Bait Allah. Tindakan ini mengacu kepada Yes. 12:3 tentang janji keselamatan. Pada saat itulah, Yesus dengan lantang mengundang peziarah di Bait Allah untuk percaya dan menerima Dia sebagai sumber Air Hidup yang akan melegakan hidup mereka (Yoh. 7:37-38). Yesus menjanjikan Roh Kudus akan tinggal dalam hati orang percaya (ayat 39). Ucapan-ucapan ini sarat makna dalam tradisi Yahudi dan telah diisyaratkan Yesus dalam tindakan dan ucapan-Nya tentang air dalam pasal 2, 3, 4, 5, dan 6. Dengan mengklaim Ia akan memberi Roh, Ia menyatakan diri-Nya sebagai pembawa zaman baru dari Allah yang dinantikan.

4.    Respons terhadap-Nya beragam. Bagi sebagian orang Yesus adalah nabi yang telah dinubuatkan Musa (ayat 7:40), bagi orang lain Dia adalah Mesias (ayat 41a). Bahkan para penjaga Bait Allah (ayat 45-46) dan Nikodemus pun (ayat 50-51) menyadari Yesus lebih daripada manusia biasa. Sayangnya sebagian orang lagi (ayat 41b-42), termasuk para pemimpin Yahudi (ayat 47-49, 52) menolak menerima Tuhan Yesus. Mereka hanya melihat sisi manusia Yesus dan tidak memedulikan keilahian-Nya. Para pemimpin Yahudi ini menyingkirkan semua kemungkinan untuk menerima Yesus sebagai Mesias. Dengan sombong (ayat 48), mereka meremehkan pandangan awam (ayat 49) dan juga menghina Allah yang telah menyatakan diri lewat Yesus. Kedegilan menutup mata hati mereka untuk mengenali kebenaran.

Renungan :
1.    Kita dipanggil untuk menyaksikan Yesus dan kebenaran firman Tuhan melalui hidup dan kata-kata kita. Kita harus setia menyatakan kebenaran dan bergantung penuh kepada Roh Kudus. Jangan kurangi kebenaran Tuhan demi sebanyak mungkin orang menerimanya.

2.    Bagaimana dengan respons kita sendiri? Undangan Yesus untuk menikmati kelimpahan air hidup, yaitu Roh Kudus ditujukan kepada setiap orang yang percaya kepada Dia. Janji itu sejalan dengan peran Roh Kudus yang akan mengajar dan member pemahaman yang benar tentang siapa Yesus. Roh Kuduslah yang akan memimpin orang untuk sampai pada respons yang benar, yaitu mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Bila Roh Kudus sudah menolong kita untuk sampai pada respons itu, bersyukurlah. Namun kita jangan lupa, doakanlah orang-orang yang ada di sekitar kita agar mereka juga memiliki pengenalan akan Yesus. Amin.

GKPA Parlagutan Diponegoro

Resort Jakarta II
Pdt. Harapan Nainggolan,M.Min.,M.Th.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar