Kamis, 12 Maret 2015

Bacaan Alkitab Senin, 25 Mei 2015: Mazmur 51:12-13



HATI YANG SIAP DIBENTUK
Mazmur 51:12-13
Minggu, 25 Mei 2015




PENDAHULUAN

Bagaikan bejana siap dibentuk
demikian hidupku di tanganMu
bentuklah sturut kehendakMu…

I
ni adalah penggalan lagu rohani yang berisi tentang kesiapan anak Tuhan yang siap dibentuk olehNya. Hidupnya dipasrahkan kepada Tuhan untuk dibentuk bagaikan bejana. Tentunya ini terjadi jikalau anak Tuhan memasrahkan segala hidupnya akan kuasa Tuhan.

Demikian halnya dengan seorang Daud. Nats ini menunjukkan bagaimana ia memasrahkan hidupnya hanya di dalam nama Tuhan. Ia bahkan membawa segala dosanya kepada Tuhan dan berharap bahwa Tuhan akan membentuk dia sebagai pribadi yang tahir dan dipenuhi Roh Tuhan.

Ayat 12:
Ini adalah penggalan doa yang sangat terkenal yang juga dipanjatkan oleh orang yang sangat terkenal yaitu Daud. Ia sangat meengerti tentang pentingnya sebuah pengampunan dosa. Dia sadar bahwa pengampunan itu hanya bisa diperoleh dari Tuhan. Pengampunan bukan saja membuat hatinya bersih dan bebas dari tuduhan hati nurani yang sangat menyiksanya, namun pengampunan dari Tuhan juga akan memperbaharui kehidupannya. Daud sadar betul akan Tuhan yang pengampun karena hidup Daud sendiri pun dipenuhi pengampunan. Ia mengampuni Saul yang memburunya, juga terhadap Abner dan seluruh keturunan Saul, juga mengampuni Absalom anaknya yang mengkudeta Daud.  

Pemazmur merasakan bahwa hidupnya kini telah dilumuri oleh dosa. Yang pertama dimohonkannya kepada Tuhan sebagai orang yang dipenuhi oleh dosa adalah:
1.      Pentahiran.
Menjadi tahir berarti menjadi bersih dan kudus. Tahir berhubungan dengan dosa. Pentahiran berarti pengudusan kembali. Untuk menjadi tahir ada beberapa syarat yang harus dilakukan yakni: Melalui Nabi. Nabi Elisa menyatakan seseorang telah menjadi tahir (2 Raja-raja 5:10), dengan Hisop. Hisop adalah daunan yang harum yang dijadikan untuk memercik dalam ritual pentahiran (51:9), dll. Pemazmur memohon pentahiran hati, karena dosa berawal dari kecendrungan hati yang jahat. Hati di sini menggambarkan pusat dari emosi, kehendak, dan hidup seseorang.  Hati yang telah menyimpang dari jalan Tuhan harus diperbaharui supaya bisa kembali melangkah di jalan yang benar.

2.      Pembaharuan bathin
Hal kedua yang dimohonkan Daud dalam ayat 12 ini setelah dia meminta pentahiran, adalah supaya Tuhan memperbaharui bathinnya. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia sangat sulit untuk mengakui kesalahan karena selalu ingin mencari pembenaran, dan cenderung menyalahkan orang lain. Diperlukan kerendahan hati untuk mau mengakui dosa dan bertobat. Dengan rendah hati pemazmur memohon ampun kepada Tuhan setelah mengakui dosanya, dan akhirnya dia memohon pembaharuan hatinya yang telah hancur karena dosa. Ini menunjukkan perbuatan Allah, karena Allah yang menjadikan. Menjadikan (bara’) ini mengacu pada tindakan Allah yang menciptakan dan menjadikan sesuatu yang baru.  Kata ini dipakai untuk menekankan suatu permohonan perubahan hidup yang hanya bisa dilakukan oleh kuasa Allah.  Jadi, hanya Allah yang bisa memperbaharui hati manusia.

Daud terbuka kepada Tuhan atas dosanya, dan inilah kunci sehingga bathinnya diperbaharui. Yakobus 5:16 katakan:” Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh…”   

Ayat 13: Roh yang berdiam dalam dirinya.
Pemazmur memohon roh yang teguh, roh yang rela dan siap sedia melakukan kehendak Allah, jangan diambil darinya supaya dapat hidup sepenuhnya bagi Allah , roh yang membahagiakan hidupnya. Daud sungguh-sungguh memohon supaya Allah mengampuni dan memulihkan dirinya sehingga ia bisa terus merasakan hadirat Allah dan ia bisa kembali berjalan di jalan kebenaran.

Daud memohon supaya Allah tidak  membuang dia dari hadirat-Nya dan juga mengambil Roh Kudus dari padanya.  Dalam konsep PL, Roh Kudus hanya diberikan kepada orang-orang yang mempunyai jabatan khusus, misalnya hakim-hakim, raja, atau nabi.  Hal ini menunjukkan bahwa Roh Kudus yang akan memampukan orang tersebut untuk melaksanakan tugas tertentu. 

PANUTUP
Setiap manusia dipenuhi dengan dosa akibat pemberontakannya kepada Tuhan. Dalam proses pengudusan yang terus berlangsung seumur hidup, kita masih bisa jatuh ke dalam dosa.  Kita masih bisa melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Kalaupun kita jatuh ke dalam dosa, marilah kita datang dengan hati yang hancur dan berduka di hadapan Tuhan serta mengakuinya dengan jujur.  Marilah kita memohon pengampunan Tuhan.  Tuhan yang penuh pengasihan akan mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa kita. Hanya dengan hati yang terus menerus diperbaharui dan dimurnikan oleh Tuhan kita bisa hidup di jalan Tuhan dan tidak menyimpang dalam dosa.  Kalaupun kita jatuh ke dalam dosa, kita harus ingat bahwa tangan Tuhan selalu terbuka untuk memberikan pengampunan dan pemulihan bagi kita.  Dengan demikian kita dapat hidup sebagai anak-anak Tuhan yang terampuni. Marilah kita memohon pengampunan Tuhan atas segala dosa kita sehingga hidup kita menjadi tahir. 

Salam dari PSP Tenggara
Pdt. R. Siregar, M.Min
widgeo.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar