Sabtu, 22 Oktober 2011

Jamita Minggu, 13 Nopember 2011: Mateus 10 : 34-39

widgeo.net


Minggu, 21 Trinitatis
Tanggal, 13-11-2011
Jamita : Mateus 10 : 34-39
Sibasaon : Roma 12 : 12-21


Pengantar

Injil Matius sebagai salah satu kitab injil memang berorientasi pada kisah kehidupan dan pelayanan Yesus selama di dunia ini. Sebagai kitab yang berisikan catatan dan laporan dalam pelayanan Yesus injil ini secara jelas menerangkan ttg sejarah kehidupan Yesus sebagai manusia  dan pekerjaan serta aktivitasNya di tengah-tengah kehidupannya setiap hari. Namun yang paling penting yang harus disampaikan  Injil ini adalah bagaimana Yesus sebagai Anak Allah menyampaikan dan  mengerjakan MISI KESELAMATAN dari BapaNya   yang dibawa Yesus kedalam dunia ini. Mateus 10 ini berisikan hal yang penting di dalam rangka melaksanakan misi tersebut ke tengah-tengah dunia ini. Pasal ini mencatat bagaimana Yesus memilih 12 muridNya yang disebut sebagai rasul  serta memperlengkapi mereka kuasa kuasa untuk mengusir roh roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan kelemahan (10 : 1). Mereka juga diperlengkapi dengan  dengan nasehat nasehat pengutusan apa yang harus mereka kerjakan dan bagaimana mereka mengerjakanya. Mereka akan menghadapi penganiayaan dan penolakan dari dunia ini  oleh karena pekerjaan yang mereka lakukan. Namun diingatkan para rasul tidak perlu takut karena Allah Bapa akan menyertai mereka  serta memberikan kehidupan yang kekal bagi yang menerimaNya. Secara khusus ayat 34-39 berisikan pengajaran bahwa kedatangan Yesus ke dunia membawa suatu  relasi-hubungan yang baru  yang belum pernah ada sebelumnya. Hubungan ini secara langsung akan mempengaruhi hubungan di dalam kehidupan manusia. Bila dibaca  secara sepintas  nats ini kedengarannya terasa  kejam, ekstrim  dan menyakitkan serta sulit  untuk dipahami. Namun jika dipahami secara dalam dan mendasar pengajaran ini sesungguhnya merupakan dasar dan bukti dari kepemilikan dan otoritas Yesus Kristus akan diri kita.


Keterangan Nats dan Refleksi 


1. Kedatangan Yesus membawa pemisahan  (ay 34)

Apa yang dipisahkan? yaitu pemisahan antara orang orang yang mempercayai dan mengikut Dia dengan orang-orang yang menyangkalNya. Berita keselamatan yaitu Firman Allah yang diberitakan oleh para Rasul akan menjadi pedang yang akan memisahkan antara orang percaya yang menerima keselamatan dan orang yang tidak percaya yang akan  mendapat hukuman. Kawanan domba akan dipisahkan dari kambing (Mat 25 : 32), serta gandum akan dipisahkan dari jerami (Mat 3 : 12) . Bahkan pemisahan itu sendiri akan terjadi di tengah tengah kehidupan keluarga yang memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dan ibunya dan menantu perempuan dari ibu mertunya bahkan musuh orang adalah orang orang seisi rumahnya. Kesemuanya ini adalah hubungan kekerabatan dan persaudaraan atas hubungan darah yang begitu kuat yang mengikat dan mempersatukan manusia di dalam kehidupannya. Keluarga dan sanak saudara merupakan sesuatu yang penting dan berharga di dalam kehidupan manusia. Oleh karena merekalah  kita  menpunyai semangat dan gairah untuk bekerja dan melakukan tugas dan tanggung jawab karena memiliki orang-orang yang perlu dikasihi. Namun di lain pihak hubungan kekerabatan dan persaudaraan sering sekali menjadi batu sandungan di dalam pertumbuhan iman. Tidak jarang perpecahan dan perselisihan terjadi di tengah tengah keluarga,kedamaian dan keteduhan tidak ditemukan digantikan dengan amarah, kebencian dan keinginan untuk menang sendiri. Untuk itulah setiap orang percaya diajarkan untuk berdiri diatas kebenaran firman Allah. Terlepas sebagai apakah dia, baik sebagai anak, sebagai orang tua, sebagai mertua ataupun sebagai menantu. Dituntut suatu keputusan iman yang bersifat pribadi  keputusan dan kepercayaan yang berasal dari diri sendiri yaitu keputusan untuk hidup di dalam kebenaran firman Tuhan. Patuh, taat dan mengasihi orang tua, mengasihi anak, mengasihi mertua, mengasihi menantu, mengasihi orang lain adalah hal yang penting  untuk kita lakukan. Namun mengasihi Tuhan melebihi segala kasih yang ada jauh lebih penting untuk kita lakukan. Orang tua,anak,mertua dan menantu adalah anugerah dan karunia Yang Kristus berikan kepada kita  mereka memang penting dan berharga. Namun jauh lebih penting dan berharga  adalah Allah Bapa di dalam Diri Tuhan Yesus Kristus sebagai sumber anugerah itu sendiri. “ Pemberian memang sangat berarti dan berharga  tapi jangan kita lupa  jauh lebih penting dan berharga adalah  yang memberikan itu sendiri “ Jika kita kehilangan sesuatu yang diberikan oleh seseorang kita masih dapat memintanya kembali dari yang memberikan. Namun jika kita kehilangan orang yang memberikan maka kita tidak akan pernah mendapat apa apa lagi. Jika kita kehilangan keluarga dan sanak saudara kita masih memiliki Tuhan sebagai sumber segala sesuatu dan kita masih  dapat meminta kepadaNya. Namun jika kita sudah kehilangan Tuhan sebagai sumber segala sesuatu maka kita tidak akan pernah mendapatkan apa apa lagi (Band Filipi 4 : 6). Namun perlu kewaspadaan sebab konsep ini bukan untuk menjebak kita untuk tidak memperhatikan dan memperdulikan orang lain.  Kasih kepada Tuhan hanya dapat dibuktikan dan diuji melalui hidup dalam kasih kepada sesame (I Joh 4:8)  Orang yang mengasihi Tuhan pasti akan mengasihi sesamanya manusia dan tidak akan mungkin manusia dapat mengasihi Tuhan tanpa mengasihi sesamanya. Sebab kasih kepada  sesama manusia merupakan  manifestasi dan hasil perenungan serta bukti dari kasih kita kepada Tuhan. Namun orang yang terlebih dahulu  mengasihi sesamanya manusia  belum tentu mengasihi Tuhan Allahnya.  Oleh karena itulah  mengasihi Tuhan harus diatas segala kasih yang ada dan orang orang yang demikinlah yang berkenan bagiNya. Memang hal ini suatu gambaran dan analogi yang sulit untuk diterima dan seakan berlawanan dengan perasaan dan hati nurani manusia. Namun disaat kita mampu untuk memahami dan hidup didalamnya sungguh suatu kebahagiaan karena kita menjadi layak dihadapanNya.


2. Kasih kepada Tuhan diatas segala kasih yang ada (ay 35-37)

Mengasihi adalah konsep hidup Kristus  yang harus diteladani oleh orang orang percaya.Hal ini menjadi hukum pertama dan yang terutama dari semua hukum yang ada yang Tuhan ajarkan (Mat 22 : 34-40). Yesus memanggil setiap orang percaya untuk hidup dalam kasih,mengasihi teman,keluarga dan orang tua. Namun kasih kepada Tuhan harus diatas segala kasih yang ada ada terhadap sesama manusia. Sejak kecil kita diajari dan dididik untuk mengasihi keluarga dan sanak saudara kita. Atau sekarang kita mendidik dan mengajar orang lain dan terutama  anak anak kita untuk mengasihi kita sebagai orang tua dan keluarga. Hal ini mungkin menjadi skala prioritas dalam pengajaran dan didikan dalam gereja dan keluarga. Namun hal yang paling penting dan berharga dari hal yang penting itu bahwa kita harus lebih mengutamakan Kristus dari siapun juga. Tidak terkecuali orang tua kita sendiri,ibu yang telah melahirkan dan Bapak yang telah membesarkan. Atau anak yang kita cintai dengan sepenuh hati dan kita bangga banggakan. Sebab siapa manusia  yang lebih mengasihi sesamanya manusia ternyata tidak layak bagi Tuhan. Sungguh suatu hukum yang sangat berat untuk dipahami dan dikerjakan. Beberapa hal ini adalah jawaban Yesus kepada orang2 yang ingin mengikut Dia :

§  Tetapi orang itu berkata “ ijinkanlah aku lebih dahulu menguburkan bapaku … Biarkan orang yang mati menguburkan orang yang mati tetapi  engkau pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah dimana mana (Luk 9 : 59-60)
§  Biarkan aku permisi dulu kepada keluargaku  baru kemudian aku mengikut Engkau.Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh  ke belakang  tidak layak untuk Kerajaan Allah (Luk 9 : 62)
§  Barangsiapa melakukan kehendak Allah dialah saudaraKu laki laki dialah saudaraKu perempuan dialah ibuKu (Marlus 3 : 35)

Tiada ikatan yang dapat memisahkan antara Yesus dengan orang percaya termasuk ikatan darah dan hubungan keluarga sekalipun. Kita mengasihi Tuhan dengan demikian kita juga mengasihi keluarga sebaliknya kita mengasihi keluarga  sebagai tanda kita mengasihi Tuhan. Namun jika diperhadapkan pada satu pilihan mana yang akan  kita pilih ? Abraham sangat mengasihi anaknya Ishak lebih dari apapun yang dia miliki  namun ketika imannya diuji Abraham membuat keputusan iman yang benar. Dia lebih mengasihi Tuhan Allahnya lebih dari kasihnya kepada anaknya Ishak yang membuat dia memperoleh berkat sebagai bapak orang yang percaya (Roma 4 : 16-17).


3. Ada harga yang harus dibayar ketika mengikut Yesus ( ay 38-39 )

Kristus telah memikul salibnya dan mati di atas salib itu sendiri untuk membayar utang utang dosa  dan salib yang dipikul itu sangat berat karena berisikan dosa-dosa manusia. Salib itu lambang penebusan dan kepemilikian Kristus akan diri manusia yang tidak lagi diperhamba dosa dan kematian. Namun saat ini ada harga yang harus kita bayar untuk penebusan itu. Yaitu “kesetiaan dan loyalitas kepada Kristus terhadap segala sesuatu yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Salib yang harus kita pikul bukan lagi salib yang terbuat dari kayu atau besi yang memerlukan paku atau tali yang akan ditancapkan kedalam tanah. Namun salib yang dimaksud adalah ketika kita mematahkan dan mengalahkan segala keinginan daging yang menguasai hidup kita dan yang  membawa kita kepada kebinasaan. Salib yang dimaksud adalah ketika kita mampu merendahkan diri, memaafkan dan memberi pengampunan seperti yang dilakukan Kristus. Salib yang dimaksud adalah ketika kita mau melepaskan apa yang menjadi hak dan bagian kita dan menjadikan orang lain lebih utama daripada kita (Filipi 2 : 6-8).  Salib yang dimaksud adalah kita masih mampu untuk tersenyum dan bersuka cita ketika kita ditolak, disakiti, dibenci, disingkirkan dan dipandang hina oleh  orang lain. Salib yang dimaksud adalah ketika kita masih dapat memberi ketika kita kekurangan dan kelaparan bahkan tidak meiliki apa apa. Atau salib yang dimaksud adalah ketika kita masih percaya akan kasih Kristus ketika masalah dan pergumulan tiada habisnya dalam kehidupan. Ketika penyakit tidak kunjung sembuh bahkan semakin parah, ketika ekonomi dan keuangan keluarga tidak pernah membaik, ketika anak anak dlm keluarga selalu membawa masalah.  Bahkan salib yang dimaksud adalah ketika kita rela  kehilangan nyawa kita yang begitu berharga  oleh karena Kristus. Inilah harga yang harus kita bayar ketika kita mengaku orang percaya dan menjadi pengikut Kristus. Inilah salib yang harus kita pikul bersama sama dengan Kristus sebagai tanda dan bukti kita mendapat bagian di dalam penebusanNya ( Mat 5 : 11-12 )     

Penutup
1.Hakekat Yesus sebagai manusia jasmani dan Manusia Ilahi berjalan secara bersamaan dalam kehidupan dan kesaksianNya.  Namun pada saat yang bersamaan pula  karakter KeIllahiaanNya sebagai Anak Allah yang penuh wibawa dan kuasa diutamakan dan  mendominasi dalam setiap sikap hidup dan perilakuNya. Hal ini disebabkan kakekat dan  karakterNya sebagai Anak Allah merupakan fungsi yang utama yang tidak dapat dipisahkan  dari hakekat Allah yang Tritunggal. Oleh karena itulah sering sekali dalam pengajaran dan kesaksian Yesus menimbulkan polemik/pertentangan di dalam kehidupan masyarakat pada waktu itu. Disebabkan ketidak pahaman para pendengar akan makna dan tujuan dari pengajaran yang Yesus katakan disebabkan sisi kemanusian Yesus yang mereka pakai untuk memahami apa yang  Yesus ajarkan. Kristus memang raja damai dan Ia datang untuk membawa damai (Yes 9 : 6) Damai yang kekal dan sempurna yang hanya akan kita dapatkan pada saatnya bagi orang2 yang layak bagiNya  (Parousia). Namun saat itu harus sudah dimulai pada saat sekarang di dunia ini. Banyak hal yang datang dan pergi silih berganti di dalam kehidupan ini. Pada suatu waktu mungkin kita mendapatkan sesuatu namun pada saat yang lain kita akan kehilangannya dari genggaman kita. Pada suatu waktu kita akan memiliki orang-orang yang kita kasihi namun pada saat yang lain kita akan berpisah dengan mereka. Namun satu yang pasti yang sudah kita miliki sesuatu yang  tidak akan hilang, yang tidak akan diambil dan tidak akan berkesudahan yaitu Kristus yang menebus kita dan memiliki kita.

2.Minggu ini adalah minggu Trinitatis yang terahir selanjutnya gereja akan memasuki minggu akhir tahun gerejawi atau peringatan kepada orang-orang yang telah meninggal dan selanjutnya memasuki minggu-minggu advent. Sebagai orang-orang yang masih diberikan kehidupan di dunia ini mari kita memuliakan Tuhan agar ketika Tuhan memanggil dan memisahkan kita dari orang-orang yang kita kasihi kita diberikan kehidupan baru yang sempurna di dalam kekekalan bersamaNya.

Sebagai orang percaya mari kita prioritaskan Kristus dari segala sesuatu kendatipun harus kehilangan sesuatu yang berharga. Namun di dalam kehilangan kita itu kita akan menemukan sesuatu yang lebih berharga yaitu Kristus dan kehidupan kekal  bersamaNya.  Namun satu yang pasti yang sudah kita miliki sesuatu yang  tidak akan hilang,yang tidak akan diambil dan tidak akan berkesudahan yaitu Kristus yang menebus kita dan memiliki kita.
Amen…
Medan Akhir Sept 2011
Pdt Darwin Butarbutar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar